Penulis: Romario Galiano (2432085)

Sumber: Ultahost
Dalam dunia pemrograman modern, data menjadi inti dari hampir seluruh aplikasi, baik aplikasi web, mobile, maupun sistem terintegrasi yang berjalan di berbagai platform. Setiap aplikasi pasti membutuhkan cara untuk menyimpan, mengirim, dan membaca data. Di sinilah dua format penting JSON dan XML muncul sebagai solusi utama. Banyak pemula mungkin menganggap JSON atau XML hanya sekadar format teks biasa, padahal keduanya merupakan fondasi penting yang memungkinkan sistem saling berkomunikasi dengan efisien.
Memahami JSON dan XML sejak awal sangat penting karena hampir semua framework, API, layanan cloud, dan aplikasi modern menggunakan salah satu dari kedua format ini untuk bertukar data. Bahkan ketika pemula masih berada pada tahap mempelajari dasar-dasar pemrograman, mereka akan berhadapan langsung dengan JSON dan XML ketika mulai menggunakan API publik, membaca dokumentasi backend, atau mengembangkan fitur yang melibatkan komunikasi antara aplikasi dan server.
JSON (JavaScript Object Notation) adalah format pertukaran data yang ringan, mudah dibaca, dan sangat populer dalam pengembangan web dan mobile. JSON menggunakan struktur objek berupa pasangan key–value yang menyerupai objek dalam bahasa pemrograman JavaScript. Karena tampilan JSON sederhana dan intuitif, pemula biasanya bisa memahaminya dengan cepat. Format ini telah menjadi standar de facto dalam komunikasi API modern, terutama pada layanan REST. Banyak platform besar seperti Google, Facebook, Twitter, hingga marketplace dan layanan pembayaran menggunakan JSON sebagai format data utama.
Di sisi lain, XML (Extensible Markup Language) adalah format data yang lebih tua namun tetap sangat penting. XML menggunakan struktur tag mirip HTML, tetapi lebih fleksibel dan bisa disesuaikan untuk berbagai jenis data. XML banyak digunakan pada sistem enterprise, layanan perbankan, komunikasi antar aplikasi legacy, dan dalam teknologi seperti SOAP web services. Meskipun JSON kini lebih populer, XML tetap relevan karena bersifat sangat ketat, terstruktur, dan mendukung validasi data melalui schema seperti XSD, yang sangat penting dalam industri yang membutuhkan standar ketat.
Salah satu alasan mengapa pemula harus mempelajari JSON dan XML adalah karena kedua format ini menjadi jembatan utama dalam pengembangan API. API tidak dapat bekerja tanpa format pertukaran data yang jelas. Ketika developer memanggil API untuk mengambil data pengguna, informasi produk, cuaca, atau hasil perhitungan tertentu, server akan merespons dengan JSON atau XML. Tanpa memahami struktur kedua format itu, pemula akan kesulitan membaca data, mengekstraknya, atau menggunakannya dalam aplikasi mereka.
Selain itu, JSON dan XML membantu pemula memahami bagaimana data terorganisasi. Dalam pemrograman modern, kemampuan bekerja dengan data terstruktur sangat penting. Mengerti cara memparsing JSON atau XML akan membantu pemula memahami konsep objek, array, struktur tree, key–value, hingga nested data. Pemahaman ini juga memudahkan pemula ketika belajar database, data modeling, atau bahkan ketika masuk ke ranah machine learning dan big data.
Tidak hanya itu, JSON dan XML juga digunakan dalam konfigurasi aplikasi. Banyak framework menggunakan file konfigurasi berbasis JSON atau XML untuk mengatur routing aplikasi, menentukan environment variables, atau mengelola dependency. Contohnya, project Node.js menggunakan package.json, Spring Framework menggunakan applicationContext.xml, dan Android menggunakan berbagai file XML untuk mengontrol layout antarmuka. Pemula yang memahami struktur JSON dan XML akan lebih mudah mengubah konfigurasi sesuai kebutuhan mereka.
Kemampuan memahami JSON dan XML juga membuka pintu bagi pemula untuk membuat aplikasi yang lebih nyata dan interaktif. Misalnya, pemula dapat mengakses API publik untuk menampilkan data real-time seperti harga saham, daftar film, cuaca, dan lainnya. Ini membuat proses belajar lebih menyenangkan dan fungsional karena mereka bisa membangun aplikasi yang terhubung dengan dunia nyata. Tanpa memahami JSON atau XML, hal ini akan sulit dicapai.
Dalam dunia industri, pemahaman terhadap JSON dan XML juga menjadi nilai tambah penting. Banyak perusahaan menilai kandidat berdasarkan kemampuan mereka membaca dan mengelola data dari API. Developer backend, mobile developer, data analyst, hingga QA tester semuanya memanfaatkan JSON atau XML dalam pekerjaan mereka. Dengan menguasai dua format ini, pemula lebih siap memasuki dunia profesional dan mampu beradaptasi dengan berbagai teknologi yang digunakan perusahaan.
Kesimpulannya, JSON dan XML bukan hanya format pertukaran data biasa bagi pemula, melainkan fondasi penting yang membentuk pemahaman tentang bagaimana sistem saling terhubung. JSON memberikan kemudahan dan fleksibilitas dalam pembangunan aplikasi web dan mobile, sementara XML tetap sangat penting dalam sistem enterprise dan layanan terstruktur. Dengan memahami keduanya, pemula memiliki modal kuat untuk melangkah lebih jauh dalam dunia pemrograman dan siap bekerja dengan teknologi modern apa pun.
🔍 Tertarik mendalami Teknologi Informasi? Cek Program Studi Teknologi Informasi Universitas Internasional Batam dan pilih peminatanmu: Cloud Engineering, Smart Systems, atau Cyber Intelligence. Segera daftarkan dirimu di Pendaftran Program Sarjana Teknologi Informasi.
Editor: Ambarwulan, S.T.
Referensi
- Bray, T. (2008). The JavaScript Object Notation (JSON) Data Interchange Format. IETF.
- Harold, E. (2004). Effective XML: 50 Specific Ways to Improve Your XML. Addison
- Wesley. Bray, T. (2008). The JavaScript Object Notation (JSON) Data Interchange Format. IETF.
- Harold, E. (2004). Effective XML: 50 Specific Ways to Improve Your XML. Addison
- Wesley.Google Developers (2023). Working with REST APIs and JSON
- Responses.W3C (2023). Extensible Markup Language (XML) Specification.
- Mozilla Developer Network (MDN) (2023). Understanding JSON, Objects, and Data Structures.
- Microsoft Docs (2023). XML Processing and Schema Validation in .NET Applications.
- JSON.org (2023). Official JSON Syntax and Data Format Guide.
- Oracle Documentation (2023). XML, DOM, and SAX Parsing Techniques.
- IBM Developer (2022). Comparing JSON and XML in Enterprise Integration.
- AWS Documentation (2023). API Gateway and JSON Data Structures in Cloud
- Applications.Google Developers (2023). Working with REST APIs and JSON Responses.
- W3C (2023). Extensible Markup Language (XML) Specification.
- Mozilla Developer Network (MDN) (2023). Understanding JSON, Objects, and Data Structures.
- Microsoft Docs (2023). XML Processing and Schema Validation in .NET Applications.
- JSON.org (2023). Official JSON Syntax and Data Format Guide.
- Oracle Documentation (2023). XML, DOM, and SAX Parsing Techniques.
- IBM Developer (2022). Comparing JSON and XML in Enterprise Integration.
- AWS Documentation (2023). API Gateway and JSON Data Structures in Cloud Applications.


