Bahasa :

SEMINAR HMPS MANAJEMEN PERSONAL BRANDING 4.0



Batam, 26 Februari 2019.

Bertempat di Aula B lantai 1 Universitas Internasional Batam, Seminar Personal Branding 4.0 diselenggarakan dengan meriah. HMPS Manajemen mengundang Nuuruzzaman As-Sidiqi untuk menjadi narasumber dalam seminar kali ini. Personal branding merupakan bagaimana cara kita membangun dan mempromosikan apa yang kita perjuangkan. Mungkin kita lebih sering mendengar penggunaan istilah brand pada merek-merek ternama semacam “Apple.” Namun brand activation/ aktivasi brand bisa kita terapkan juga pada diri kita sendiri. Personal branding merupakan kombinasi unik dari keterampilan dan pengalaman yang menjadikan kita sebagai sosok yang sekarang ada. Personal branding juga bisa jadi pembeda kita di antara milyaran sosok profesional lainnya di sekitar kita.

Tujuan dari seminar kali ini untuk meningkatkan kepercayaan diri karena mahasiswa untuk terus berfikir positif pada keunggulan yang mahasiswa miliki melalui metode Personal Branding yang tepat dan memahami diri dan menyesuaikan dengan perkembangan zaman terlebih di era 4.0 dengan Personal Branding yang kompetitif.

Diikuti oleh lebih kurang 200 mahasiswa, seminar ini berjalan dengan sangat baik karena dijalankan dengan metode yang sesuai dengan millennial di era ini. Narasumber menyampaikan materi dengan sangat interaktif. Seminar berlangsung selama dua jam dan berhasil memikat perhatian para peserta dengan aktivitas-aktivitas yang disuguhkan narasumber. Nuruuzzaman As-Sidiqi merupakan direktur dari GrowUp Indonesia, perusahaan kreatif dibawah naungan Bekraf Indonesia. Beliau juga merupakan alumni dari Universitas Internasional Batam di Program Studi Teknik Elektro.

Seminar ini diselenggarakan oleh HMPS Manajemen Universitas Internasional yang aktif dalam pengadaan kegiatan bersama pihak-pihak yang berfokus di dunia ekonomi. Keberlanjutan dari seminar ini adalah mahasiswa/i lebih mengetahui tentang peranan Personal Branding di era 4.0 saat ini dan dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.



Comments are closed.