Bahasa :

Bersama Masyarakat Sembulang, UIB Turun Tangan Bersih Pantai



 

Siapa yang tidak kenal SAMPAH?

Setiap yang mendengar kata ini tentunya jorok dan kotor yang terlintas di benak.

Dari sinilah, kami terpanggil untuk go clean dalam rangka Ocean Clean Day 2019 bersama masyarakat Kelurahan Sembulang, Kecamatan Galang, Kota Batam.

Sabtu, 16 Februari 2019 Sivitas Akademika Universitas Internasional Batam, yang dikoordinasi oleh Pandu Prasodjo, M.Pd. (selaku Sekretaris LPPM UIB dan Dosen S1 Pendidikan Bahasa Inggris UIB) menyambut hangat ajakan masyarakat Kelurahan Sembulang untuk gabung dalam acara Bersih Pantai yang dilakukan di tiga titik pantai, yakni Pantai Camping, Pantai Pasir Putih, dan Pantai Sembulang. Bisa dilihat memang di tiga titik pantai tersebut butuh sentuhan tangan masyarakat untuk membersihkannya.

Kegiatan ini diawali pembukaan sekaligus pengarahan penempatan personil ke masing-masing titik pantai. Pihak Kelurahan menyampaikan perintah dan amanah untuk selalu sadar akan lingkungan bersih dan selalu mengajak kawan untuk giat dalam bersih pantai.

Bersih pantai dengan alat yang telah dipersiapkan seperti karung plastik, sapu, dan alat jumput sampah lainnya, dilakukan dari pukul 08.30 – 11.20 WIB.

Terik panas matahari bercampur bau sampah sepanjang pesisir pantai menemani perjuangan kami selama bersih pantai. Edy Yulianto Putra, M.M. (Dosen S1 Manajemen UIB), yang turut andil dalam kegiatan ini, mengaku jika kesadaran lingkungan pantai harus dijaga dan selalu dirawat. Dia dengan tegas mengutarakan bahwa sampah disini kebanyakan botol, plastik, dan ada pula pakaian dalam. Sangat miris, namun harus dibersihkan dengan semangat.

Semangat kami terus melaju hingga menjelang jam 11.00 WIB, dan sampah telah banyak diangkut oleh mobil sampah, lanjut diinstruksikan untuk kembali ke tempat pengarahan guna sosialisasi kesadaran lingkungan.

Inilah kami, bersama masyarakat Sembulang, mencoba menggerakkan hati d=untuk sadar dan merawat lingkungan dengan berani turun tangan.

Mari jaga kebersihan lingkungan pantai, karena pantai tempat bermain generasi penerus bangsa, dan ladang amal untuk mencari nafkah.



Comments are closed.