Penulis: Zaynulia Afifa (2331033)

Sumber: pinterest.com
Bagi mahasiswa, khususnya yang berada di bidang Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer, logika pemrograman sering menjadi materi awal yang terasa menantang. Banyak yang mengira logika pemrograman hanya soal menulis kode agar program bisa berjalan. Padahal, logika pemrograman jauh lebih dari itu, karena berperan besar dalam membentuk cara berpikir yang sistematis dan terstruktur.
Pada dasarnya, logika pemrograman mengajarkan mahasiswa untuk memahami masalah sebelum mencari solusi. Dalam pemrograman, tidak ada langkah yang dilakukan secara acak. Setiap baris kode ditulis berdasarkan alur berpikir yang jelas. Mahasiswa dibiasakan untuk menganalisis masalah, menentukan tujuan, dan menyusun langkah penyelesaian secara runtut. Kebiasaan ini melatih pola pikir yang terorganisir dan tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan.
Dalam praktiknya, mahasiswa belajar bahwa setiap program selalu memiliki alur input, proses, dan output. Misalnya, saat membuat program untuk menghitung nilai akhir, mahasiswa harus menentukan data apa saja yang dibutuhkan sebagai input, bagaimana proses perhitungannya, dan bagaimana hasil akhirnya ditampilkan. Pola berpikir berurutan seperti ini membantu mahasiswa memahami pentingnya struktur dalam menyelesaikan masalah.
Selain itu, logika pemrograman melatih mahasiswa untuk memecah masalah besar menjadi bagian-bagian kecil. Pendekatan ini sangat penting ketika menghadapi persoalan yang kompleks. Sebagai contoh, dalam pembuatan sistem absensi, mahasiswa tidak langsung membuat sistem secara keseluruhan. Mereka membaginya menjadi beberapa bagian, seperti input data mahasiswa, pencatatan kehadiran, penyimpanan data, dan pembuatan laporan. Dengan cara ini, setiap bagian dapat dikerjakan secara fokus dan terstruktur.
Struktur logika seperti percabangan (if–else) dan perulangan (looping) juga berperan besar dalam membangun pola pikir logis. Percabangan mengajarkan bahwa setiap kondisi memiliki konsekuensi yang berbeda, sedangkan perulangan menunjukkan bagaimana proses yang sama dapat dijalankan berulang kali secara efisien. Dari sini, mahasiswa belajar bahwa solusi yang baik bukan hanya benar, tetapi juga efektif dan tidak berlebihan.
Proses debugging atau pencarian kesalahan dalam program juga menjadi latihan berpikir sistematis yang sangat berharga. Ketika program tidak berjalan sesuai harapan, mahasiswa tidak bisa asal mengubah kode. Mereka harus menelusuri alur logika program satu per satu untuk menemukan sumber kesalahan. Proses ini melatih kemampuan berpikir analitis, ketelitian, dan kesabaran, yang sangat berguna dalam menyelesaikan masalah di berbagai situasi.
Menariknya, manfaat logika pemrograman tidak hanya dirasakan saat mengerjakan tugas coding. Dalam kehidupan sehari-hari, mahasiswa yang terbiasa dengan logika pemrograman cenderung lebih terstruktur dalam mengatur waktu, menyusun prioritas, dan membuat perencanaan. Cara berpikir ini mirip dengan menyusun algoritma, di mana setiap langkah memiliki tujuan yang jelas dan saling berkaitan.
Dalam jangka panjang, kemampuan berpikir sistematis dan terstruktur yang dibangun melalui logika pemrograman menjadi bekal penting di dunia kerja. Banyak bidang pekerjaan membutuhkan kemampuan analisis dan problem solving yang kuat. Oleh karena itu, logika pemrograman tidak hanya membantu mahasiswa menjadi programmer yang baik, tetapi juga individu yang mampu berpikir logis, terarah, dan siap menghadapi tantangan.
Secara keseluruhan, logika pemrograman merupakan fondasi penting dalam membentuk pola pikir mahasiswa. Dengan memahami logika pemrograman, mahasiswa tidak hanya belajar membuat program, tetapi juga belajar cara berpikir yang sistematis, terstruktur, dan rasional keterampilan yang sangat berguna dalam dunia akademik maupun profesional.
🔍 Tertarik mendalami Teknologi Informasi? Cek Program Studi Teknologi Informasi Universitas Internasional Batam dan pilih peminatanmu: Cloud Engineering, Smart Systems, atau Cyber Intelligence. Segera daftarkan dirimu di Pendaftaran Program Sarjana Teknologi Informasi.
Editor: Ambarwulan, S.T.
Referensi
- Wing, J. M. (2006). Computational Thinking. Communications of the ACM.
- Pressman, R. S. (2014). Software Engineering: A Practitioner’s Approach. McGraw-Hill.
- Downey, A. B. (2015). Think Python: How to Think Like a Computer Scientist. O’Reilly Media.
- Sebesta, R. W. (2012). Concepts of Programming Languages. Pearson Education.
- Cormen, T. H., et al. (2009). Introduction to Algorithms. MIT Press.
- MIT OpenCourseWare. (2023). Introduction to Computer Science and Programming.
- Harvard University. (2023). CS50: Introduction to Computer Science.
- GeeksforGeeks. (2023). Logic Building in Programming.


