Bahasa :

Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris UIB mewakili Kepulauan Riau pada Indonesian Culture and Nationalism 2018



 

 

Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) UIB kembali menoreh prestasi. Kali ini prestasi dituai oleh Karina Sharon, seorang mahasiswa PBI tingkat II. Sharon, demikian ia biasa dipanggil, terpilih sebagai perwakilan pemuda dari Kepulauan Riau dalam kegiatan Indonesian Culture and Nationalism (ICN) 2018 pada 5 April 2018. Dalam kegiatan ini, Sharon memenangkan persaingan sebagai perwakilan Kepulauan Riau dengan mengusung tema “Konservasi Sungai Bengkong Laut sebagai Sarana Umum dan Pariwisata”. Oleh karena itu, Sharon akan mewakili Kepulauan Riau dalam Youth Conference yang akan dilaksanakan pada 9-12 Mei 2018 untuk mempresentasikan proposalnya di Universitas Prasetya Mulya Jakarta.

Melalui proposal kegiatannya, Sharon menyatakan keprihatinannya atas kondisi sekitar jembatan Sungai Bengkong Laut yang merupakan daerah tempat tinggalnya. Menurutnya, Sungai Bengkong Laut memiliki potensi sebagai sarana umum dan pariwisata bagi masyarakat sekitar dan Batam. Alih-alih menjadi sarana umum, Sungai Bengkong Laut dipenuhi sampah dan berbau tidak sedap sehingga mengganggu aktivitas warga dan berpotensi menimbulkan penyakit. Hal tersebutlah yang mendorong Sharon untuk mengubah guna Sungai Bengkong Laut melalui kegiatan kepemudaan.  

ICN 2018 yang bertajuk “Akselerasi: Aksi Elevasi Generasi” merupakan sebuah pengharapan agar setiap pribadi generasi muda di Indonesia dapat melakukan tindakan yang berdampak signifikan bagi kemajuan bangsa. ICN 2018 mengumpulkan 34 pemuda dari setiap provinsi sebagai representasi dari 34 provinsi diseluruh Indonesia untuk menyampaikan pendapat mereka melalui proyek sosial. Terdapat tiga kegiatan utama dari ICN 2018 yaitu Food Exhibition, ICN Conference, dan ICN Festival. Beberapa tokoh yang pernah terlibat dalam kegiatan ICN ini tidak kepalang terkenalnya di Indonesia seperti Bapak Anies Baswedan, Najwa Shihab, dokter musisi photographer kenamaan, dr. Tompi, dan masih banyak lagi.(PBI/UIB)



Comments are closed.