Language :

PENANDATANGANAN NOTA KESEPAHAMAN ANTARA DIREKTORAT JENDERAL KERJASAMA ASEAN DAN UNIVERSITAS INTERNASIONAL BATAM ASEAN 50 : CAPAIAN DAN TANTANGAN



PENANDATANGANAN NOTA KESEPAHAMAN ANTARA DIREKTORAT JENDERAL KERJASAMA ASEAN DAN UNIVERSITAS INTERNASIONAL BATAM ASEAN 50 : CAPAIAN DAN TANTANGAN

(03/11-UIB) Batam- Universitas Internasional Batam (UIB) resmi memiliki Pusat Studi ASEAN (PSA) setelah Direktorat Jenderal (Ditjen) Kerjasama ASEAN, Kementerian Luar Negeri melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang kerja sama bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dengan Universitas Internasional Batam (UIB).

“Kami dari Ditjen Kerjasama ASEAN Kementerian Luar Negeri punya tujuan untuk mensosialisasikan tentang ASEAN ke daerah-daerah di Indonesia. Batam sebagai salah satu wilayah terdepan Indonesia, tentu menjadi perhatian khusus bagi kami.  Kerjasama ini untuk mendorong peningkatan pemahaman masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Batam terhadap ASEAN,” ujar Sekretaris Ditjen Kerja Sama ASEAN,  Ashariyadi.

Lebih lanjut, beliau menambahkan bahwa  kerja sama dilakukan pihaknya dengan UIB karena UIB telah menjalin banyak kerjasama dengan negara-negara lain, bahkan tidak hanya dengan negara tetangga saja, sehingga ke depannya UIB dianggap sangat layak untuk  menjadi  salah satu ASEAN University.

Hal senada juga diungkapkan oleh Rektor UIB, Prof. Handoko Karjantoro, CPA yang berucap, “ UIB merupakan perguruan tinggi di Provinsi Kepulauan Riau yang paling banyak menjalin kerja sama dengan luar negeri, tidak hanya negara-negara yang tergabung di ASEAN.  Awalnya memang hanya di ASEAN, tapi sekarang sudah ASEAN plus.”

Rektor UIB, Prof. Handoko Karjantoro, CPA juga menambahkan, “Cukup banyak mahasiswa UIB yang dikirim untuk melakukan Summer/Winter Camp, Credit Transfer, dan Double Degree Program  di antaranya ke Korea, Thailand, Vietnam dan Cina. Selain itu, UIB merupakan satu-satunya Perguruan Tinggi di Provinsi Kepulauan Riau yang dipercaya untuk menerima mahasiswa dari negara lain dalam program Darmasiswa diantaranya dari Italia, Ukraina, Malaysia dan Vietnam. Jadi, sangat cocok sekali jika Kementerian Luar Negeri bekerjasama dengan UIB “.

Sehubungan dengan itu,  dengan dibentuknya Pusat Studi ASEAN di UIB, Ashariyadi berharap  agar para mahasiswa UIB nantinya bisa menjadi kader untuk memberikan pemahaman mengenai ASEAN kepada masyarakat. Selain itu ia juga meminta para dosen di UIB dapat melakukan riset terhadap ASEAN. “Saya yakin masyarakat Batam peduli terhadap ASEAN. Mudah-mudahan kerjasama ini bisa kita isi sama-sama sesuai dengan Tri Dharma perguruan tinggi,” tuturnya.