Dosen Akuntansi UIB Publikasikan Riset Green Innovation di Jurnal Scopus Q3

Penulis: Amelia Asadi, S.M | Editor: Gilang Ananda, S.Kom.,M.M.

Program Studi Akuntansi Universitas Internasional Batam (UIB) kembali mencatat prestasi di bidang penelitian. Kali ini, dosen Akuntansi UIB, Erna Wati, S.E., M.M., CSRS+, CSRA+, CSP, berhasil memublikasikan penelitian pada jurnal internasional bereputasi.

Erna Wati bersama Serly, Iskandar Itan, dan Jackie Rosana menerbitkan artikel berjudul “Green Innovation, Sustainability Disclosure, and Firm Value: Evidence from Indonesia.” Artikel tersebut dimuat dalam Journal of Global Business and Technology (JGBAT), Volume 22, Number 2 Tahun 2026.

Jurnal tersebut telah terindeks Scopus dan berada pada Quartile 3 (Q3). Capaian ini sekaligus memperkuat kontribusi UIB dalam pengembangan penelitian yang berkaitan dengan bisnis dan keberlanjutan.

Mengkaji Green Innovation pada Perusahaan Indonesia

Penelitian ini mengkaji pengaruh green innovation terhadap sustainability disclosure dan firm value. Peneliti menggunakan 438 observasi perusahaan-tahun selama periode 2019–2024.

Data berasal dari perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan menerbitkan laporan keberlanjutan. Selanjutnya, peneliti menganalisis data menggunakan metode Ordinary Least Squares (OLS).

Selain itu, penelitian menggunakan Heckman Two-Stage Regression. Metode tersebut digunakan untuk memperkuat pengujian dan melihat konsistensi hasil penelitian.

Green Innovation Diukur melalui Lima Dimensi

Dalam penelitian ini, green innovation tidak hanya dilihat dari inovasi produk maupun proses. Peneliti menggunakan pendekatan yang lebih luas melalui lima dimensi.

Kelima dimensi tersebut meliputi green process innovation, green product innovation, green organizational culture, green supply chain management, dan green marketing.

Secara keseluruhan, lima dimensi tersebut terdiri atas 19 indikator. Dengan pendekatan ini, penerapan inovasi hijau di dalam perusahaan dapat dianalisis secara lebih menyeluruh.

Dampak Green Innovation Belum Selalu Terlihat dalam Jangka Pendek

Hasil penelitian menunjukkan bahwa green innovation memiliki pengaruh negatif terhadap firm value dan sustainability disclosure. Koefisien green innovation terhadap firm value tercatat sebesar -2,193. Sementara itu, koefisien terhadap sustainability disclosure sebesar -0,102.

Hasil tersebut tetap konsisten setelah diuji menggunakan Heckman Two-Stage Regression.

Temuan ini menunjukkan bahwa investasi dalam inovasi hijau belum tentu menghasilkan dampak positif dalam waktu singkat. Salah satu penyebabnya adalah tingginya biaya investasi pada tahap awal.

Selain itu, perusahaan juga membutuhkan perubahan dalam organisasi. Manfaat finansial dari inovasi tersebut pun belum tentu dapat dirasakan secara langsung. Kondisi ini dapat memengaruhi penilaian pasar terhadap perusahaan.

Tawarkan Pendekatan Green Innovation yang Lebih Komprehensif

Dari sisi kebaruan, penelitian ini menawarkan pengukuran green innovation yang lebih komprehensif. Penelitian sebelumnya cenderung menggunakan jumlah paten, pengeluaran penelitian dan pengembangan, atau hanya berfokus pada inovasi produk dan proses.

Sebaliknya, penelitian ini mencakup aspek teknis, budaya organisasi, rantai pasok, hingga pemasaran. Oleh karena itu, pendekatan tersebut dapat memberikan gambaran yang lebih luas tentang penerapan inovasi hijau dalam kegiatan bisnis.

Penelitian juga menunjukkan bahwa dampak inovasi hijau perlu dilihat berdasarkan kondisi dan karakteristik setiap perusahaan. Hal ini menjadi penting terutama pada negara berkembang seperti Indonesia.

Dorong Pelaporan Keberlanjutan yang Kredibel

Penelitian ini juga memberikan manfaat praktis bagi perusahaan. Program ramah lingkungan perlu diselaraskan dengan pelaporan keberlanjutan yang kredibel.

Dengan demikian, perusahaan tidak hanya menjalankan program inovasi hijau. Perusahaan juga perlu memastikan hasil serta prosesnya dapat diukur dan dikomunikasikan secara transparan kepada para pemangku kepentingan.

Selain bagi perusahaan, hasil penelitian dapat menjadi pertimbangan bagi pembuat kebijakan. Salah satunya dalam memperkuat infrastruktur pengungkapan keberlanjutan.

Kebijakan yang tepat juga dapat mendorong perusahaan meningkatkan kualitas dan keterbandingan informasi keberlanjutan.

UIB Terus Dorong Penelitian yang Berdampak

Ketua LPPM UIB, Dr. Hari Sutra Disemadi, menyampaikan bahwa publikasi tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi UIB dalam mendorong penelitian yang relevan dengan perkembangan dunia usaha dan agenda keberlanjutan.

“Publikasi ini menunjukkan bahwa penelitian dosen UIB tidak hanya berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga menghasilkan temuan yang dapat menjadi masukan bagi dunia usaha dan pemangku kebijakan, khususnya dalam penguatan praktik bisnis berkelanjutan,” ujarnya.

UIB berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas penelitian dan publikasi ilmiah dosen. Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi, penguatan kapasitas peneliti, serta pengembangan riset yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha.9487

Melalui berbagai penelitian berkualitas, UIB terus mendorong lahirnya karya akademik yang memberi kontribusi bagi pembangunan berkelanjutan.

Ingin menjadi bagian dari lingkungan akademik yang aktif dalam penelitian, inovasi, dan kolaborasi internasional? Bergabunglah bersama Universitas Internasional Batam. Daftar sekarang melalui pendaftaran.uib.ac.id dan mulai perjalananmu bersama UIB!

 

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Universitas Internasional Batam

Baloi-Sei Ladi, Jl. Gajah Mada, Tiban Indah, Kec. Sekupang, Kota Batam, Kepulauan Riau 29426
(0778) 7437111
Temukan kami

Telusuri