Language :

Profil LPPM


LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT

Visi-Misi dan Struktur Organisasi LPPM

Memasuki usia ke-17 pada tahun 2017 ini, peran UIB di bidang penelitian dan pengabdian masyarakat menunjukkan trend yang positif dari tahun ke tahun dilihat dari jumlah penelitian, publikasi dan dana penelitian dari pihak ketiga selama lima tahun terakhir. Pada tahun 2017, LPPM-UIB dinyatakan termasuk ke dalam cluster madya.

Visi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Internasional Batam (LPPM-UIB) adalah “menghasilkan penelitian dan publikasi berbasis IPTEKS yang kreatif dan inovatif dan berkontribusi terhadap perubahan lingkungan global yang membawa dampak dalam pembangunan di Kepulauan Riau dan sekitarnya”. Berikut misi yang diemban untuk mencapai visi tersebut:

  1. Mengembangkan penelitian unggulan berbasis ipteks guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat khususnya Kepr
  2. Meningkatkan standart mutu manajemen dan layanan lembaga di bidang penelitian
  3. Meningkatkan kerjasama nasional dan Internasional dibidang penelitian dan pengabdian masyaraka

Aspek kelembagaan menjadi faktor penting dalam menunjang pencapaian indikator kinerja LPPM-UIB. Keberadaan LPPM berada langsung di bawah koordinasi Wakil Rektor I Bidang Akademik, sebagaimana ditunjukkan pada gambar 3. LPPM memiliki garis koordinasi dengan dekan pada tingkat fakultas. Untuk lebih mendorong minat dan motivasi dosen dalam melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat, maka dibentuk dua bidang di bawah LPPM, yakni Bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (Litabmas) serta Bidang Kewirausahaan. Bidang Litabmas terdiri dari berbagai pusat studi yang menampung minat dan kompetensi dosen. Pusat studi yang ada saat ini adalah: 1) Pusat Studi Wanita, 2) Pusat Studi Ilmu Sosial, dan 3) Pusat Studi Lingkungan, dan 4) Pusat Studi Teknologi dan Informasi.

Gambar 3. Struktur Organisasi LPPM-UIB

Program Kerja

LPPM-UIB mempunyai program kerja yang fokus pada peningkatan kualitas dan jumlah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat serta publikasinya. Selain itu juga program kerja untuk peningkatan kualitas layanan dan jejaring untuk penyelenggaraan pelatihan dan kajian. Berikut uraian program kerja LPPM-UIB:

  1. Meningkatkan kualitas dan jumlah penelitian serta pengabdian kepada masyaraka
    1. Menyelenggarakan forum  diskusi  rutin  terkait  pelaksanaan  kegiatan  penelitian  dan pengabdian  m
    2. Mengadakan pelatihan penulisan proposal penelitian dan pengabdian pada masyarakat.
    3. Mengadakan pelatihan penulisan karya ilmiah.
    4. Mengadakan pelatihan pengolahan dan interpretasi data.
    5. Membangun database peluang hibah dan kerja sama untuk penelitian dan pengabdian masyarakat di dalam negeri maupun luar nege
    6. Mengikuti kompetisi dan hibah untuk kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat dari KEMENRISTEK DIKTI dan kementerian/institusi lainnya di dalam dan luar nege
  2. Meningkatkan jumlah publikasi penelitian dan pengabdian pada masyaraka
    1. Mengadakan pelatihan dan workshop menulis artikel untuk terbit di berbagai jurna
    2. Mengadakan pelatihan penulisan buku, dan publikasi lainnya.
    3. Mengadakan kerja sama dengan berbagai lembaga publikasi di tingkat nasional dan Internasiona
    4. Meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana publikasi internal UIB.
    5. Meningkatkan jumlah HAK
  3. Meningkatkan kualitas layanan LPPM-UIB.
  4. Mengadakan kerja sama dengan perguruan tinggi/pemerintah/industri serta instansi lainnya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas layanan LPPM-UIB ke masyarakat.

 

Capaian Indikator Kinerja LPPM-UIB

Selama lima tahun terakhir UIB telah mendapatkan berbagai hibah penelitian yang didanai oleh Kemenristekdikti, instansi pemerintah, maupun instansi swasta. Berbagai penelitian tersebut diantaranya merupakan penelitian multi tahun yang hasilnya berbagai rekomendasi kebijakan yang diberikan kepada pemerintah ataupun instansi terkait. Salah satu isu yang sangat menonjol menjadi isu nasional adalah seperti pada awal tahun 2016 ini berkaitan dengan isu dualisme kepemimpinan di Kota Batam, pembubaran Badan Pengusahaan Batam, dan perubahan status FTZ Batam menjadi KEK. UIB telah melakukan penelitian dimaksud dan sudah menyampaikannya hasilnya kepada pemerintah melalui FGD dan seminar nasional, rapat dengar pendapat yang dihadiri oleh seluruh stakeholder di Kota Batam dan provinsi Kepri diantaranya pejabat BP Batam, Gubernur, DPR, DPRD, himpunan pengusaha maupun masyarakat luas. Dari sini dapat dilihat bahwa UIB berusaha untuk semakin berperan dalam usahanya untuk membantu pemerintah dalam memberikan rekomendasi kebijakan yang bisa diaplikasikan secara langsung pada pemerintah.

