Penulis: Leonardo, S.Ars | Editor: Gilang Ananda, S.Kom.,M.M
Program Studi Ilmu Hukum Universitas Internasional Batam (UIB) kembali mencatat prestasi akademik. Assoc. Prof. Dr. Winsherly Tan, S.H., M.H. bersama tim peneliti berhasil menerbitkan artikel ilmiah pada SASI, jurnal ilmu hukum terindeks SINTA 2 yang dikelola Fakultas Hukum Universitas Pattimura.
Artikel tersebut berjudul “Harmonizing Legal Positivism and Natural Law for Social Engineering: Addressing Child Marriage in Indonesian Indigenous Communities.” Artikel diterbitkan dalam SASI Volume 32 Nomor 3 Tahun 2026, halaman 286–298.
Proses publikasi berlangsung selama beberapa bulan. Artikel diajukan pada Maret 2026 dan kemudian melewati proses seleksi serta reviu. Setelah itu, artikel diterima untuk dipublikasikan pada Juli 2026.

Kolaborasi Riset UIB dan Gauhati University India
Publikasi tersebut merupakan hasil riset kolaboratif dosen Ilmu Hukum UIB bersama peneliti dari Gauhati University, India. Kolaborasi lintas negara ini menunjukkan komitmen UIB dalam memperluas jejaring akademik dan penelitian internasional.
Selain memperkuat kolaborasi global, penelitian tersebut juga menunjukkan kontribusi akademisi UIB terhadap pengembangan ilmu hukum. Secara khusus, penelitian membahas perlindungan hukum bagi masyarakat adat dan kelompok pedalaman di Indonesia.
Mengkaji Perkawinan Anak pada Masyarakat Adat
Penelitian ini mengkaji pendekatan penegakan hukum yang partisipatif untuk melindungi hak asasi manusia. Fokus utamanya berada pada persoalan perkawinan anak yang masih terjadi di sejumlah masyarakat adat Indonesia.
Beberapa komunitas yang menjadi konteks penelitian antara lain Suku Anak Dalam, masyarakat Madura di Sumenep, dan Suku Orang Laut.
Dalam kajiannya, tim peneliti menganalisis positivisme hukum, hukum sebagai alat rekayasa sosial, serta teori hukum alam. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif. Selain itu, peneliti memadukan pendekatan perundang-undangan dengan pendekatan konseptual.
Hasil penelitian menunjukkan adanya ketegangan antara hukum negara dan hukum adat dalam persoalan perkawinan anak. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang mampu mempertemukan kedua sistem tersebut. Tujuannya adalah memperkuat perlindungan terhadap hak anak dalam masyarakat adat.

(Sumber: LPPM UIB)
Pendekatan Integratif Menjadi Solusi
Penelitian ini juga menawarkan kebaruan dari sisi pendekatan hukum.
Menurut hasil kajian, positivisme hukum maupun hukum alam belum memberikan solusi yang memadai apabila diterapkan secara terpisah. Terutama, ketika kedua konsep tersebut digunakan untuk menghadapi kompleksitas perkawinan anak dalam masyarakat adat Indonesia.
Karena itu, penelitian menawarkan pendekatan integratif yang mengacu pada konsep hukum Roscoe Pound. Konsep tersebut kemudian diperkuat dengan pendekatan positivisme hukum dan hukum alam.
Pendekatan ini dinilai berpotensi mendukung reformasi hukum. Pada saat yang sama, penerapannya tetap mempertimbangkan nilai budaya yang berkembang di masyarakat adat.
Dengan demikian, reformasi hukum tidak hanya berorientasi pada aturan negara. Prosesnya juga perlu memperhatikan kondisi sosial dan budaya masyarakat yang terdampak.
Dorong Pendidikan Hukum yang Peka Budaya
Hasil penelitian memberikan implikasi praktis bagi pembuat kebijakan, perancang hukum, dan masyarakat adat.
Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah memperkuat kegiatan partisipatif. Pemerintah, ketua adat, pemuka agama, serta komunitas lokal dapat terlibat melalui diskusi kelompok terarah.
Selain itu, pendidikan hukum perlu disampaikan dengan pendekatan yang peka terhadap budaya masyarakat setempat. Upaya tersebut dapat membantu memperbaiki praktik adat yang bertentangan dengan hak anak.
Akses terhadap pencatatan perkawinan juga perlu ditingkatkan. Begitu pula dengan pemahaman mengenai mekanisme dispensasi melalui pengadilan.
Melalui berbagai pendekatan tersebut, praktik perkawinan anak di kalangan masyarakat adat diharapkan dapat diminimalkan. Pada akhirnya, perlindungan, keselamatan, dan hak anak dapat semakin diperkuat.

(Sumber: LPPM UIB)
LPPM UIB Apresiasi Capaian Penelitian
Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIB, Dr. Hari Sutra Disemadi, S.H., M.H., memberikan apresiasi kepada Winsherly Tan dan tim peneliti.
Ia menilai publikasi tersebut menunjukkan kemampuan dosen UIB dalam menghasilkan penelitian pada konteks yang belum banyak dikaji. Selain itu, kolaborasi dengan mitra dari India turut menunjukkan upaya UIB memperkuat eksistensi dan daya saing akademik pada tingkat global.
UIB Terus Perkuat Budaya Riset dan Kolaborasi Global
Capaian ini memperkuat komitmen Universitas Internasional Batam dalam membangun budaya riset yang unggul. UIB juga terus membuka peluang kolaborasi dengan berbagai institusi nasional maupun internasional.
Ke depan, UIB akan mendorong dosen untuk menghasilkan penelitian yang inovatif dan relevan. Penelitian tersebut diharapkan mampu menjawab persoalan pada tingkat lokal, regional, hingga global.
Lebih dari itu, publikasi ilmiah UIB diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, dan masyarakat.
Ingin berkembang di lingkungan kampus yang aktif dalam riset, inovasi, dan kolaborasi internasional? Bergabunglah bersama Universitas Internasional Batam dan raih kesempatan untuk belajar dengan perspektif global. Daftar sekarang melalui pendaftaran.uib.ac.id.
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Universitas Internasional Batam

