Penulis: David (2331104) | Editor: Ambarwulan, S.T.

Batam, 30 April 2026
Dalam upaya meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya kesehatan mental dan pencegahan kekerasan seksual, Biro Pengembangan Kemahasiswaan dan Alumni (BPKA) Universitas Internasional Batam (UIB) sukses menyelenggarakan Seminar Kesehatan Mental Health Talk bertajuk “SAFE YOUR MIND, SAFE YOUR BODY: Sexual Awareness dari Sisi Psikologis dan Forensik”. Acara edukatif ini berlangsung pada hari Kamis, 30 April 2026, bertempat di Aula Lantai 2, Gedung Fakultas Kedokteran UIB.

Kegiatan diawali dengan proses registrasi peserta dan pembukaan resmi oleh Master of Ceremony (MC), yang kemudian dilanjutkan dengan penyampaian sambutan oleh Kepala BPKA, Bapak Putra Sabar Hotman Sihombing, S.Kom.
Memasuki sesi inti, pemaparan materi pertama dibawakan oleh dr. Revit Jayanti S, Sp.KJ dengan topik “BREAKING THE SILENCE: SEXUAL AWARENESS, TRAUMA, AND MENTAL HEALTH”. Dalam sesinya, dr. Revit menyoroti tingginya angka kasus kekerasan seksual yang tidak terungkap di masyarakat. “Sekitar 90% kasus tidak dilaporkan dengan alasan stigma, takut, dan tidak ada tempat aman untuk bercerita,” ungkap dr. Revit. Menjelaskan mengenai reaksi tubuh terhadap pengalaman buruk, beliau menegaskan, “Trauma bukan ‘kelemahan’, itu adalah respons normal tubuh terhadap pengalaman abnormal”. Menutup sesinya, dr. Revit memberikan pesan penguatan kepada para peserta, “Healing is possible. Recovery is real. Banyak survivor berhasil sembuh dan hidup normal lagi”.

Pemaparan materi kedua dilanjutkan oleh dr. Jasa Nita Listiana, Sp.FM yang membahas isu pelecehan dari kacamata hukum dan medis melalui topik “Sexual Awareness dari sudut pandang kedokteran Forensik”. Beliau memberikan pemahaman mendalam mengenai definisi kekerasan seksual berdasarkan UU TPKS No. 12 Tahun 2022 dan KUHP. “Dalam perspektif forensik, kekerasan seksual adalah setiap tindakan seksual yang dilakukan pada korban tanpa persetujuan atau consent,” jelas dr. Jasa Nita. Beliau juga meluruskan mitos yang sering menyalahkan korban saat kejadian. “Tubuh bisa ‘membeku’ (freeze) saat takut. Tidak melawan bukan berarti setuju. Diam bukan berarti menyetujui, sepakat, mengizinkan, menerima, atau mempersilakan. Silence is not consent,” tegasnya.

Setelah sesi pemaparan dari praktisi medis, agenda dilanjutkan dengan Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (PPKPT) yang dipimpin kembali oleh Bapak Putra Sabar Hotman Sihombing, S.Kom. Beliau memaparkan peran krusial Satgas PPKPT di lingkungan kampus. “Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPKPT) adalah bagian khusus di perguruan tinggi yang bertugas memastikan lingkungan kampus yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan,” ujar Bapak Putra. Beliau juga mengimbau seluruh sivitas akademika untuk tidak ragu melapor. “Segera melapor apabila Anda melihat, mengetahui, maupun mengalami tindak kekerasan oleh atau terhadap masyarakat dalam lingkungan Universitas Internasional Batam,” tambahnya.

Antusiasme peserta terlihat pada sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif antara mahasiswa dan para narasumber. Rangkaian seminar kesehatan mental ini akhirnya ditutup dengan penyampaian kesimpulan oleh MC dan diakhiri dengan sesi foto bersama seluruh peserta, panitia, dan pembicara.
Biro Pengembangan Kemahasiswaan dan Alumni (BPKA)
Universitas Internasional Batam


