Language :

KAPAL PEMUDA KEPRI 2017



KAPAL PEMUDA KEPRI 2017

KAPAL PEMUDA KEPRI 2017

Assalamualaikum wr.wb

Perkenalkan nama saya Feggy Alfa Syahfitri, Jurusan Manajemen di Universitas Internasional Batam. Saya adalah salah satu peserta Kapal Pemuda Kepri(KPK) Jilid pertama tahun 2017 dengan rute Tanjung Uban, Tarempa dan Perairan Natuna. Saya adalah salah satu peserta yang tidak mengikuti seleksi dalam kegiatan ini karena saya langsung direkomendasikan oleh dispora untuk jalur Mahasiswa Umum. Betapa terkejutnya saya dalam hal ini karena dari sekian banyak pemuda yang ada di Kepri, tetapi saya adalah salah satu dari mereka yang beruntung.

Kegiatan KPK ini dilaksanakan selama 6 hari 5 malam di atas kapal perang KRI Teluk Ende 517 dengan nahkoda utama Letko Djawara Whimbo. Kegiatan ini dimulai dari Pelabuhan TNI-AL tanjung uban. Sebelum keberangkatan semua peserta dari Batam,Tanjung pinang, Bintan, Anambas, Karimun, Lingga dan Natuna melakukan verifikasi berkas, pembagian kelompok dan cek kesehatan ulang di gedung Aula serba guna AL serta pembagian seragam dan atribut. Hari kedua 17 Mei 2017, seluruh peserta dan panitia mengikuti Upacara Pembukaan atau Pelepasan peserta Kapal Pemuda Kepri yang langsung dipimpin oleh gubernur Kepri Bapak Dr. H. Nurdin Basirun, S.Sos, M.Si selaku inspektur upacara.

Menikmati perjalanan di atas kapal, menghirup udara segar, menikmati keindahan alam, bernuansa sunset dan menunggu pelangi setelah hujan, sungguh ini pengalaman yang tak terlupakan. Hari ketiga 18 Mei 2017 tak terasa kami telah berlabuh dipelabuhan Tarempa. Pemandangan alam disini masih hijau dan asri sekali. Lautnya bersih dan masyarakatnya sungguh ramah. Kehadiran kami disambut hangat di tengah mereka dengan penampilan Drumband, Yel-yel Pramuka dan sekumpulan TNI-AD dan AL, Guru, siswa SD, SMP dan SMK. Kegiatan kami selama singgah disana adalah seminar kelautan, mengelilingi daerah sekitar dengan kelompok masing masing dan gotong royong di tempat ibadah dan layanan umum masyarakat. Beruntungnya saya karena teman satu ada mahasiswa asli tarempa. Kami satu kelompok diajak jalan jalan ke atas bukit dengan menggunakan tiga buah sepeda motor bulak balik dengan melawati jembatan yang di bawahnya banyak terumbu karang dan ikan yang terlihat langsung karena bersihnya laut disana. Subhanallah saya sangat excited sekali. sungguh prestasi yang sangat mengagumkan bagi saya sebagai pemuda Kepri yang bisa keliling Kepri dengan gratis. Tapi sayang sekali kami hanya bisa explore Anambas dalam hitungan jam saja dan harus kembali ke kapal untuk mempersiapkan diri mengikuti seminar yang kedua di aula yang sama. Disana saya berkenalan dengan pemuda Anambas dari kegiatan pramuka yang ikut meramaikan kegiatan kami selama di Tarempa.

Hari keempat 19 Mei 2017 kapal kembali berlayar dari tarempa yang telah meninggalkan setitik kenangan indah. Kami berlayar kembali ke perairan Natuna, sangat disayangkan saat itu terjadi excident latihan perang TNI di natuna yang membuat kami para peserta tidak dapat berlabuh disana. Hal ini sempat kami tanyakan kepada panitia dari pihak kapal Cap.Cisworo bahwasannya untuk mengantisipasi buruk yang akan terjadi. Pupus sudah harapan kami untuk membeli oleh oleh disana dan bingung saat pulang akan membawa apa. Disaat perjalanan jadwal kegiatan saat itu menunjukkan untuk kami mengelilingi kapal dan memasuki jantung kapal yaitu helideck. Sangat luar biasa sekali, ditambah lagi kami melewati pulau bawah yang indah, yang ekosistemnya masih sangat terjaga dan pulau ini memiliki 3 laguna. Ya Allah kadang malu sama diri sendiri karena kurang dekat dengan alam. Dari jauh terlihat pulau ini sangat indah warna lautnya berbeda dan ada lumba lumbanya. Hari keempat adalah hari haluan pulang ke Uban melewati kepulauan Anambas. Selain itu, selama berlayar kita bersama bapak Kepala Dispora Kepri bapak  Maifrizon.

Hari kelima 20 Mei 2017 dimana hari yang sunsetnya sangat indah. Mungkin ini adalah hadiah untuk para pahlawan, serta kebanggaan bagi kami para peserta, panitia dan awak kapal TNI-AL dapat mengukir sejarah se Indonesia terkhusus untuk provinsi tercinta Kepulauan Riau yang melaksanakan upacara dalam memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke 109 di atas Kapal Perang KRI Teluk Ende 517 di laut cina selatan. Apalagi yang dapat terucap dari mulut ini, tangisan haru pun menghampiri saat hikmatnya upacara berlangsung. Selama lima hari berlangung kami melakukan aktivitas di atas kapal selalu bersama kelompok masing masing. Baik itu makan yang semunya serba biru, cuci piring, yel-yel, tidur dan berbaris. Semua ini dengan tujuan agar masing-masing kelompok mengetahui siapa yang sakit atau tidak mengikuti kegiatan. Di malam menyambut hari keenam ini kami perkelompok dipecah menjadi kota/kabupaten untuk perfome mewakili kota/kabupaten masing. Setelah itu, kakak panitia membuat malam trakhir kami itu seperti malam punya kami. Kami merasa mempunyai keluarga baru.

Hari ke-6, 21 Mei 2017 kaki kami sudah menginjak tanjung uban kembali. Alhamdulillah semua sampai dengan selamat, keluarga sudah ada yang menjemput di pelabuhan TNI Tanjung Uban. Sebelum semua peserta kembali kerumah masing masing kita melakukan upacara penutupan dengan inspektur upacara bapak Kadis Maifrizon. Setelah upacara selesai seluruh peserta dan panitia, kembali ke atas kapal untuk registrasi ulang. Setelah itu saramatul jarah dan bersalaman antar sesama. Ingat kawan pertemanan kita bukan sedekar diatas kapal, kebersamaan kita bukan hanya keterpaksaan. Ingat kawan kita pernah mengukir cerita bersama di atas kapal ini dan disaksikan ribuan kilometer laut Kepulauan Riau. Jalesveva Jayamahe. :’)

IMG_20170517_085029 IMG_20170517_085135 IMG_20170520_095341 IMG_20170521_075233