Penulis: Rendi Maulana Dly (2541368) | Editor: Sari Tilawah, S.T.
Batam, 3 Maret 2026 – Universitas Internasional Batam (UIB) kembali menyelenggarakan Webinar Series Pendidikan Pancasila #4 melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Internasional Batam (LPPM UIB) dengan mengangkat tema “Pancasila: Sekadar Hafalan atau Pegangan?”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 2 Maret 2026 pukul 20.30 WIB hingga selesai secara daring melalui platform Microsoft Teams dan diikuti oleh mahasiswa dan sivitas akademika UIB yang menghadirkan Antony, S.H., M.H. sebagai narasumber utama dan juga merupakan dosen Program Studi Ilmu Hukum. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari komitmen UIB dalam memperkuat pemahaman dan internalisasi nilai-nilai Pancasila di kalangan mahasiswa di tengah berbagai tantangan sosial dan ideologis di era digital.

Kegiatan ini diawali dengan penjelasan singkat oleh Antony, S.H., M.H. sebagai narsumber utama dengan tajuk “Pancasila sebagai Ideologi dan Pandangan Hidup Bangsa”. Dalam pemaparannya, narasumber menegaskan bahwa Pancasila tidak boleh dipahami sebatas teks normatif yang dihafalkan, melainkan harus diinternalisasikan sebagai pedoman dalam berpikir, bersikap, dan bertindak dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Selain itu, narasumber turut mengajak peserta untuk merefleksikan kembali bagaimana Pancasila selama ini dipahami. Sebagaimana disampaikan dalam materi pembuka, sejak bangku sekolah dasar masyarakat diarahkan untuk menghafal Pancasila dari sila pertama hingga sila kelima.

Namun, pertanyaan mendasar dalam forum ini adalah, “Apakah Pancasila hari ini masih menjadi pegangan hidup bangsa, atau hanya tinggal hafalan?”. Antony, S.H., M.H. menjelaskan “Indonesia merupakan negara majemuk yang terdiri atas beragam suku, agama, ras, dan budaya Kemajemukan tersebut merupakan kekayaan bangsa yang harus dikelola dengan nilai-nilai Pancasila agar tetap terjaga persatuan dan kesatuan nasional”, ujarnya.

Narasumber mengajak peserta untuk merefleksikan berbagai fenomena sosial yang terjadi di Indonesia sebagai negara multietnis, multiagama, dan multikultural, serta menempatkan Pancasila sebagai solusi dalam menghadapi berbagai tantangan kebangsaan. Lebih lanjut, narasumber membedakan antara Pancasila sebagai “sekadar hafalan” dan Pancasila sebagai “pegangan hidup”. Jika hanya dihafal, Pancasila bersifat seremonial, simbolik, dan kognitif. Namun apabila dijadikan pegangan, Pancasila harus dihidupi secara substansial, etis, praktis, dan transformasional. Implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari ditegaskan melalui sikap toleransi, anti-diskriminasi, nasionalisme, demokrasi deliberatif, dan keadilan sosial.

Kegiatan berlangsung secara interaktif dan kondusif dengan partisipasi aktif peserta dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Melalui forum ini, peserta diharapkan tidak hanya memahami Pancasila secara konseptual, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kegiatan ini menjadi ruang reflektif bagi mahasiswa untuk memperkuat komitmen kebangsaan serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam bersikap dan bertindak di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.

Dengan terselenggaranya Webinar Series #4 ini, Universitas Internasional Batam menegaskan komitmennya dalam memperkuat pendidikan karakter dan wawasan kebangsaan di lingkungan perguruan tinggi. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari komitmen UIB dalam memperkuat pemahaman dan internalisasi nilai-nilai Pancasila di kalangan mahasiswa di tengah berbagai tantangan sosial dan ideologis di era digital. Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta dampak positif yang berkelanjutan berupa terbentuknya generasi unggul yang berintegritas, berkarakter kuat, serta memiliki kesadaran kebangsaan yang kokoh dalam menghadapi dinamika global.
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Universitas Internasional Batam


