Penulis: Zaynulia Afifa (2331033)

Sumber: Pinterest
Masa perkuliahan memang penuh dengan tantangan. Mulai dari tugas, ujian, hingga kehidupan sosial yang sibuk, semua membutuhkan perhatian. Namun, ada beberapa hal penting yang sering kali diabaikan oleh mahasiswa, padahal jika diperhatikan dengan baik, hal-hal tersebut bisa memberikan dampak besar terhadap kesuksesan akademik mereka. Artikel ini akan membahas berbagai hal yang sering disepelekan mahasiswa, namun sebenarnya sangat berpengaruh terhadap perjalanan studi mereka.
1. Manajemen Waktu yang Tidak Efektif
Salah satu masalah yang sering dihadapi mahasiswa adalah pengelolaan waktu. Banyak mahasiswa yang merasa bahwa mereka memiliki cukup waktu untuk menyelesaikan semua tugas dan kegiatan mereka, namun kenyataannya, mereka sering kali terjebak dalam tumpukan pekerjaan yang tidak terorganisir dengan baik. Tidak jarang, mereka menunda pekerjaan hingga menit-menit terakhir, yang justru menambah tekanan.
Mengatur waktu dengan baik adalah kunci untuk menjalani kehidupan akademik yang lebih terstruktur. Mahasiswa yang sukses adalah mereka yang bisa membuat jadwal harian atau mingguan yang mencakup waktu untuk belajar, beristirahat, dan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Aplikasi seperti Google Calendar atau Trello dapat membantu mahasiswa untuk merencanakan tugas-tugas mereka secara lebih efektif, menghindari penundaan, dan memastikan semua pekerjaan selesai tepat waktu.
2. Mengabaikan Kesehatan Mental dan Fisik
Kesehatan mental dan fisik sering kali menjadi hal yang diremehkan oleh mahasiswa. Di tengah jadwal yang padat, mahasiswa sering kali melupakan pentingnya menjaga keseimbangan antara pekerjaan akademik dan kesehatan pribadi. Stres yang berkepanjangan, kurang tidur, dan pola makan yang buruk dapat berdampak negatif pada kualitas akademik mereka.
Studi menunjukkan bahwa kesehatan mental yang terjaga berhubungan langsung dengan produktivitas dan kinerja akademik yang lebih baik. Oleh karena itu, sangat penting bagi mahasiswa untuk menjaga pola makan yang sehat, rutin berolahraga, dan memiliki waktu untuk bersantai. Dengan tidur yang cukup dan aktivitas fisik yang teratur, mahasiswa dapat lebih fokus, mengurangi stres, dan meningkatkan kemampuan kognitif mereka dalam belajar.
3. Tidak Membuat Jaringan yang Kuat
Networking atau membangun hubungan dengan orang lain, baik itu dengan dosen, teman sekelas, maupun alumni, sering dianggap sepele oleh sebagian mahasiswa. Padahal, memiliki jaringan profesional dapat memberikan banyak keuntungan di dunia akademik dan kerja.
Sejak awal kuliah, mahasiswa perlu membangun koneksi dengan dosen yang bisa memberikan arahan atau rekomendasi. Begitu juga dengan teman-teman yang memiliki ketertarikan sama atau lebih berpengalaman di bidang tertentu. Menghadiri seminar, diskusi kelompok, atau kegiatan kampus lainnya, adalah cara terbaik untuk memperluas jaringan ini. Semakin besar jaringan yang dimiliki, semakin banyak pula peluang yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan magang, penelitian, atau pekerjaan setelah lulus.
4. Mengabaikan Pengelolaan Keuangan
Mengatur keuangan pribadi adalah hal yang sering kali dilupakan oleh mahasiswa, padahal sangat penting untuk mendukung kehidupan mereka selama di kampus. Banyak mahasiswa yang merasa uang dari orang tua atau beasiswa sudah cukup, tetapi tanpa pengelolaan yang tepat, pengeluaran bisa cepat membengkak. Tanpa sadar, mereka mungkin menghabiskan uang untuk hal-hal yang tidak penting, dan akhirnya kesulitan mengatur anggaran bulanan.
