Language :

Internasional Joint Degree, Membuat Lulusan UIB Semakin Marketable



Internasional Joint Degree, Membuat Lulusan UIB Semakin Marketable

Sebagai salah satu universitas yang berada di daerah perbatasan internasional, Universitas Internasional Batam (UIB) berupaya untuk secara terus menerus meningkatkan mutu pendidikan tinggi. Dampak dari upaya meningkatkan mutu ini dapat diukur dari diakuinya UIB secara luas tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di luar negeri. Proses pengakuan mutu pendidikan di UIB oleh masyarakat global dapat dilihat dari program internasionalisasi yang dilakukan secara tersistem dan bermutu. Pemerintah Indonesia melalui Permendikbud No. 14 tahun 2014 tentang Kerja Sama Perguruan Tinggi telah memberikan kesempatan kepada perguruan tinggi untuk mewujudkan program internasionalisasi melalui penyelenggaraan program kerja sama internasional.

Mengacu pada peraturan yang berlaku, UIB mengembangkan kerja sama di bidang akademik dengan perguruan tinggi di luar negeri dalam bentuk  program gelar bersama (joint degree), program ganda (double degree), dan pengalihan kredit (credit transfer). Upaya ini dilakukan UIB mengingat dunia semakin mengecil karena dampak dari globalisasi. Kota Batam secara geografis memiliki lokasi yang sangat strategis berada di jalur perbatasan internasional, UIB sebagai penyelenggaran pendidikan tinggi mempunyai tantangan untuk menyiapkan lulusan yang mampu menghadapi tantangan global. Untuk itu, UIB memberikan kesempatan kepada seluruh mahasiswa kesempatan mendapatkan pendidikan bermutu tidak hanya di kampus tetapi juga di luar negeri. Dr. Meiliana selaku Wakil Rektor di Bidang Akademik menegaskan bahwa dengan adanya kesempatan belajar di luar negeri, mahasiswa tidak hanya akan mendapatkan pengalaman belajar di kampus kelas dunia, tetapi mereka akan memiliki life skills yang baik. Life skills yang baik merupakan salah satu modal dasar untuk menjadi masyarakat global. Program internasional yang telah diinisiasi dari tahun 2010 terus mengalami perkembangan yang signifikan hingga tahun ini, UIB telah mengirimkan 143 mahasiswa keluar negeri dan bekerja sama dengan 39 universitas yang tersebar di berbagai negara seperti Malaysia, Thailand, Vietnam, Kamboja, Taiwan,Korea Selatan, Tiongkok, dan Jepang.

Pada acara Wisuda UIB ke-13 yang akan diselenggarakan tanggal 30 November 2017 akan  dilantik empat wisudawan yang mengikuti program gelar bersama (joint degree). Keempat wisudawan tersebut adalah Putri Andini, SH., MH., LLM., Hendra, SE., BBA., Septiyani, SE., BBA, dan Then Triyanto, SE., BEc. Putri Andini merupakan wisudawan dari Program Magister Hukum yang mengikuti program gelar bersama di Youngsan University (YSU), Korea Selatan. Putri Andini sudah lebih dulu diwisuda di Korea Selatan pada awal 2017 dan mendapatkan gelar LLM (Master of Laws) dari YSU. Sedangkan dari UIB, Putri Andini mendapatkan gelar Magister Hukum (MH).  Putri Andini yang lulus dengan IPK 3,97 mempunyai kemampuan berkomunikasi dalam Bahasa Inggris yang baik (skor TOEIC 875) dan Bahasa Korea.

Hendra dan Septiyani merupakan wisudawan dari Program Sarjana Manajemen yang mengikuti program gelar bersama (2+2) di Dong A University, Korea Selatan. Kedua wisudawan ini telah menempuh kuliah selama dua tahun di UIB sebelum menyelesaikan program sarjana di Korea Selatan selama dua tahun juga. Hendra dan Septiyani telah mengikuti wisuda lebih dahulu di Dong A University pada bulan Agustus 2017. Ikut hadir pada wisuda mereka berdua di DAU adalah oleh Dr. Meiliana (Wakil Rektor Bidang Akademik) dan Dr. Evi Silvana Muchsinati (Ketua Program Sarjana Manajemen). Setelah menamatkan program bersama, kampus di Korea Selatan memberikan Hendra dan Septiyani gelar BBA. Oleh karena mereka berdua juga telah menyelesaikan program sarjana manajemen di UIB, maka oleh UIB mereka diberikan gelar SE. Selain gelar akademik, hasil dari mengikuti program gelar bersama adalah mereka tindak hanya menguasai Bahasa Inggris tetapi juga Bahasa Korea. Septiyani mempunyai kemampuan berbahsa Inggris yang baik ditunjukkan dengan skor TOEIC 745, sedangkan Hendra mempunyai skor TOEIC 665. Kedua wisudawan ini menguasai Bahasa Korea (TOPIK 4).

