Bahasa :

Dosen Ilmu Komputer dan Pariwisata menyampaikan Pengaruh Industri 4.0 di Stikes Bunda Harapan Persada



Pada hari selasa, 27 agustus 2019, 3 dosen UIB: Tony Wibowo, S.Kom, MMSI (Ka.PS Sistem Informasi), Haeruddin, S.Kom, MMSI (Ka.PS Teknologi Informasi) dan Dr. Oda I.B. Hariyanto (Ka.PS Pariwisata) diundang oleh Stikes Bunda Harapan Persada (Stikes BHP) sebagai pembicara tentang pengaruh revolusi industri 4.0 terhadap Pendidikan tinggi. Acara yang diikuti oleh 150 mahasiswa Stikes BHP tersebut adalah bagian dari proses penerimaan mahasiswa baru dan revolusi industry 4.0 menjadi salah satu tajuk utama yang sangat diperlukan untuk disadari oleh mahasiswa.

Pembicara pertama dimulai dengan Tony Wibowo, S.kom, MMSI yang berfokus pada peran manusia dan bagaimana manusia bisa bertahan dengan automisasi industry kedepan. Mahasiswa dituntut memiliki keahlian tidak hanya hardskill, namun juga softskill dan terutama sekali karakter yang memiliki integritas dan etika yang tinggi. Manusia harus menjadi pusat dari bagaimana teknologi bekerja. Memiliki kemampuan untuk berkolaborasi dengan siapapun dan keahlian multidisiplin juga menjadi point yang penting.

Pembicara kedua, Haeruddin, S.Kom, MMSI berfokus pada bagaimana teknologi membantu manusia dan bahkan menggantikan manusia kedepannya. Semua pekerjaan clerical dan physical akan bisa digantikan oleh mesin. Manusia kedepan harus berfokus pada bagaimana dapat memiliki keahlian dan kebijaksanaan untuk mampu bekerja secara optimal. Mesin difungsikan untuk melengkapi pekerjaan manusia bukan menggantikan.

Pembicara terakhir Dr Oda I.B. Hariyanto menyampaikan pesan untuk mahasiswa kesehatan untuk mampu memberikan pelayanan prima. Bagaimana orang yang sakit yang datang dapat merasakan pelayanan prima tidak hanya dari kemampuan medis namun juga layanan yang nyaman. Beliau menyampaikan bahwa rumah sakit kedepan harus senyaman hotel agar pasien datang dapat pulang dengan senang tidak hanya karena sembuh namun juga mendapat perasaan senang dari layanan disana. Mahasiswa harus mempelajari pelayanan prima yang dilakukan dengan sebaik mungkin.

 



Comments are closed.