Penting untuk membuat anggaran bulanan dan melacak pengeluaran. Aplikasi seperti Mint, OVO, atau DANA dapat membantu mahasiswa untuk mencatat pengeluaran dan menetapkan batas anggaran. Dengan cara ini, mahasiswa dapat menghindari pengeluaran yang tidak perlu dan lebih fokus pada kebutuhan penting selama kuliah. Pengelolaan keuangan yang baik juga mengajarkan mahasiswa untuk menjadi lebih mandiri dan siap menghadapi dunia kerja setelah lulus.
5. Keterampilan Komunikasi yang Tidak Ditingkatkan
Komunikasi adalah keterampilan yang sangat penting dalam dunia akademik dan profesional. Sayangnya, banyak mahasiswa yang tidak terlalu memperhatikan pengembangan keterampilan ini, terutama dalam komunikasi lisan dan tertulis. Padahal, kemampuan berbicara di depan umum, bernegosiasi, dan menulis dengan jelas sangat dibutuhkan saat presentasi tugas atau menulis skripsi.
Mahasiswa perlu melatih diri mereka untuk berbicara dengan percaya diri, baik dalam diskusi kelas maupun dalam presentasi di depan dosen atau teman sekelas. Latihan berbicara di depan umum, menulis artikel atau esai, serta mengikuti pelatihan keterampilan komunikasi dapat membantu meningkatkan kemampuan ini. Keterampilan komunikasi yang baik juga akan membantu mahasiswa saat mereka memasuki dunia kerja nanti, di mana kemampuan untuk menyampaikan ide dan berdiskusi sangat dihargai.
6. Kurangnya Pengalaman di Luar Akademik
Kegiatan di luar akademik seperti mengikuti organisasi mahasiswa atau magang sering kali dianggap tidak penting, padahal kegiatan ini sangat bermanfaat untuk pengembangan diri mahasiswa. Aktivitas ini membantu mahasiswa mengembangkan keterampilan kepemimpinan, kerja tim, manajemen waktu, dan problem solving, yang semuanya sangat dibutuhkan di dunia kerja.
Organisasi kampus juga memberikan peluang untuk memperluas jaringan sosial yang berguna untuk karier di masa depan. Oleh karena itu, mahasiswa sebaiknya tidak hanya fokus pada tugas kuliah, tetapi juga meluangkan waktu untuk mengikuti kegiatan yang dapat mengasah keterampilan non-akademik. Dengan begitu, mereka bisa menjadi mahasiswa yang lebih komprehensif dan siap menghadapi tantangan di luar kampus.
7. Tidak Menghargai Waktu Luang
Banyak mahasiswa yang merasa bahwa waktu luang adalah waktu yang tidak produktif, sehingga mereka terus bekerja tanpa memberi ruang untuk istirahat. Padahal, waktu istirahat sangat penting untuk menyegarkan pikiran dan menjaga kesehatan mental. Tanpa adanya waktu untuk bersantai, mahasiswa akan cepat merasa kelelahan dan mudah mengalami stres.
Menghabiskan waktu luang untuk berkumpul dengan teman, berolahraga, atau melakukan hobi bisa memberikan efek positif bagi produktivitas. Dengan mengisi waktu luang secara bijak, mahasiswa bisa kembali bekerja dengan fokus dan energi yang lebih tinggi. Mengatur keseimbangan antara kerja dan istirahat akan membuat proses belajar lebih menyenangkan dan berkelanjutan.
8. Tidak Melakukan Refleksi Diri Secara Rutin
Refleksi diri adalah proses untuk menilai diri dan mengevaluasi apa yang sudah dicapai serta tantangan yang dihadapi. Banyak mahasiswa yang terlalu sibuk dengan tugas-tugas akademik dan lupa untuk merefleksikan kemajuan mereka. Padahal, dengan melakukan refleksi diri, mahasiswa bisa memahami kekuatan dan kelemahan mereka, serta mencari cara untuk memperbaikinya.
