Language :

KEGIATAN KAPAL PEMUDA KEPRI 2017 Anak Pulau Seharusnya Tahu Lautannya!



KEGIATAN KAPAL PEMUDA KEPRI 2017  Anak Pulau Seharusnya Tahu Lautannya!

KEGIATAN KAPAL PEMUDA KEPRI 2017

Anak Pulau Seharusnya Tahu Lautannya!

Oleh : Rina Mustifany

 

Processed with VSCO with  preset

Processed with VSCO with preset

Sehari sebelum keberangkatan kegiatan Kapal Pemuda Kepri (KPK) 2017, aku sibuk meminjam tas packing temanku yang biasanya dia bawa untuk tracking. Begitu berdebar dan senangnya, aku semangat mengemasi segala barang-barang yang akan dibawa ke KPK 2017. Setelah mengecek surat segala perlengkapan aku pun bergegas tidur agar tidak kesiangan untuk keberangkatan keesokan harinya. Pada tanggal 16 Mei 2017 dengan baju kaos putih, rombongan seleksi Batam bersama-sama berangkat menuju Pulau Tanjung Uban menggunakan roro. Kebetulan aku yang bertugas memegang tiket para rombongan agar tidak hilang. Semacam mandor, aku memastikan tiket sesuai dengan jumlah rombongan. Akhirnya, kami pun sampai di pelabuhan Tanjung Uban, dapat kulihat sekilas kapal yang akan kami naiki nantinya si gagah KRI Teluk Ende 517 Jenis LST Landing Ship Tank.

Rombongan bergegas memasuki kawasan kediaman TNI Angkatan Laut untuk pendaftaran dan perkenalan dengan anggota seleksi dari kabupaten atau kota lainnya. Jujur baru kali itu aku mengetahui bahwa kita harus mengikuti pelaporan yang layak dan sesuai dengan ketentuan TNI AL jika ingin masuk ke kawasannya. Dengan baris berbaris yang rapi dan mengikuti komandan barisan akhirnya kami pun sampai di gedung serbaguna TNI AL. Di tempat itu kami dikenalkan dengan para peserta lainnya dan dibagi menjadi beberapa kelompok, maka aku pun terpisah dari rombongan Batam tapi sungguh itu merupakan awal dari sebuah ikatan yang baik antara anggota kelompokku yang lain yang tentu saja berasal dari kota dan kabupaten yang berbeda.

Sehari sebelum pemberangkatan seluruh peserta yang akan melaksanakan pelayaran diperiksa kesehatan masing-masing individu oleh tim kesehatan dari Dinas Kesehatan Lantamal IV Tanjungpinang agar pelayaran dapat berjalan lancar dan aman. Setelah itu program dilanjutkan di atas kapal yang diisi dengan pemberian materi yang lebih menegaskan tentang NKRI yang dibagikan oleh para anggota TNI Angkatan Laut. Selain itu, adanya materi mengenai BNN, Seminar Pemuda dan tidak lupa juga mengenai pentingnya pelestarian Bahasa Indonesia oleh pemuda Indonesia khususnya daerah Kepulauan Riau. Kegiatan KPK 2017 ini juga tidak lepas dari kegiatan upacara, secara garis besarnya ada upacara ketika kapal berlabuh, ketika kapal lepas sandar, ketika acara dimulai dan pembubaran. Dari semua upacara yang berlangsung, tentu upacara dalam memperingati hari Kebangkitan Nasional adalah hal yang paling menakjubkan bagi ku.

Hari pelepasan peserta pun tiba, aku tidak sabar untuk segera berlayar. Pelepasan ini diawali dengan upacara dengan kami berpakaian lengkap dengan syal dan topi disematkan pin burung garuda yang perkasa. Sekilas aku mendengar Pak Gubernur Kepri dalam pidatonya berkata bahwa kegiatan pelayaran Kapal Pemuda Kepri tahun 2017 adalah untuk mendukung program Pemerintah RI mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia dan sesuai dengan visi pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau, “Terwujudnya Kepulauan Riau sebagai Bunda Tanah Melayu yang Sejahterah,Berakhlak Mulia, Ramah lingkungan dan unggul di bidang Maritim”.

Dikatakan pula bahwa maksud dan tujuan “Kapal Pemuda Kepri tahun 2017” ini sebagai pembinaan mental pemuda melalui peningkatan wawasan 4 pilar kebangsaan dan penguatan serta pengelolaan secara maksimal potensi kemaritiman dalam mewujudkan pemuda kepri sebagai garda pemuda Indonesia berporos maritim.

