Program Studi Kedokteran UIB Gelar Annual Curriculum Review 2025/2026

Penulis: Jonathan – 2231166 | Editor: Gilang Ananda, S.Kom.,M.M

Program Studi Kedokteran Universitas Internasional Batam (UIB) menggelar Focus Group Discussion Annual Curriculum Review 2025/2026 pada Selasa, 8 September 2026. Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada pukul 14.00 WIB.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya evaluasi dan pengembangan kurikulum secara berkelanjutan di Program Studi Kedokteran UIB. Annual Curriculum Review menjadi forum untuk meninjau pelaksanaan kurikulum, mengevaluasi proses pembelajaran, serta memperoleh masukan dari berbagai pemangku kepentingan terkait kesesuaian kurikulum dengan kebutuhan pendidikan kedokteran dan pelayanan kesehatan.

Kegiatan melibatkan berbagai stakeholder dari lingkungan akademik dan pelayanan kesehatan, di antaranya dosen dan sivitas akademika Fakultas Kedokteran Universitas Internasional Batam, rumah sakit mitra, puskesmas, Dinas Kesehatan Kota Batam, organisasi profesi, klinik, serta pihak terkait lainnya. Beberapa institusi yang terlibat antara lain RS BP Batam, RS JKO Engku Haji Daud, Dinas Kesehatan Kota Batam, RS Bhayangkara Batam, Klinik Alam Sehat Batu Aji, serta Perki Cabang Kepri.

(Sambutan dari Dekan Fakultas Kedokteran)

Evaluasi Kurikulum untuk Memperkuat Pendidikan Kedokteran

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Dekan Fakultas Kedokteran UIB, dr. Wira Mondana, M.Ked(Ped), Sp.A, Subsp. Kardio. Sambutan menjadi bagian awal kegiatan sebelum peserta memasuki sesi pemaparan dan diskusi mengenai pelaksanaan kurikulum Program Studi Kedokteran.

Annual Curriculum Review menjadi momentum untuk melihat kembali pelaksanaan kurikulum yang telah berjalan serta mengidentifikasi aspek pembelajaran yang perlu dipertahankan dan dikembangkan. Evaluasi dilakukan dengan mempertimbangkan keterkaitan antara materi pembelajaran, kompetensi mahasiswa, keterampilan klinis, serta kebutuhan pelayanan kesehatan.

Melalui proses evaluasi secara berkala, kurikulum diharapkan dapat terus disesuaikan dengan perkembangan pendidikan kedokteran dan kebutuhan masyarakat. Keterlibatan berbagai pihak juga menjadi bagian penting dalam memperoleh perspektif yang lebih luas terhadap pelaksanaan pendidikan kedokteran di UIB.

(Pemaparan Materi oleh Kepala Prodi Kedokteran)

Program Studi Kedokteran UIB Paparkan Kurikulum yang Berjalan

Selanjutnya, Kepala Program Studi Kedokteran UIB, dr. Aries Maulana Sp.PA memaparkan kurikulum yang sedang diterapkan pada Program Studi Kedokteran. Pemaparan mencakup struktur Kurikulum Program Sarjana Kedokteran serta Program Profesi, termasuk tahapan pembelajaran dan kompetensi yang dikembangkan pada setiap fase.

Kurikulum Sarjana Kedokteran disusun secara bertahap mulai dari fase dasar hingga persiapan klinik. Pada fase awal, mahasiswa mendapatkan pembelajaran mengenai keterampilan belajar dan dasar ilmu biomedik, termasuk Bioetik dan Humaniora. Sementara itu, semester 7–8 diarahkan sebagai fase persiapan klinik yang mengintegrasikan ilmu teoritis dengan praktik klinik.

Dalam struktur tersebut terdapat sejumlah blok pembelajaran, seperti Pediatrik, Tumbuh Kembang, Forensik, Radiologi, Kegawatdaruratan, Kedokteran Komunitas, serta Keterampilan Klinis Dasar Komprehensif. Kurikulum juga menyediakan mata kuliah pilihan yang berkaitan dengan kearifan lokal Batam dan Kepulauan Riau, yaitu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi, Kedokteran Industri, serta Kedokteran Komplementer.

Selain Program Sarjana, pemaparan juga mencakup Program Profesi yang dibagi menjadi empat tahap. Tahap 1–2 berfokus pada penguatan kemampuan dasar klinis, seperti anamnesis, pemeriksaan fisik, penalaran klinis, dan etika profesi. Sementara tahap 3–4 diarahkan pada fase surgikal dan kesehatan masyarakat dengan kasus klinis yang lebih kompleks.

Pemaparan kurikulum menjadi pengantar bagi peserta sebelum memasuki sesi diskusi dan evaluasi. Melalui pemaparan tersebut, peserta memperoleh gambaran mengenai struktur dan pelaksanaan kurikulum yang berjalan sehingga dapat memberikan tanggapan dan masukan berdasarkan pengalaman serta kebutuhan di lapangan.

(Masukan dari Mitra, Dosen, Mahasiswa dan Alumni)

Penguatan Integrasi Teori, Praktikum, dan Keterampilan Klinis

Hasil review terhadap pelaksanaan kurikulum tahun pertama menunjukkan bahwa pembelajaran Semester 1 dan Semester 2 telah menerapkan integrasi antara teori, praktikum, Keterampilan Klinis Dasar (KKD), Problem-Based Learning (PBL), dan kegiatan lapangan. Review dilakukan melalui evaluasi pembelajaran serta wawancara dengan dosen terkait.

