Language :

Lulusan UIB Berdaya Saing Global dengan Sertifikasi Internasional



Lulusan UIB Berdaya Saing Global dengan Sertifikasi Internasional

Agar dapat mengikuti perubahan zaman yang semakin cepat, Universitas Internasional Batam (UIB) berupaya secara terus-menerus untuk melahirkan lulusan-lulusan yang mempunyai daya saing tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga di tingkat internasional. Hal ini dilakukan agar lulusan UIB dapat berkompetisi di pasar kerja internasional. Bekal yang diberikan UIB kepada para lulusannya bukan hanya kemampuan berbahasa asing (Inggris, Mandarin, dan Korea) dan pengalaman internasional (seperti join degree program) tetapi UIB juga membekali mahasiswanya dengan sertifikasi internasional. Salah satu sertifikasi internasional yang diberikan kepada lulusan UIB khususnya lulusan dari Program Sarjana Akuntansi adalah ACCA (Association of Chartered Certified Accountants).

ACCA merupakan badan global terkemuka untuk para akuntan profesional yang didirikan pada tahun 1904 di Inggris. ACCA memberikan kualifikasi pilihan pertama berkelas dunia yang relevan dengan kebutuhan industry kepada orang-orang yang ingin memiliki karir cemerlang di bidang akuntansi, keuangan dan manajemen. ACCA memiliki 198.000 anggota, 486.000 peserta belajar di sekitar 180 negara. ACCA juga bekerja sama dengan 7.291 perusahaan di seluruh dunia, dimana setiap anggota dan peserta belajar ACCA memiliki kesempatan untuk bekerja di perusahaan-perusahaan tersebut.  Sertifikasi Internasional ini diharapkan dapat mendukung daya saing lulusan UIB dalam mengembangkan karir di luar negeri.

Pada hari kamis, 30 November 2017, Universitas Internasional Batam akan menyelenggarakan Wisuda Program Magister, Sarjana, dan Diploma XIII di Hotel Swissbell Batam. Pada kesempatan kali ini, UIB akan mewisuda calon wisudawan yang berhasil meraih sertifikasi kompetensi internasional. Ada sembilan calon wisudawan yang meraih sertifikasi profesi internasional. Diantaranya adalah Epi Panjaya, S.E., Dipl.AB yang berasal dari SMA Maha Bodhi Tanjung Balai Karimun. Mahasiswi kelahiran Tanjung Balai Karimun, 23 Maret 1996 ini juga meraih IPK 3.78 dengan prediket Cumlaude. Tidak hanya Epi, UIB juga akan memberikan penghargaan kepada Silvy Ekaputri, S.E., Dipl.AB yang berasal dari SMAN 1 Tanjung Pinang. Mahasiswi kelahiran Tanjung Pinang, 10 Agustus 1997 ini juga meraih IPK 3.89 dengan prediket cumlaude dan TOEIC score 950.

Tujuh wisudawan peraih sertifikasi internasional lainnya adalah Merry, S.E., Dipl.AB yang berasal dari SMK Kartini Batam, dengan IPK 4,00 dan TOEIC Score 885, Diana Lim, S.E., Dipl.AB yang berasal dari SMK Kartini Batam, dengan IPK 3.95 dan TOEIC Score 940, Janssen Copernicus Firstman, S.E., Dipl.AB yang berasal dari SMA Santo Yusup Karimun, dengan IPK 3.86 dan TOEIC Score 825, Apnika, S.E., Dipl.AB yang berasal dari SMKN 1 Tembilahan, dengan IPK 3.44 dan TOEIC Score 760, Yosmiyanti, S.E., Dipl. AB yang berasal dari SMA Maitreyawira Batam, dengan IPK 3.90 dan TOEIC Score 735, Cindy Crisnawati, S.E., Dipl.AB yang berasal dari SMA Maitreyawira Batam, dengan IPK 3.53 dan TOEIC Score 865, dan Edi Santoso, S.E., Dipl.AB yang berasal dari SMKN 1 Tanjung Pinang, dengan IPK 3.97 dan TOEIC Score 960.

 “ACCA bangga dapat bekerjasama dengan UIB dan memberikan support kepada para mahasiswa jurusan akuntansi untuk dapat menjadi akuntan professional yang berstandar internasional di kemudian hari dan memungkinkan kita untuk terus membangun bersama-sama bidang akuntansi dan keuangan profesional di Indonesia. ACCA mendukung pengembangan akuntan profesional, sehingga industri Indonesia dan para akuntan muda dapat bersaing dan bahkan mengambil peran utama di pasar global. Harapan kami untuk lulusan akuntansi dari UIB adalah untuk dapat memiliki daya saing internasional ketika memasuki dunia kerja dan dapat menjadi modal dalam mencari kerja di berbagai negara,” Kata Conny Siahaan, Kepala kantor perwakilan ACCA di Indonesia.

Tidak hanya itu, Ria Karina, SE., MM. sebagai Ketua Program Sarjana Akuntansi UIB juga mengungkapkan bahwa ACCA merupakan sertifikasi internasional dimana peserta sudah menyelesaikan modul Fundamental 1, 2, dan 3 (F1, F2, dan F3) serta Foundation in Professionalism Ethics Modul. Dengan cara demikian peserta akan mendapatkan gelar Diploma in Accounting and Business dari ACCA selain gelar Sarjana Ekonomi dari UIB. Lulusan yang mengantongi gelar dari ACCA akan mampu berkarir pada bidang akuntansi di 93 negara.

Pada era globalisasi ini, menjadi unggul dengan memiliki daya saing global tidak cukup dengan memperoleh IPK tinggi.  Kompetensi merupakan kata kunci untuk sukses dikancah persaingan global. Perlu diketahui bahwa saat ini, pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek DIKTI) telah menetapkan lulusan perguruan tinggi berhak untuk mendapatkan ijazah, sertifikasi profesi, sertifikasi kompetensi,  gelar, dan surat keterangan pendamping ijazah. Membekali lulusan UIB dengan sertifikasi profesi tidak hanya meningkatkan daya saing lulusan tetapi merupakan salah upaya UIB untuk melebihi Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN DIKTI), khususnya standar penilaian pembelajaran. Saat ini, semua program studi di UIB sudah membekali lulusannya dengan sertifikasi internasional sesuai dengan bidang studinya. Selain Program Sarjana Akuntansi, Program Sarjana Manajamen juga telah membekali lulusannya dengan sertifikasi internasional, salah satunya adalah CISMA (Certified International Sales Management Associate).

Relitas menunjukkan bahwa 9,5% dari total pengangguran di Indonesia merupakan alumni dari perguruan tinggi. Membekali lulusan dengan sertifikasi kompetensi merupakan upaya untuk membuat lulusan perguruan tinggi lebih kompetitif.

“Prof. Dr. Karjantoro, CPA selaku Rektor UIB menegasakan bahwa  “Kita akan selalu support, semua program studi untuk mengembangkan kerja sama dengan asosiasi profesi dan lembaga sertifikasi kompensi agar bisa membekali semua lulusan minimal dengan tiga sertifikasi kompetensi selain kemampuan Bahasa Inggris. Kami menyadari bahwa IPK dan kemampuan Bahasa Inggris saja tidak cukup untuk menghadapi persaingan global saat ini”.