Penulis: Duke Paopathon Pardede (2461001) | Editor: Ambarwulan, S.T.

Universitas Internasional Batam (UIB) resmi menerima kunjungan delegasi tingkat tinggi dari Daegu Catholic University (DCU), Korea Selatan, pada Kamis, 4 Desember 2025 bertempat di UIB Grand Center. Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam menghidupkan kembali hubungan kolaboratif antara UIB dan DCU, yang sempat terhenti akibat pandemi COVID-19. Dengan dimulainya kembali interaksi tatap muka, kedua institusi menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat kerja sama akademik dan membuka peluang kolaborasi baru di masa mendatang.
Delegasi DCU dipimpin oleh Prof. Seong Han-gee, Rektor Daegu Catholic University, didampingi oleh O Sang-jik (Head Priest DCU), Youn Jong-in (Head of International Relations Office), Ji Shin-woo (Head of International Exchange Team), Ham Jong-myung (Head of International Student Services Team), serta Azura, mahasiswa pascasarjana DCU yang turut hadir sebagai penerjemah. Kehadiran mereka menegaskan keseriusan DCU untuk membangun kembali hubungan kemitraan yang telah terjalin lama dengan UIB sebelum masa pandemi.

Dari pihak UIB, acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, yakni Dr. Iskandar Itan (Rektor UIB), Dr. Meiliana (Wakil Rektor Bidang Akademik), serta Dr. Hepy Hefri Ariyanto (Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaaan dan Kerja Sama). Selain itu, para dekan serta kepala program studi dari hampir seluruh fakultas di UIB turut hadir, termasuk Fakultas Pendidikan, Fakultas Ilmu Komputer, Fakultas Bisnis dan Manajemen, Fakultas Kedokteran, Fakultas Hukum, Fakultas Pariwisata, Fakultas Teknik Sipil, Fakultas Arsitektur, Fakultas Gizi, Fakultas Biologi, dan Fakultas Humaniora. Kehadiran lengkap para pimpinan akademik ini menunjukkan kesiapan UIB untuk menjalin kolaborasi lintas disiplin bersama DCU.

Dalam pertemuan tersebut, DCU memaparkan profil lengkap institusi, mulai dari keunggulan akademik, fasilitas internasional, hingga berbagai skema beasiswa menarik yang tersedia untuk mahasiswa internasional pada jenjang sarjana, magister, hingga doktor. Beragam peluang seperti integrasi riset, kerja sama akademik, hingga pendanaan studi lanjutan disambut antusias oleh perwakilan UIB. Para kaprodi juga aktif mengajukan pertanyaan serta mendiskusikan potensi kolaborasi yang sesuai untuk masing-masing program studi.
Diskusi berjalan sangat produktif, mencakup berbagai bentuk kerja sama yang dapat direalisasikan dalam waktu dekat. Beberapa peluang yang dibahas meliputi pertukaran mahasiswa, mobilitas dosen, kolaborasi riset, skema visiting professor, penawaran program gelar bersama, serta inisiatif akademik lainnya yang mendukung pengembangan pendidikan internasional. Sejumlah kaprodi UIB juga mengusulkan pembentukan program 3+2 bersama DCU, yang diterima dengan tanggapan positif oleh delegasi DCU dan akan dikaji lebih lanjut.

Selain bernilai akademik, pertemuan ini juga memiliki makna emosional karena menandai kebangkitan kembali hubungan yang dahulu erat namun sempat terhenti akibat kondisi global yang tidak terduga. Kehadiran langsung Rektor DCU di UIB menjadi simbol kuat dari tekad kedua institusi untuk membangun kembali kepercayaan, memperkuat sinergi akademik, serta membuka jalan bagi kolaborasi jangka panjang yang memberikan manfaat bagi mahasiswa dan komunitas akademik kedua belah pihak.

Acara diakhiri dengan pertukaran cendera mata antara UIB dan DCU, diikuti sesi foto bersama sebagai simbol pembaruan kemitraan yang lebih solid. Kunjungan resmi ini menjadi langkah awal yang menjanjikan dalam memperluas jejaring global UIB serta membuka lebih banyak kesempatan internasional bagi generasi mahasiswa berikutnya. UIB menyambut optimis berbagai inisiatif akademik dan program kolaboratif yang akan lahir dari kerja sama yang telah diperbarui ini.
International Relation Office
Universitas Internasional Batam


