Smart City Berbasis Digital Twin: Apakah Ini Masa Depan Perencanaan Kota Modern?

Penulis: Muhammad Ilham Ashiddiq Tresnawan, S.T., B.Sc., M.Sc.

Sebuah gambar berisi pencakar langit, Area metropolitan, daerah perkotaan, Metropolis

Konten yang dihasilkan AI mungkin salah.

Sumber: cakrawala.ac.id

Perkembangan teknologi digital membawa perubahan besar dalam cara kota direncanakan dan dikelola. Kota modern saat ini dihadapkan pada berbagai tantangan, seperti pertumbuhan penduduk, kemacetan lalu lintas, pencemaran lingkungan, hingga risiko bencana alam. Pendekatan perencanaan kota konvensional yang bersifat statis sering kali tidak mampu merespons perubahan yang terjadi dengan cepat. Oleh karena itu, muncul konsep smart city berbasis Digital Twin sebagai solusi yang dianggap lebih adaptif dan berbasis data.

Digital Twin merupakan representasi digital dari objek atau sistem fisik yang terus diperbarui menggunakan data nyata. Dalam konteks smart city, digital twin berfungsi sebagai “kembaran digital” kota yang mencerminkan kondisi sebenarnya, mulai dari infrastruktur, transportasi, lingkungan, hingga aktivitas masyarakat. Dengan adanya model ini, pemerintah kota dapat memantau kondisi kota secara real-time sekaligus melakukan simulasi sebelum mengambil keputusan penting.

Penggunaan digital twin memberikan pendekatan baru dalam perencanaan kota modern. Teknologi ini tidak hanya menampilkan data, tetapi juga membantu proses analisis dan prediksi. Dengan digital twin, perencana kota dapat memahami dampak dari suatu kebijakan tanpa harus langsung menerapkannya di dunia nyata. Hal ini membuat proses perencanaan menjadi lebih efisien, terukur, dan minim risiko.

Selain itu, digital twin juga mendukung kolaborasi antarinstansi. Data dari berbagai sektor dapat dikumpulkan dan dianalisis dalam satu sistem terpadu, sehingga pengambilan keputusan tidak lagi dilakukan secara terpisah.

Agar digital twin dapat berfungsi dengan baik, terdapat beberapa komponen utama yang saling terhubung:

  • Sensor dan Perangkat IoT
    Sensor dipasang di berbagai titik kota untuk mengumpulkan data, seperti kepadatan lalu lintas, kualitas udara, suhu, atau konsumsi energi.
  • Koneksi dan Pengolahan Data
    Data yang dikumpulkan dikirim melalui jaringan internet dan diproses di server atau cloud untuk dianalisis lebih lanjut.
  • Model Digital dan Visualisasi
    Hasil pengolahan data ditampilkan dalam bentuk peta digital, dashboard, atau simulasi yang memudahkan pemahaman kondisi kota secara menyeluruh.
  • Contoh Penerapan Digital Twin dalam Smart City

Digital twin telah digunakan dalam berbagai aspek pengelolaan kota, di antaranya:

  • Manajemen Lalu Lintas
    Simulasi arus kendaraan digunakan untuk mengatur lampu lalu lintas dan mengurangi kemacetan.
  • Pengelolaan Lingkungan
    Pemantauan kualitas udara dan kebisingan membantu pemerintah menyusun kebijakan lingkungan yang lebih tepat.
  • Perencanaan Infrastruktur
    Desain jalan, jembatan, atau gedung diuji secara virtual sebelum dibangun untuk menghindari kesalahan perencanaan.
  • Mitigasi Bencana
    Simulasi banjir atau gempa membantu menentukan wilayah rawan dan jalur evakuasi yang aman.
  • Efisiensi Energi
    Analisis konsumsi listrik gedung publik digunakan untuk mengurangi pemborosan energi.

Meskipun menawarkan banyak manfaat, penerapan digital twin dalam smart city juga menghadapi sejumlah tantangan. Biaya infrastruktur teknologi yang tinggi, kebutuhan data real-time yang akurat, serta isu keamanan dan privasi data menjadi perhatian utama. Selain itu, keterbatasan sumber daya manusia yang memiliki keahlian di bidang ini juga dapat menghambat implementasi secara optimal.

Smart city berbasis Digital Twin menunjukkan potensi besar sebagai masa depan perencanaan kota modern. Dengan kemampuan memantau, menganalisis, dan mensimulasikan kondisi kota secara real-time, teknologi ini membantu pemerintah membuat keputusan yang lebih tepat dan berkelanjutan. Walaupun masih menghadapi berbagai tantangan, digital twin tetap menjadi fondasi penting dalam membangun kota yang cerdas, efisien, dan ramah bagi masyarakat.

🔍 Tertarik mendalami Teknologi Informasi? Cek Program Studi Teknologi Informasi  Universitas Internasional Batam dan pilih peminatanmu: Cloud Engineering, Smart Systems, atau Cyber Intelligence. Segera daftarkan dirimu di Pendaftaran Program Sarjana Teknologi Informasi.

Editor: Ambarwulan, S.T.

Referensi

  • Batty, M. (2018). Digital twins. Environment and Planning B.
  • Grieves, M., & Vickers, J. (2017). Digital Twin: Mitigating unpredictable behavior. Springer.
  • Kitchin, R. (2014). The real-time city? Big data and smart urbanism. GeoJournal.
  • Tao, F., et al. (2019). Digital twin-driven smart manufacturing. IEEE Access.
  • Fuller, A., et al. (2020). Digital twin: Enabling technologies, challenges and opportunities. IEEE Access.
  • World Economic Forum. (2022). Digital Twin Cities: A Guide to Urban Innovation.
  • IBM. (2023). Digital twin technology for smart cities.
  • Siemens. (2023). Digital twin applications in urban infrastructure.
  • Microsoft. (2023). Azure Digital Twins documentation.
  • Deloitte. (2022). Smart cities and digital transformation.

Baloi-Sei Ladi, Jl. Gajah Mada, Tiban Indah, Kec. Sekupang, Kota Batam, Kepulauan Riau 29426
(0778) 7437111
Temukan kami

Telusuri