Penulis: Kaila Najira Putri (2432051) | Editor: Ambarwulan, S.T.

Perwakilan institusi pendidikan gizi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia menghadiri kegiatan Workshop dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Gizi Indonesia (AIPGI) Tahun 2026 yang diselenggarakan di Hotel Kristal, Jakarta pada tanggal 30 April hingga 2 Mei 2026. Pada kegiatan ini, Program Studi Gizi Universitas Internasional Batam (UIB) turut berpartisipasi yang diwakili oleh MIftahul Jannah, S.Gz., M.Gz., selaku Kepala Program Studi Gizi UIB. Kegiatan ini menjadi wadah strategis dalam membahas pengembangan kompetensi, pendidikan, serta peluang karir bagi para lulusan dan tenaga gizi kedepannya.

Kegiatan hari pertama, 30 April 2026, diawali dengan pembukaan oleh Muh. Nur Hasan Syah, S.Gz., M.Kes. selaku Ketua Panitia Pelaksana, Prof. Dr. Budi Setiawan, MS selaku Ketua Umum AIPGI, serta Dr. A. Fahmy A. Tsani, S.Gz., M.Sc., RD selaku Sekretaris Umum AIPGI. Selanjutnya, disampaikan laporan kegiatan AIPGI tahun 2025 oleh Ketua Umum AIPGI sebagai bentuk refleksi dan evaluasi program kerja sebelumnya.

Pada sesi berikutnya, dibahas update Standar Kompetensi Tenaga Gizi oleh Prof. Dr. Evy Damayanthi, MS (Ketua Kolegium Gizi) dan Ibu Gunarti Yahya, DCN., MM., RD (Pokja Konsil Tenaga Gizi). Dalam pembahasan tersebut disampaikan bahwa tenaga gizi di Indonesia ke depan akan dikelompokkan menjadi empat kategori berdasarkan kompetensi, yaitu Teknisi Nutrisionis, Teknisi Utama Nutrisionis, Nutrisionis, dan Dietisien. Selain itu, ditegaskan bahwa lulusan sarjana gizi perlu melanjutkan pendidikan ke jenjang profesi apabila ingin berkarier sebagai tenaga gizi.
Pembahasan selanjutnya berfokus pada penyetaraan kurikulum multistrata gizi yang mencakup jenjang sarjana, magister, hingga doktoral. Sesi ini menghadirkan narasumber Ibu Catur Saptaning Wilujeng, S.Gz., MPH, Dr. Etika Ratna Noer, S.Gz., M.Si, dan Prof. Dr. dr. Aryono Hendarta, Sp.A(K), serta dipandu oleh Dr. Nia Novita Wirawan. Diskusi ini menyoroti rencana harmonisasi kurikulum oleh AIPGI serta penyesuaian standar kompetensi sarjana gizi yang saat ini masih dalam tahap penyempurnaan.
Selanjutnya, dibahas pula peran organisasi profesi dengan narasumber Ir. Doddy Izwardy, B.Sc., MA., Ph.D selaku Ketua Umum DPP Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) dan Prof. Dr. Ir. Ikeu Tanziha, M.S. sebagai perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN). Dalam sesi ini disampaikan bahwa organisasi profesi menyediakan berbagai pelatihan bersertifikat (SKP) untuk meningkatkan kompetensi lulusan. Selain itu, peluang kerja bagi lulusan gizi juga semakin terbuka luas, khususnya melalui program pembangunan dapur MBG yang membutuhkan tenaga ahli gizi dalam jumlah besar.

Pada hari kedua, 1 Mei 2026, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan mengenai pembukaan Program Studi Pendidikan Profesi Nutrisionis (PP Nutrisionis) oleh Prof. Dr. Ir. Hardinsyah, M.S. selaku Kepala Program Studi PP Nutrisionis IPB University secara Daring (Online). Sesi ini memberikan gambaran terkait proses dan persyaratan pendirian program studi profesi, termasuk ketentuan akreditasi minimal dan kualifikasi tenaga pengajar. Disampaikan pula bahwa saat ini terdapat dua jenis program profesi di bidang gizi, yaitu Pendidikan Profesi Nutrisionis dan Pendidikan Profesi Dietisien.
Selanjutnya, Dr. Arum Atmawikarta, SKM, MPH dari LAM-PTKes memaparkan tentang penjaminan mutu pendidikan tinggi gizi di Indonesia, yang menekankan bahwa standar akreditasi nasional telah memiliki relevansi dengan tingkat internasional. Kegiatan juga dilanjutkan dengan sharing session pembukaan program studi gizi multistrata, yang membahas strategi dan tantangan dalam pengembangan program studi baru. Pada hari yang sama, dilaksanakan Rapat Kerja Nasional AIPGI 2026 yang membahas rencana kerja organisasi untuk satu tahun ke depan. Kegiatan ini ditutup dengan penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) berdasarkan berbagai masukan dan hasil diskusi selama workshop berlangsung.

Memasuki hari terakhir, 2 Mei 2026, kegiatan diawali dengan senam bersama yang dipimpin oleh Dr. Mury Kuswari, S.Pd., M.Si., yang merupakan pakar gizi olahraga. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional, sebelum seluruh rangkaian acara resmi ditutup. Melalui kegiatan Workshop dan Rakernas AIPGI 2026 ini, diharapkan tercipta sinergi yang lebih kuat antarinstitusi pendidikan gizi di Indonesia dalam meningkatkan kualitas pendidikan, kompetensi lulusan, serta kesiapan menghadapi tantangan dan peluang di dunia kerja profesional.
Program Sarjana Gizi
Universitas Internasional Batam