Seperti halnya Hendra dan Septiyana, Then Triyanto yang merupakan mahasiswa Program Sarjana Akuntansi juga menyelesaikan program sarjana di dua kampus, yaitu UIB dan Nanjing Xiaozhuang University (NXU) di Tiongkok. Wisudawan yang lulus dengan IPK 3,97 saat ini juga menguasai dua bahasa asing, yaitu Bahasa Inggris (skor TOEIC 770) dan Bahasa Mandarin (HSK Level 6). Hasil mengikuti program gelar bersama ini, maka Then Triyanto mendapat gelar BEc dari NXU dan gelar Sarjana Ekonomi dari UIB.

Pada kesempatan ini Prof. Dr. Handoko Karjantoro, CPA selaku Rektor UIB menyampaikan bahwa program internasionalisasi di UIB diselenggarakan untuk mendukung pembentukan masyarakat intelektual dunia yang memiliki solidaritas dan kesepahaman dalam menjaga dan meningkatkan perdamaian dunia melalui kerja sama dan mobilitas akademik lintas negara. Saat ini lulusan program gelar bersama sudah lebih siap menghadapi tantangan global karena bukan hanya mempunyai penguasaan yang baik di bidang akademik, tetapi juga menguasai bahasa dan budaya dari negara lain tanpa mengesampingkan budaya Indonesia. Dengan demikian, peluang mereka untuk dapat bekerja pada perusahaan asing baik yang ada di dalam maupun di luar negeri lebih terbuka.

Dengan adanya lulusan dari program bersama ini menunjukkan bahwa UIB sudah mulai diakui di tingkat internasional khususnya di ASEAN Plus Three (Korea Selatan, Tiongkok, dan Jepang). Dalam menjalankan program gelar bersama ini harus ada mengedepankan prinsip kesetaraan. Hal ini ditunjukkan adanya saling mengakui kurikulum di UIB dengan kampus mitra di luar negeri. Strategi UIB dalam memilih negara-negara ASEAN Plus Three sebagai destinasi program internasional tidak terlepas dari kebijakan dan strategi Kementerian Riset, Telnologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek DIKTI) dalam mengembangkan kerja sama luar negeri.  Selain itu, program internasional terselenggara berkat adanya kelembagaan di UIB yang menangani kerja sama internasional, dalam hal ini Kantor Urusan Internasional/Internasional Relation Office (IRO). Dalam menjalankan tugas dan fungsinya, IRO UIB juga telah mendapatkan bantuan penguatan kelembagaan kerja sama internasional dari Kemenristek DIKTI melalui program PKKUI (Penguatan Kelembagaan Kantor Urusan Internasional) pada tahun 2016. (Humas UIB)

Testimoni:

Putri Andini

NPM: 14852053

Saya sangat merasa beruntung sekali dapat mengikuti Program Internasional dari Universitas Internasional Batam. Program yang saya ikuti adalah Program Joint Degree 1+1 dengan salah satu Universitas di Korea Selatan, Youngsan University. Program yang saya ikuti tersebut merupakan program 1 tahun berkuliah di UIB, dan satu tahun berkuliah di Youngsan University, dan dalam waktu 2 tahun tersebut saya mendapatkan 2 gelar Magister Hukum di UIB dan di Korea. Banyak sekali manfaat yang saya dapatkan dengan mengikuti program tersebut, salah satunya adalah saya jadi banyak mengetahui Hukum, tidak hanya di Indonesia secara terperinci tetapi juga hukum yang ada di Korea Selatan dan juga kaitannya dengan Hukum Internasional.

Selain ilmu yang saya dapatkan, banyak juga pengalaman akademik yang saya dapatkan, dengan mengikuti kompetisi-kompetisi Internasional dan dapat mengharumkan nama Universitas saya di Korea. Selain itu, banyak juga pengalaman budaya yang saya dapatkan. Mulai dari teman-teman internasional, mempelajari bahasa Korea, makanan, lifestyle, hingga traveling ke berbagai daerah di Korea Selatan, hingga pergi ke perbatasan Korea Utara. So, don’t hesitate because you’ll get many experience by joining this program. Let’s go international with UIB!

