Bahasa :

Kesepakatan Kerja Sama antara Universitas Internasional Batam (UIB) dan Universitas Islam Indonesia



Universitas Internasional Batam (UIB) dan Universitas Islam Indonesia (UII) menjalin kerja sama di bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Kerjasama ini disepakati dalam penandatanganan MoU oleh  Rektor UIB Prof. Dr. Handoko Karjantoro, CPA dan Rektor UII Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D. pada hari Rabu, 31 Juli 2019, di Gedung Rektorat Universitas Islam Indonesia. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh tim dari UIB yang diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Meiliana., S.E., M.Si., Kepala Program Studi Sistem Informasi, Tony Wibowo, S.Kom., M.S.I., Kepala Program Studi Akutansi Ria Karina, S.E., M.M., Dosen Program Studi Akutansi, Dr. Iskandar Itan, S.E., M.M., dan UII yang diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Pengembangan Akademik dan Riset, Dr. Drs. Imam Djati Widodo., M.Eng., Sc., Wakil Rektor Bidang Networking dan Kewirausahaan, Ir. Wiryono Raharjo., M.Arch., Ph.D., Sekretaris Eksekutif, Dr. Raden Bagus Fajriya Hakim., S.Si., M.Si., Direktur Kemitraan/ Kantor Urusan Internasional, Hangga Fathana, S.I.P., B.Int.St., M.A., Kepala Divisi Kemitraan Dalam Negeri Chancard Basumerda., S.T., M.Sc. dan Ketua Program Studi Teknik Informatika Program Sarjana, Dr. Raden Teduh Digrahayu., S.T., M.Sc.

Rektor UII Fathul Wahid Ph.D. mengawali sambutannya dengan menjelaskan sejarah berdirinya UII yang ternyata sudah berdiri sebelum Indonesia merdeka. Pelan-pelan UII mengembangkan infrastruktur dan program internasional, meningkatkan rekognisi (pengakuan) internasional dengan berbagai cara seperti akreditasi, sertifikasi, serta melalui kerja sama. Kerja sama antar universitas memang sangat diperlukan, hal ini untuk pengembangan berbagai hal di dalamnya. Dalam sambutannya Rektor UIB, Prof. Dr. Handoko Karjantoro., CPA. berharap bahwa melalui kerja sama ini pihaknya dapat belajar banyak hal. “Saya kira kerja sama ini akan lebih banyak membawa keuntungan untuk UIB, karena kita akan belajar banyak hal dari UII,” ujar Prof. Handoko.

Kemudian di sesi diskusi, Dr. Meiliana menanyakan tentang strategi penyebaran informasi beasiswa yang ditawarkan kepada mahasiswa luar negeri. Beliau menanyakan pertanyaan tersebut menanggapi pernyataan Rektor UII bahwa di UII terdapat 58 mahasiswa luar negeri yang mendapatkan beasiswa di UII pada saat ini. Wiryono Raharjo, Ph.D. menyampaikan bahwa strategi yang digunakan adalah dengan mengunjungi sekolah-sekolah di luar negeri.

 Beberapa program Internasional yang cukup menarik yang ada di UII adalah bentuk program kredit yang intensif dengan hanya berlangsung selama 1 bulan saja sehingga masih bisa diikuti dengan menggunakan free visa. Bentuk lain adalah keikutsertaan dalam konsersium internasional yang menjadi salah satu masukan bagi UIB. Yang unik dari UII adalah terdapat bangunan bersejarah yaitu Candi Kimpulan yang tertanam di bawah perpustakaan UII. Candi ini ditemukan ketika sedang penggalian fondasi perpustakaan tersebut.

Topik lain yang diperbincangkan pada sesi tersebut adalah berkaitan dengan program KKN yang ada di UII. Dr. Iman Djati Widodo menyatakan bahwa KKN  di UII tidak hanya fokus terhadap mengirim mahasiswa lalu kembali, namun KKN di UII telah bekerja sama dengan beberapa kabupaten dalam pembuatannya. “KKN UII difokuskan untuk membuat master plan, memetakan potensi desa sehingga dapat mengembangkan desa tersebut secara berkelanjutan,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Dr. Meiliana menyampaikan bahwa UIB belum menerapkan program KKN namun UIB memiliki program yang serupa dengan KKN “Kami di UIB belum menerapkan sistem KKN. Tapi ada beberapa program yang mengharuskan mahasiswa mengaplikasikan teori yang dipelajari di masyarakat,” ujarnya. Kerja sama antara UIB dan UII adalah preseden yang baik dan harus dimanfaatkan  untuk meningkatkan kapasitas UIB terutama dalam program Internasional.



Comments are closed.