Mencatat pencapaian dan kesalahan selama perjalanan akademik bisa membantu mahasiswa memetakan strategi untuk perbaikan. Berbicara dengan mentor atau dosen pembimbing juga bisa memberikan pandangan baru tentang bagaimana memperbaiki dan meningkatkan kualitas akademik.
9. Menyelesaikan Semua Tugas Sendiri
Terkadang, mahasiswa merasa bahwa mereka harus menyelesaikan semua tugas mereka sendirian, tanpa bantuan dari teman atau bahkan dosen. Padahal, kerja kelompok atau kolaborasi bisa menghasilkan karya yang lebih baik. Dengan berbagi ide, mahasiswa bisa saling belajar dan memperkaya pemahaman tentang topik tertentu.
Kolaborasi juga dapat mengurangi beban tugas yang terasa terlalu berat. Meskipun demikian, penting untuk tetap menjaga kualitas individu dalam setiap pekerjaan kelompok. Berkomunikasi dengan teman sekelompok dan mendistribusikan pekerjaan dengan adil dapat membuat tugas lebih mudah diselesaikan.
10. Tidak Mengikuti Kegiatan Pengembangan Diri
Seringkali mahasiswa terlalu fokus pada akademik saja dan tidak memperhatikan pengembangan diri mereka secara keseluruhan. Mengikuti kursus online di platform seperti Coursera, Udemy, atau edX, bisa membantu mahasiswa mempelajari keterampilan tambahan yang berguna di dunia kerja. Keterampilan seperti pemrograman, public speaking, manajemen proyek, dan keterampilan teknologi lainnya semakin dibutuhkan oleh perusahaan.
Melalui kursus atau pelatihan ini, mahasiswa dapat menambah wawasan di luar yang dipelajari di kelas dan menjadi lebih siap menghadapi dunia kerja yang kompetitif.
Terlalu banyak mahasiswa yang terjebak dalam rutinitas akademik tanpa menyadari pentingnya hal-hal lain yang mendukung kesuksesan mereka. Dari manajemen waktu yang buruk, kesehatan mental dan fisik yang diabaikan, hingga kurangnya pengalaman non-akademik, semua ini berpengaruh besar terhadap kualitas hidup dan kinerja akademik.
Dengan mulai memperhatikan hal-hal yang sering disepelekan ini, mahasiswa dapat mengelola waktu mereka dengan lebih baik, menjaga kesehatan mental dan fisik, serta meningkatkan keterampilan yang dibutuhkan untuk masa depan. Sebagai mahasiswa, penting untuk mengingat bahwa kehidupan akademik bukan hanya soal nilai, tetapi juga tentang bagaimana kita mengelola berbagai aspek kehidupan dengan baik.
🔍 Tertarik mendalami Teknologi Informasi? Cek Program Studi Teknologi Informasi  UIB dan pilih peminatanmu: Cloud Engineering, Smart Systems, atau Cyber Intelligence. Segera daftarkan dirimu di Pendaftran Program Sarjana Teknologi Informasi.
Editor: Ambarwulan, S.T.
Referensi
- Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2017). Organizational Behavior. Pearson Education.
- Peterson, R. A., & Pfitzer, C. (2018). The Stress of College Life: A Review of Coping Mechanisms in Students. Journal of College Student Development, 59(4), 315-326.
- George, J. M., & Jones, G. R. (2020). Understanding and Managing Organizational Behavior. Pearson Education.
- Sutherland, S. (2020). Digital Tools for Student Productivity. Journal of Educational Technology, 15(3), 45–60.
- Alghamdi, A. (2021). The Impact of Mobile Apps on Student Learning and Organization. International Journal of Education Research, 12(4), 210–225.
- Goleman, D. (2013). Emotional Intelligence: Why It Can Matter More Than IQ. Bantam.


