Penulis: Muhammad Ilham Ashiddiq Tresnawan, S.T., B.Sc., M.Sc. | Editor: Gilang Ananda, S.Kom.,M.M

Sumber: Hasil Olahan menggunakan AI
Kamu mungkin pernah dengar cerita ini: seorang teman baru saja di-PHK karena posisinya digantikan otomatisasi berbasis AI. Atau justru sebaliknya, ada teman lain yang gajinya melonjak drastis karena satu skill: memahami dan mengoperasikan AI di pekerjaannya.
Kedua cerita itu sama-sama nyata, dan sama-sama sedang terjadi sekarang.
World Economic Forum dalam laporan Future of Jobs 2026 memproyeksikan sekitar 170 juta pekerjaan baru akan tercipta akibat AI hingga 2030, namun di saat yang sama, sekitar 92 juta pekerjaan lama diperkirakan hilang. Yang membuat data ini menegangkan bukan selisih positifnya, tapi kenyataan bahwa orang yang kehilangan pekerjaan bukan otomatis orang yang akan mengisi pekerjaan baru itu. Jaraknya disebut reskilling gap, dan menurut riset yang sama, pekerja yang mampu menunjukkan kecakapan AI di bidangnya rata-rata dibayar 56% lebih tinggi dibanding rekan sejawat tanpa skill tersebut.
Pertanyaannya sekarang bukan lagi “apakah AI akan mengambil pekerjaanku?”, tapi “apakah aku akan jadi bagian dari yang 170 juta, atau yang 92 juta?”
AI Tidak Menghapus Kebutuhan Skill Teknis, Ia Mengubah Bentuknya
Banyak calon mahasiswa ragu masuk jurusan Teknologi Informasi karena mengira “toh nanti AI yang menulis kode, ngapain belajar programming?” Anggapan ini keliru, dan datanya jelas menunjukkan sebaliknya.
Laporan dari berbagai lembaga riset ketenagakerjaan di 2026 justru menunjukkan permintaan tenaga IT di Indonesia terus tumbuh, dengan proyeksi pertumbuhan pasar layanan IT sekitar 12% per tahun. Yang berubah bukan apakah kamu perlu belajar IT, tapi apa yang perlu kamu kuasai di dalamnya. Posisi-posisi seperti AI Engineer, Cloud Solutions Architect, dan Cybersecurity Specialist justru menjadi yang paling dicari dan digaji tinggi, karena perusahaan tidak butuh orang yang sekadar bisa memakai AI, tapi orang yang paham cara membangun, mengintegrasikan, dan mengamankan sistem di baliknya.
Dengan kata lain: AI tidak menggantikan orang IT. AI menggantikan orang IT yang berhenti belajar.
Tiga Fondasi yang Membedakan “Pengguna AI” dan “Pencipta Solusi AI”
Riset dari berbagai kampus dan lembaga karier di 2026 konsisten menyoroti tiga kompetensi yang membuat lulusan IT tetap unggul di tengah otomatisasi:
1. Fondasi teknis yang kuat, bukan sekadar bisa “prompting” Memahami cara kerja algoritma, data, cloud computing, dan arsitektur sistem adalah yang membedakan pengguna AI biasa dari orang yang bisa membangun solusi AI untuk bisnis nyata.
2. Kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah kompleks AI bisa mengolah data secepat kilat, tapi keputusan strategis, menilai mana solusi yang tepat untuk masalah bisnis tertentu, tetap membutuhkan manusia yang mengerti konteks.
3. Mindset lifelong learner Karena siklus hidup sebuah skill teknis kini jauh lebih pendek dari dulu, kemampuan beradaptasi dan terus meng-upgrade diri menjadi bukan sekadar nilai tambah, tapi syarat bertahan.
Di Sinilah Kuliah di Prodi Teknologi Informasi Berperan
Ketiga fondasi itu tidak didapat hanya dengan menonton video tutorial atau ikut kursus AI singkat. Dibutuhkan struktur belajar yang membangun logika dari dasar, algoritma, struktur data, jaringan, basis data, sekaligus ruang untuk praktik langsung lewat proyek nyata, magang, dan kolaborasi lintas bidang.
Di Program Studi Teknologi Informasi Universitas Internasional Batam, kombinasi ini dirancang secara sengaja: mahasiswa tidak hanya diajari cara memakai tools AI, tapi memahami cara kerja di baliknya, mulai dari machine learning, cloud computing, hingga keamanan siber, sambil terus diasah lewat proyek kelompok, organisasi kampus, dan pengalaman praktik yang membentuk kemampuan problem-solving serta komunikasi lintas tim.
Bayangkan posisi kamu empat tahun dari sekarang: bukan sekadar lulusan yang “bisa pakai ChatGPT”, tapi seseorang yang dipercaya merancang sistem, membangun otomatisasi, atau mengamankan infrastruktur digital sebuah Perusahaan, persis profil yang menurut riset di atas dibayar signifikan lebih tinggi.
Jangan Tunggu Sampai Kesenjangan Itu Menutup Pintu untukmu
Reskilling gap yang disebut WEF itu nyata, dan ia tidak menunggu siapa pun siap. Jarak antara jadi bagian dari 170 juta peluang baru atau 92 juta yang tertinggal ditentukan sejak keputusan hari ini, termasuk keputusan tentang di mana dan bagaimana kamu membangun fondasi keilmuanmu.
Kalau kamu ingin jadi orang yang menciptakan solusi dengan AI, bukan sekadar penonton perubahannya, mulai langkah itu dari sekarang. Cari tahu lebih lanjut tentang Program Studi Teknologi Informasi Universitas Internasional Batam dan pilih peminatanmu: Cloud Engineering, Smart Systems, atau Cyber Intelligence. Segera daftarkan dirimu di Pendaftran Program Sarjana Teknologi Informasi.
Referensi
- World Economic Forum. (2026). Four Futures for Jobs in the New Economy: AI and Talent in 2030. https://www.weforum.org/publications/four-futures-for-jobs-in-the-new-economy-ai-and-talent-in-2030/
- World Economic Forum. (2026). Davos: What to know about jobs and skills transformation. https://www.weforum.org/stories/2026/01/davos-here-s-what-to-know-about-jobs-and-skills-transformation/
- World Economic Forum. (2026). The future of jobs: 6 decision-makers on AI and talent strategies. https://www.weforum.org/stories/2026/01/how-ai-will-affect-work-in-different-industries/
- AI Magicx. (2026). AI and the Future of Work in 2026: The WEF Report Every Manager Needs to Read. https://www.aimagicx.com/blog/wef-ai-future-of-work-manager-guide-2026
- Koding Akademi. (2026). Peluang Kerja Jurusan IT 2026. https://www.kodingakademi.id/peluang-kerja-jurusan-it-2026/
- Universitas Bina Sarana Informatika. (2026). Karier di Era AI: Skill yang Harus Dimiliki Mahasiswa dan Alumni agar Tetap Relevan di Pasar Kerja 2026. https://news.bsi.ac.id/berita/karier-di-era-ai-skill-yang-harus-dimiliki-mahasiswa-dan-alumni-agar-tetap-relevan-di-pasar-kerja-2026/
- Fasilkom Narotama. (2026). Prediksi Tren IT 2026 yang Wajib Dikuasai. https://fasilkom.narotama.ac.id/2026/01/prediksi-tren-it-2026-skill-yang-wajib.html


