Language :

PKPA


PENDIDIKAN KHUSUS PROFESI ADVOKAT (PKPA)

Latar Belakang

Peluang lulusan Hukum (Sarjana Hukum/SH) untuk menggeluti profesi advokat dengan ini semakin terbuka luas. Telah menjadi konsekuensi yuridis sesuai dengan penjelasan di atas bahwa bagi Sarjana Hukum yang ingin menggeluti Profesi Advokat wajib mengikuti segala ketentuan yang berlaku dalam segala hal tentang proses menjadi Advokat. Berdasarkan Pasal 3 UU Advokat yang menentukan persyaratan calon advokat untuk menasbihkan dirinya sebagai Advokat antara lain adalah warga negara Indonesia, domisili Indonesia, tidak berstatus pejabat negara atau pegawai negeri, seorang Sarjana Hukum yang berusia minimal 25 tahun, telah mengikuti Pendidikan Khusus Profesi Advokat, telah magang di Kantor Hukum setidaknya 2 (dua) tahun berturut-turut, dan telah lulus ujian advokat. Tahapan yang perlu dilalui oleh seorang calon advokat terlebih dahulu harus lulus dalam mengikuti ujian advokat. Persyaratan dalam mengikuti ujian Advokat, sertifikat Pelatihan Khusus Profesi Advokat (PKPA) merupakan persyaratan utama dalam mengikuti ujian Advokat. Sertifikat ini didapatkan melalui keikutsertaan dalam kursus PKPA. Kursus ini terselenggara dalam rangka menjaga profesionalisme dan etika Profesi Advokat yang merupakan Profesi Terhormat (officium nobile). Pada akhirnya diharapkan para Sarjana Hukum yang melaksanakan profesi advokat benar-benar dapat bertanggungjawab, memiliki integritas, dedikasi dan kompetensi yang layak.

Ruang Lingkup Kegiatan

PKPA diselenggarakan pada Kampus Universitas Internasional Batam dengan sasaran peserta yang merupakan Sarjana Hukum baik Hukum secaraumum, hukum syariat, hukum militer maupun Kepolisian yang ingin melanjutkan karir sebagai Profesi Advokat. Kegiatan ini dijalankan dengan dipandu oleh para instruktur yang memiliki komptensi dalam tingkatan praktik sehingga pada kegiatan pelatihan ini diharapkan akan mampu memberikan informasi, pendidikan dan pengetahuan berkaitan dengan dunia profesi advokat. Menggunakan narasumber yang berasal dari kalangan profesi secara langsung ini diharapkan dapat memberikan gambaran dan memotivasi kepada peserta pelatihan untuk menjadi pelaku profesional dalam menekuni bidang advokat.