Then Triyanto

NPM: 1342068

Sungguh pengalaman yang luar biasa. Saya mengikuti Program Joint Degree di Nanjing Xiaozhuang University (NXU), Tiongkok.  Selama 2 tahun di Nanjing saya mendapatkan banyak pelajaran yang berharga, dimulai dari budaya orang Tiongkok, gaya hidup yang sehat, transportasi umum yang nyaman dll. Di NXU, setiap akhir tahun pembelajaran, akan ada acara penutupan. Dan di acara tersebut akan diumumkan “the best student of the year” per masing-masing jurusan.

Tidak hanya itu, saya juga aktif mengikuti berbagai lomba yang diselenggarakan untuk mahasiswa luar negeri. Lomba pertama yang saya ikuti diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Jiangsu yang bertemakan “同乐江苏 外国人汉语演讲比赛” yang artinya “Shared Joy in Jiangsu, Chinese Speech Competition for Foreigners”. Lomba tersebut terdiri dari 3 babak,  syukurnya saya berhasil lolos ke babak final dan dari 16 peserta final saya mendapatkan Juara 3.

Lomba kedua yang saya ikuti adalah Chinese Bridge Chinese Proficiency Competition for Foreigners Across the Globe 汉语桥 全球外国人汉语大会. Lomba ini melalui perjalanan yang sangat panjang. Pertama merupakan seleksi per kota. Saya mengikuti seleksi yang di Kota Nanjing, dari 40 peserta akan dipilih 6 peserta untuk mewakili Group Nanjing ke babak selanjutnya di Kota Beijing. Setelah saya lolos di Nanjing, 1 minggu kemudian saya berangkat menuju Beijing dengan 5 peserta lainnya. Sesampai di Beijing, kami bertemu dengan peserta dari seluruh dunia termasuk dari Benua Asia, Australia, Amerika, Eropa, Afrika, dan beberapa group lagi yang merupakan foreigners yang sedang kuliah di China seperti kami. Total ada 72 peserta dari 12 group (masing-masing group 6 peserta). Perlombaan ini telah ditayangkan di TV Nasional China CCTV4. Sayangnya Group Nanjing tidak lolos ke babak semifinal dan harus say goodbye dengan panggung CCTV4. Walaupun Group Nanjing gagal lolos ke babak selanjutnya, tapi saya masuk ke lomba perorangan 24 besar. Saya sudah sangat bersyukur karena merupakan 24 besar dari 72 peserta globally, memperoleh pengalaman lomba yang sangat luar biasa, dan persahabatan dari foreigners yang sama-sama memiliki interest yang kuat terhadap negeri tirai bambu ini.

Terima kasih kepada Universitas Internasional Batam (UIB) karena dengan adanya kerja sama Internasional inilah yang bisa membuka kesempatan lebih bagi mahasiswa-mahasiswa yang ingin kuliah di luar negeri. Semoga UIB dapat memberikan kejutan yang luar biasa lagi kepada kita semua. Inilah cerita yang dapat saya sharing ke teman-teman, semoga bisa bermanfaat bagi yang tertarik untuk mengikuti program internasional UIB.

Septiyani

NPM: 1341025

Senang sekali bisa mendapatkan kesempatan untuk belajar di korea, perkuliahan di korea sangat menyenangkan dan orang-orang disana sangat ramah, dan disana juga selama 2 tahun dapat menikmati 4 musim yang ada. Disana kami juga memiliki kesempatan untuk volunteer ke sekolah korea. Dengan program internasional yang saya ikuti ini, kesempatan untuk melihat dunia luar dan berinteraksi dengan orang asing adalah pengalaman yang luar biasa. Selain belajar bahasa dan budaya, saya jadi banyak mendapat teman-teman dari berbagai negara dan itu menjadi sesuatu yang sangat berharga.

Hendra

NPM: 1341234

Saya banyak belajar bahasa dan budaya selama saya mengikuti program Internasional di Dong A University Korea Selatan. Korea mengajarkan saya disiplin waktu, cara bertahan hidup dengan biaya seadanya, dan cara beradaptasi dengan bahasa baru. Saya bisa bekerja paruh waktu selama liburan, sehingga bisa menutupi biaya hidup dan biaya kuliah.  Selama di negeri orang tanpa sanak saudara, saya jadi lebih bisa mengembangkan diri dan lebih mengenal diri sendiri. Semua pengalaman yang saya dapatkan ini, tidak bisa terjadi jika saya tidak mengikuti program internasional UIB, dan ini merupakan pengalaman yang sangat berharga seumur hidup saya. Terima kasih UIB.