Penulis: Leonardo, S. Ars. | Editor: Ambarwulan, S.T.

Prodi Arsitektur Universitas Internasional Batam (UIB) kembali berjumpa dengan Habitat for Humanity Indonesia pada 12 Januari 2026 setelah melalui liburan akhir tahun. Pertemuan ini diadakan guna membahas kelanjutan proyek jangka panjang yang diinisiasi oleh HFH dengan UIB dan partner lain yang berkontribusi dalam merancang dan menciptakan rumah terjangkau yang sejuk dan replikatif untuk keluarga berpenghasilan rendah. Pada pertemuan ini, bapak Karen Dasen, bapak Paulus Punjung Widodo, bapak Jim Kendall, dan bapak Rudi Nadapdap hadir selaku representatif HFH.

Gambar 1. Pembahasan terkait data riset
Sebelumnya, kegiatan survey 50 rumah terjangkau yang tersebar di Sei Lekop dan Tanjung Piayu, Batam, telah dilaksanakan secara kolaboratif oleh HFH dan UIB lintas prodi pada 29 November 2025 dengan urgensi mengumpulkan data riset berupa persepsi termal dan biodata medis sebelum dilakukan retrofit desain pendinginan pasif pada rumah-rumah eksisting. Pertemuan terkini dilakukan di ruang studio arsitektur untuk menunjang banyak tamu yang hadir dalam diskusi ini. Diskusi pertemuan ini mencakup informasi kontrak kerja sama terkini disertai dengan penjelasan nominal anggaran dan metodologi untuk survey lapangan dalam waktu dekat.

Gambar 2. Perwakilan dari RUBI
Ruang Urban Indonesia (RUBI), melalui perwakilannya, juga turut hadir dalam pertemuan 12 Januari 2026. Kehadirannya bertujuan untuk mempresentasikan hasil shadow study rumah-rumah eksisting di zona 1, Sei Lekop. Shadow study tersebut mencakup ilustrasi pergerakan matahari yang sesuai dengan orientasi bangunan, luas bukaan per permukaan dinding, perilaku dalam membuka jendela yang terhitung dalam derajat sudut, jumlah area hijau, serta rekomendasi untuk retrofit nanti. Rekan-rekan dari HFH apresiasi atas analisis yang dilakukan RUBI dalam proyek kolaboratif ini.

Gambar 3. Dokumentasi Kegiatan
Pertemuan ini diakhiri dengan kesepakatan terkait penugasan wajib dari masing-masing pihak dan anggaran untuk kelancaran proyek ini. Dari bapak Karen dan Punjung juga mengingatkan terkait jadwal Minggu tersebut yang akan cukup sibuk hingga Jumat dengan membahas seputar metodologi penelitian yang akan dipandu oleh ibu Fathina Izmi Nugrahanti esok harinya. Dengan asistensi dari beliau, kelancaran proyek kolaboratif jangka panjang ini dapat terjamin dan terealisasi semaksimal mungkin hingga fase diseminasi hasil riset pasca-eksperimen dan publikasi ke jurnal internasional bereputasi.
Program Sarjana Arsitektur
Universitas Internasional Batam


