Language :

SOSIALISASI KENAIKAN SANTUNAN KECELAKAAN OLEH JASA RAHARJA



SOSIALISASI KENAIKAN SANTUNAN KECELAKAAN OLEH JASA RAHARJA

healing serif;”> 

click serif;”>PT Jasa Raharja (Persero) Kantor Cabang Kepulauan Riau(Kepri) mengadakan sosialisasi dengan tema “Kenaikan besar santunan korban kecelakaan penumpang umum dan korban kecelakaan lalu lintas jalan”. Sosialisasi tersebut berlangsung pada hari Jumat (26/5/2017) di ballroom Harris Hotel Batamcenter, Batam. Acara tersebut berlangsung dengan diskusi panel yang menghadirkan tiga orang panelis, yaitu AKBP Tolopan Simanjuntak mewakili Dirlantas Polda Kepulauan Riau, Haryo Pamungkas selaku Kepala Cabang Jasa Raharja Kepri serta Windi Afdal mewakili akademisi dari Fakultas Hukum Universitas Internasional Batam(UIB). Adapun sesi diskusi tersebut dipandu oleh Saibansah Dardani, Pemimpin Redaksi BATAMTODAY.COM

Berdasarkan Permenkeu RI No.15/PMK.10/2017, santunan bagi korban kecelakaan angkutan umum yang meninggal dunia naik dari Rp25 juta menjadi Rp50 juta, cacat tetap Rp50 juta, biaya perawatan naik dari Rp10 juta menjadi Rp20 juta, dan biaya penguburan naik dari Rp2 juta menjadi Rp4 juta.  Akan tetapi, bagi penumpang angkutan udara, jumlah tanggungan tidak mengalami perubahan atau peningkatan. Misalnya bagi korban meninggal dunia Rp50 juta, cacat tetap Rp50 juta dan biaya perawatan Rp25 juta. Sementara besar santunan kecelakaan lalu lintas, yang diatur berdasarkan Permenkeu RI No.16/PMK.10/2017, dijelaskannya, korban meninggal dunia mencapai Rp50 juta, cacat tetap Rp50juta, biaya perawatan Rp20 juta dan biaya penguburan Rp4 juta.  “Melalui kenaikan santunan ini diharapkan dapat membantu dan menekan tingkat kemiskinan di masyarakat,” ujar Haryo. Selain itu, terdapat pula manfaat baru yang diberikan kepada korban kecelakaan, meliputi penggantian biaya P3K Rp1juta dan penggantian biaya ambulans Rp500 ribu.

AKBP Tolopan Simanjuntak dalam paparannya menambahkan, laporan kecelakaan dari polisi menjadi salah satu syarat penting bagi korban kecelakaan untuk mencairkan klaim. Pihaknya siap untuk memberikan bantuan jika ada warga yang mengalami kecelakaan lalu lintas di jalan raya, khususnya dalam pengurusan laporan kecelakaan. “Untuk keperluan administrasi, pengajuan klaim kecelakaan lalu lintas, baik karena murni kecelakaan atau pun karena kelalaian. Laporan akan tetap kami buat,” kata Tolopan. 

Sementara itu Windi Afdal menyoroti eksistensi (PT.Jasa Raharja(Persero) selaku Badan Usaha Milik Negara(BUMN) pelaksana asuransi wajib bagi korban kecelakaan merupakan manifestasi peran negara dalam usahanya untuk melindungi dan memajukan kesejahteraan bangsa Indonesia. Sebagai gambaran, pada tahun 2016 setidaknya terjadi 105.000 kasus kecelakaan dan dari angka tersebut tidak kurang 30.000 jiwa meregang nyawa akibat kecelakaan lalu lintas. Dari 30.000 korban jiwa tersebut umumnya adalah masyarakat produktif, berjenis kelamin laki-laki serta sebagian besar diantaranya merupakan pengendara sepeda motor. Dengan mempertimbangkan pendapatan perkapita nasional ($3.500) yang lebih kurang mendekati nilai santunan, diharapkan dapat menjadi jaring pengaman bagi penghidupan ekonomi lemah sehingga dalam waktu satu tahun ahli waris korban dapat bangkit kembali. “Dalam konteks inilah, kenaikan santunan kecelakaan menjadi Rp.50.000.000,00 merupakan suatu keputusan rasional yang patut diapresiasi dari pemerintah” ujarnya.

3 2 1