Bahasa :

Sharing Program Inklusi Kesadaran Pajak Dalam Pendidikan Tinggi



Sharing Program Inklusi Kesadaran Pajak Dalam Pendidikan Tinggi

Prof Handoko K,CPA (Rektor UIB) bersama Ka. Kanwil DJP Riau dan Kepulaun Riau

Batam — Kamis(22/2/2018) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kanwil Riau dan Kepulaun Riau melakukan sosialisasi mengenai program inklusi kesadaran pajak ke perguruan tinggi di Universitas Internasional Batam. Hal ini diharapkan memberikan pemahaman kepada pimpinan maupun dosen serta pejabat terkait di lingkungan pendidikan tinggi tentang peran pajak dalam pembangunan.

Sambutan di sampaiakan Prof.Handoko Karjantoro,CPA  (Rektor UIB). Adapaun acara ini diikuti oleh pimpinan perguruan tinggi  se-Kepri, Prof.Handoko Karjantoro,CPA  (Rektor UIB), Rektor Universitas Karimun, perwakilan Pimpinan UNIBA dan perwakilan Dosen Mata Kuliah Wajib Umum (MKWU) se-Kepri, Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah X Prof. Dr. Herri, SE. MBA, Kepala KPP dan Pejabat Dirjen Pajak Riau dan Kepri, serta pengurus konsultan pajak Batam Kepri, Selain itu turut hadir  juga mahasiswa UIB dan Trainer Inklusi Sadar Pajak, Dolly Wildan Hamdani dan Muhammad Arief

Menurut Kepala Kanwil DJP Riau dan Kepri Drs. Jatnika,MBA mengatakan, program ini kerja sama dengan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan (Ristekdikti) serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Menurutnya, program inklusi kesadaran pajak pada perguruan tinggi telah siap untuk diimplementasikan. Sebelumnya sudah berlangsung sosialisasi di Riau, Pekanbaru dan akan berlanjut di Provinsi lain dan Perguruan Tinggi lainnya.

Kepala Kanwil DJP Riau dan Kepulauan Riau Jatnika mengatakan dalam paparannya “Pajak itu simple, dapat penghasilan bayar pajak” program inklusi kesadaran pajak pada pendidikan tinggi yang dilakukan Kemenkeu dalam hal ini Direktorat Jenderal Pajak bekerja sama dengan Kemenristek Dikti ini, Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, ke depannya di harapkan dengan adanya program “Sharing Session Pendidikan Tinggi Inklusi Kesadaran Pajak Dalam Pendidikan” semakin menjadi lebih sadar membayar pajak. Jangan semakin tau celah-celahnya. Selain itu, Jatnika berharap mendapat masukan implementasi pembelajaran kesadaran pajak pada pendidikan tinggi dan membangun komitmen pemangku pendidikan tinggi, untuk menyukseskan program kesadaran pajak.

“Kalau di dunia pendidikan itu membentuk manusia Indonesia yang memang memiliki akhlak, pengetahuan, ketika mereka sudah selesai akan menjadi generasi penerus yang lebih baik dari kita, jadi membuat generasi emas pajak ke depan,” katanya.

Prof. Dr. Herri, SE. MBA sebagai salah satu pembicara menjelaskan implementasi inklusi kesadaran pajak dalam proses pembelajaran yang dapat menggunakan berbagai metode agar lebih efektif untuk dipahami oleh peserta didik. Arah kebijakan Kemenristekdikti juga sangat ditekankan agar inklusi kesadaran pajak dalam pendidikan tinggi sudah dijalankan di setiap kampus mulai tahun 2018. (Humas UIB/if)



Comments are closed.