Dalam menjalankan peran UIB di bidang pendidikan tinggi yang berkualitas, tentunya dibutuhkan hasil-hasil penelitian yang outputnya mendukung dalam proses pendidikan dan pengajaran. Hasil di bidang pendidikan pengajaran adalah dalam bentuk penambahan bahan ajar, sehingga pengembangan pendidikan dan pengajaran ada variasi ke arah research-centered learning. Perubahan ini sebagai sintesa dan metamorfosa dari hasil penelitian yang telah dilakukan, kemudian hasilnya diimplementasikan kepada masyarakat dan akhirnya dapat memperkaya pendidikan pengajaran dalam bentuk tambahan bahan ajar untuk beberapa mata kuliah yang relevan.

Berbagai hibah pernah LPPM-UIB dapatkan  dari Kemenristekdikti. Pada tahun 2013 mendapatkan hibah pendanaan untuk 6 judul penelitian dosen pemula dan satu judul penelitian hibah bersaing. Pada tahun 2014 diperoleh pendanaan hibah untuk 20 penelitian dosen pemula, 2 judul penelitian hibah bersaing, 1 judul hibah penelitian disertasi. Pada tahun 2015 mendapatkan 3 judul penelitian hibah bersaing dan 1 judul penelitian hibah fundamental. Pada tahun 2016 LPPM-UIB mendapatkan 7 hibah penelitian dosen pemula dan 1 judul penelitian fundamental serta tahun 2017 mendapatkan 1 hibah penelitian produk terapan dan 8 penelitian dosen pemula. Berbagai hibah dari Kemenristekdikti tersebut membuktikan bahwa program pengembangan penelitian di UIB merupakan salah satu program unggulan yang menjadi perhatian oleh manajemen UIB secara nyata. Manajemen UIB senantiasa mendorong dan menfasilitasi setiap dosen untuk pengembangan kompetensi penelitiannya serta publikasi ilmiah.

Dalam pengembangan kemampuan dosen dalam bidang penelitian, di tahun 2015 LPPM- UIB telah melaksanakan program pelatihan pembuatan proposal ilmiah pelatihan yang dibiayai oleh Kemenristekdikti melalui program stimulus penulisan proposal Hibah Dikti 2015. Output dari kegiatan ini adalah setiap dosen atau peserta mampu membuat dan menyiapkan proposal untuk dikirim ke Kemenristekdikti melalui simlitabmas pada tahun 2016. Selain itu, beberapa program lain yang diadakan, seperti: Pelatihan Penulisan Artikel Jurnal Online “Implementasi Artikel Ilmiah pada Program Mendeley” di tahun 2016. Maksud dari kegiatan ini adalah memberikan bekal pengetahuan tentang pemanfaat program Mendeley dalam penulisan jurnal, sehingga memudahkan orang lain dalam mensitasi artikel yang telah dipublikasikan, yang akhirnya berdampak pada peningkatan H-indek peneliti. Dalam perkembagannya jumlah dan kualitas dari artikel ilmiah yang terbit di berbagai jurnal berbasis online ini akan sangat signifikan dalam meningkatkan rating perguruan tinggi tersebut selain itu sebagai salah satu modal bagi dosen dalam meningkatkan jenjang jabatan akademiknya.

Orientasi Penelitian

Rencana induk penelitian Universitas Internasional Batam dilaksanakan dalam upaya menghasilkan penelitian dan publikasi yang berbasis Ipteks yang kreatif dan inovatif untuk berkontribusi terhadap perubahan lingkungan global yang membawa dampak dalam pembangunan masyarakat Kepulauan Riau dan sekitarnya. Fokus pengembangan penelitian unggulan tertuang dalam 6 road map bidang penelitian yakni:

  1. Pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif
  2. Kajian kawasan ekonomi khusus
  3. Strategi pembelajaran
  4. Hukum bisnis dan hak asasi manusia
  5. Bidang kajian transportas
  6. Pengembangan teknologi otomasi

Dalam RIP ditambahkan bahwa penelitian internasional sebagai penelitian rintisan. Hal ini mengingat semakin meningkat jumlah mitra internasional. Berdasarkan data jumlah MoU untuk kerja sama di bidang akademik untuk pengembangan Tridharma Perguruan Tinggi, saat ini terdapat 37 kerja sama dengan perguruan tinggi asing. Model penelitian yang dilakukan adalah penelitian kolaborasi antar dosen dengan sumber pendanaan dari dalam dan luar negeri.

 

Lampiran 1

Lampiran 2

 

 

 

 

 

 

Beri