Di atas kapal aku dikejutkan untuk pertama kalinya dengan tempat tidur ala-ala tentara seperti jenis tempat tidur deck yang setiap tidur kutatap ada peninggalan coretan coretan dari tentara yang terdahulu, sungguh ini membuatku berterima kasih kepada jasa-jasa mereka dalam melindungi NKRI. Selain itu, kita juga diwajibkan untuk mengurus makanan sendiri dan mengemasinya. Seluruh perlengkapan makan peserta diwajibkan untuk memakai warna biru, jadi tertukar sendok, garpu atau piring bukanlah hal yang tidak biasa. Hal lain yang mungkin tidak akan kulupakan adalah tempat mandi dan keseruan ketika kebersamaan di dalam kamar tidur. Mabuk laut yang tidak dapat dihindarkan dan tentu saja cerita cerita konyol ketika bersama teman-teman satu lorong kamar tersebut.

Kegiatan yang kita lakukan di atas kapal adalah pemberian materi yang lebih menegaskan tentang NKRI yang dibagikan oleh para anggota TNI Angkatan Laut. Selain itu, adanya materi mengenai BNN, Seminar Pemuda dan tidak lupa juga mengenai pentingnya pelestarian Bahasa Indonesia oleh pemuda Indonesia khususnya daerah Kepulauan Riau.

Setelah melakukan kegiatan di atas KRI Teluk Ende, kami juga diberikan kesempatan untuk turun ke darat tepatnya di daerah Pulau Tarempa, Kepulauan Anambas. Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris, didampingi Kapolres AKBP Junoto, serta pejabat pemerintah Kabupaten Anambas  lainnya menyambut kedatangan rombongan, penghormatan juga diberikan kepada Kapten KRI Teluk Ende Letkol Laut (P) Djawara Heny Twies Whimbo. Tampak dalam acara penyambutan, juga dimeriahkan oleh ratusan pelajar, diiringi dengan mercing band, lalu para pemuda menuju kantor Bupati Anambas. Setelah beberapa saat, Rombongan KPK 2017 menghadiri Seminar Kemaritiman yang langsung dipimpin Bupati Anambas dan Kadispora Kepri Maifrizon. Tentu aku sangat senang ketika sampai ke Pulau ini, karena Tarempa adalah tanah kelahiran ayahku. Sungguh bangga bisa berpijak lagi di pulau yang kaya akan keindahan dan baharinya ini.

Di Tarempa kami juga diwajibkan untuk mengikuti Bakti sosial kerja bakti dan pemberian alat tulis dan buku-buku kepada siswa-siswi di pulau ini. Juga ada pemberian alat tangkap ikan kepada nelayan yang ada di setiap daerah sasaran serta jamuan makan malam oleh Bapak Bupati dan warga setempat. Keesokan harinya, adalah hari yang paling membuatku terkesima, kami melakukan upacara dalam memperingatu Kebangkitan Nasional di atas lautan Natuna bersama dengan seluruh awak kapal KRI Teluk Ende dan 300 peserta KPK 2017. Satu kesempatan yang tidak semua orang dapat merasakannya.

Akhirnya di hari terakhir, tiba saatnya kami untuk berpisah. Ini semua berasa manis dan pahit, tentu ikatan yang terjalin tidak akan mudah untuk dilupakan. Segala kegilaan dan ombang ambing kapal KRI Teluk Ende 517 yang masih terus terbayang hingga aku menginjakkan kaki ke darat lagi. Percakapan dan pentas seni yang mengeratkan pertemanan yang terjalin, segala kerjasama yang dilakukan bersama akan terus kuingat. Kapal Pemuda Kepri 2017 tidak hanya memberiku pengalaman yang berarti tetapi juga keluarga baru.

Kegiatan Kapal Pemuda Kepri 2017, telah membuka mata para pemuda yang telah mengikuti kegiatan bergengsi ini termasuk diriku. Tentunya kita lebih menyadari betapa pentingnya menjaga hak negara dan apa yang kita miliki sebagai NKRI. Siapa lagi yang akan melindungi Indonesia kedepannya kalau tidak generasi muda nya sendiri. Jalesveva Jayamahe, kembali ke laut kita jaya.

“Di laut kita berlayar, di laut kita bisa, di laut kita bersama.”