Penulis: Jevin Lyzabeth (2411056)
Pernah pulang kuliah dan motor kamu terendam air di parkiran? Atau susah keluar dari mall karena parkiran banjir setelah hujan deras? Masalah ini bukan sekadar tidak nyaman, ini adalah masalah infrastruktur yang serius. Dan salah satu solusinya sudah ada, yaitu pervious concrete atau beton berpori.
A. Batam dan Masalah Genangan yang Tak Kunjung Selesai
Batam, sebagai kota industri yang terus berkembang, punya masalah banjir dan genangan yang sudah menahun. Tercatat ada 20 titik banjir di Batam, dengan penyebab utama drainase yang tidak berfungsi maksimal, mulai dari saluran yang terlalu kecil, tersumbat sampah, hingga kolaps.
Menurut Hendrik Hermawan, pendiri Akar Bhumi Indonesia, banjir di Batam merupakan dampak dari makin berkurangnya daerah resapan, diperparah buruknya sistem drainase. “Jadi, meski cuma hujan lokal, kalau lebat seperti ini akhirnya menciptakan banjir,” ujarnya.
Bahkan Wali Kota Batam sendiri mengakui bahwa air hujan tidak lagi terserap alam dan langsung masuk ke jalan-jalan, sementara pelebaran jalan belum diimbangi dengan drainase yang memadai. Saluran drainase eksisting di kawasan rawan banjir tidak mampu menampung debit curah hujan bahkan untuk periode ulang 2 tahun sekalipun.
Di sinilah pervious concrete hadir sebagai bagian dari solusi, khususnya untuk area parkiran dan perkerasan ringan.
1. Apa Itu Pervious Concrete?

Beton berpori (pervious atau porous concrete) adalah jenis beton yang dirancang khusus agar memiliki pori-pori besar, sehingga air hujan atau air permukaan lainnya dapat langsung meresap ke tanah di bawahnya. Dengan kemampuan ini, beton berpori mampu mengurangi genangan air, mengurangi beban sistem drainase kota, dan membantu pengelolaan air tanah.
Menurut ACI 522R-06, beton berpori merupakan jenis beton dengan nilai slump nol yang tersusun dari semen portland, agregat kasar, sedikit atau tanpa agregat halus, admixture, dan air. Kombinasi ini menghasilkan material yang keras namun berpori, memungkinkan cairan mengalir dengan mudah melalui rongganya.
2. Bagaimana Cara Kerjanya?
Prinsipnya sederhana: tidak seperti beton konvensional yang padat dan kedap air, pervious concrete memiliki rongga sebesar 15–25% dari total volumenya. Air yang jatuh di permukaannya langsung meresap ke bawah, bukan menggenang.
Rumus permeabilitas (laju resapan air):

k = koefisien permeabilitas (cm/detik)
Q = debit air yang meresap (cm3/detik)
A = luas penampang (cm2)
I = gradien hidrolik
Pervious concrete umumnya memiliki nilai permeabilitas 0,2 – 0,54 cm/detik, jauh lebih tinggi dibanding beton konvensional yang mendekati nol.
Rumus porositas:

n = porositas (%)
Vv = volume pori
Vt = volume total beton
Keunggulan vs Keterbatasan
| Aspek | Pervious Concrete | Beton Konvensional |
| Kemampuan serap air | Tinggi (15-25% pori) | Tidak ada |
| Kuat tekan | 10-28 MPa | 20-40 MPa |
| Cocok untuk | Parkiran, trotoar, jalur pejalan kaki | Struktur, Gedung, jalan utama |
| Perawatan | Perlu pembersihan berkala | Relatif lebih mudah |
| Ramah lingkungan |
√
|
– |
Pervious concrete cocok digunakan untuk konstruksi jalan perumahan, area parkir dengan beban terbatas, lapangan olahraga, trek jogging, atau trotoar, dengan kuat tekan terbatas hingga K-225.
3. Standar yang Berlaku
Penggunaan pervious concrete di Indonesia mengacu pada beberapa standar:
- ACI 522R-10 , Report on Pervious Concrete (panduan teknis internasional)
- SNI 03-2914-1992, Spesifikasi Beton Bertulang Kedap Air (sebagai acuan mutu beton)
- SNI 03-6767-2002, Tata Cara Perencanaan Sistem Drainase Perkotaan
- Peraturan Menteri PUPR No. 12 Tahun 2014, tentang Penyelenggaraan Sistem Drainase Perkotaan (menganjurkan penggunaan perkerasan permeabel sebagai bagian dari manajemen air hujan)
Editor: Hadijah Aulia Putri (2411075)
Daftar Pustaka
- American Concrete Institute. (2010). ACI 522R-10: Report on Pervious Concrete. ACI Committee 522.
- Badan Standardisasi Nasional. (2002). SNI 03-6767-2002: Tata Cara Perencanaan Sistem Drainase Perkotaan. BSN.
- Savitri, A. (2025). Analisis Kapasitas Saluran Drainase pada Wilayah Rawan Banjir dengan SWMM. Media Konstruksi, 10(1). Universitas Internasional Batam.
- Batam Pos. (2024, Mei). Ada 20 Titik Banjir di Batam, Drainase Induk Banyak Kolaps. https://metro.batampos.co.id
- Mongabay Indonesia. (2025, Mei). Batam Banjir Parah, Dampak Area Resapan Berkurang? https://www.mongabay.co.id
- BMKG. (2025). Banjir, Rob, dan Genangan: Penyebab, Dampak, dan Upaya Penanggulangan. https://kms.bmkg.go.id
- Belajar Beton. (2023). Beton Pracetak Berpori: Solusi Konstruksi Ramah Lingkungan. https://belajarbeton.com
- Universitas Riau Kepulauan. Batam, Banjir dan Permasalahannya. https://www.unrika.ac.id