Pada Semester 1, mahasiswa mengikuti blok Keterampilan Belajar, Biomedik 1, Biomedik 2, Biomedik 3, serta mata kuliah Agama dan Pancasila. Blok Keterampilan Belajar dirancang untuk membantu mahasiswa beradaptasi dengan pendidikan kedokteran melalui pembelajaran adult learning, learning style, strategi belajar, persiapan ujian, manajemen stres, berpikir kritis, literature review, pencarian literatur, note taking, dan membaca efektif. Mahasiswa juga mengikuti PBL, pembuatan mind map, serta pembelajaran komunikasi untuk perubahan perilaku.

Dalam pembelajaran keterampilan klinis dasar, mahasiswa mulai diperkenalkan dengan komunikasi interpersonal, komunikasi profesional, profesionalisme, teknik aseptik dan antiseptik, informed consent, serta komunikasi efektif. Sementara pembelajaran Biomedik mencakup struktur dan fungsi sel, DNA/RNA, genetika molekuler, fisiologi sel darah, hematopoiesis, bioinformatika, pengenalan mikroskop, dan pemeriksaan laboratorium dasar.

Pada Semester 2, pembelajaran berkembang pada berbagai sistem tubuh yang lebih kompleks, seperti sistem kardiovaskular, respirasi, gastrointestinal, hepatobilier, pankreas, urinaria, reproduksi, limfatik, dan imun. Pembelajaran dilakukan melalui integrasi teori, praktikum, KKD, dan PBL, termasuk latihan pemeriksaan fisik dasar menggunakan pendekatan IPPA.

Masukan Stakeholder untuk Penguatan Kurikulum Kedokteran

Diskusi Annual Curriculum Review juga menghasilkan sejumlah aspek yang perlu menjadi perhatian dalam evaluasi kurikulum. Salah satu fokus utama adalah memastikan kesesuaian materi pembelajaran dengan kompetensi lulusan yang diharapkan.

Selain itu, beban pembelajaran mahasiswa menjadi aspek yang perlu ditinjau agar pelaksanaan pembelajaran tetap proporsional. Sinkronisasi antara pembelajaran teori dan praktikum juga menjadi perhatian sehingga mahasiswa dapat memperoleh pengalaman belajar yang terintegrasi.

Aspek lain yang turut menjadi fokus adalah kecukupan keterampilan klinis dasar. Penguatan keterampilan tersebut penting untuk mendukung kesiapan mahasiswa dalam mengikuti tahapan pendidikan kedokteran berikutnya.

Perkembangan teknologi juga menjadi bagian dari evaluasi melalui kebutuhan penguatan teknologi kedokteran dan digitalisasi dalam pembelajaran. Hal ini menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam pengembangan kurikulum agar proses pendidikan dapat merespons perkembangan teknologi di bidang kesehatan.

Selain aspek akademik dan teknologi, kesesuaian kurikulum dengan kebutuhan pelayanan kesehatan serta karakteristik lokal Batam dan Kepulauan Riau turut menjadi perhatian. Kurikulum juga diarahkan untuk membuka peluang pengembangan kolaborasi internasional sebagai bagian dari penguatan pengalaman dan wawasan mahasiswa.

Membangun Kurikulum Kedokteran yang Adaptif dan Relevan

Berbagai hasil review dan masukan yang diperoleh melalui Annual Curriculum Review 2025/2026 menjadi bahan evaluasi bagi Program Studi Kedokteran UIB dalam mengembangkan kurikulum yang lebih adaptif terhadap kebutuhan pendidikan kedokteran dan pelayanan kesehatan.

Pengembangan kurikulum diarahkan untuk memperkuat keterpaduan antara ilmu teoritis, praktikum, keterampilan klinis, PBL, kesehatan masyarakat, teknologi kedokteran, serta pengalaman lapangan. Integrasi tersebut diharapkan dapat mendukung proses pembelajaran mahasiswa secara lebih komprehensif.

Kesesuaian kurikulum dengan kebutuhan pelayanan kesehatan di Batam dan Kepulauan Riau juga menjadi bagian penting dalam arah pengembangan. Dengan mempertimbangkan karakteristik lokal, kurikulum diharapkan dapat memberikan pengalaman pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan lingkungan pelayanan kesehatan setempat.

Pengembangan peluang kolaborasi internasional juga menjadi salah satu arah yang perlu diperkuat. Dalam pelaksanaan pembelajaran yang telah berjalan, Program Studi telah memiliki pengalaman kolaborasi internasional dengan mahasiswa NTU Singapura dalam kegiatan kesehatan masyarakat.

(Penutupan Foto Bersama)

Annual Curriculum Review sebagai Langkah Pengembangan Kurikulum Kedokteran

Pelaksanaan Focus Group Discussion Annual Curriculum Review 2025/2026 menjadi bagian dari upaya Program Studi Kedokteran UIB untuk melakukan evaluasi terhadap kurikulum secara berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, struktur kurikulum, pelaksanaan pembelajaran, keterampilan klinis, kegiatan lapangan, serta berbagai aspek pendukung pendidikan kedokteran dapat ditinjau secara lebih menyeluruh.

Keterlibatan dosen, rumah sakit, puskesmas, organisasi profesi, Dinas Kesehatan, klinik, dan berbagai stakeholder lainnya menjadi bagian penting dalam memperoleh perspektif yang relevan terhadap kebutuhan pendidikan dan pelayanan kesehatan.

Dengan demikian, Annual Curriculum Review 2025/2026 menjadi salah satu langkah strategis Program Studi Kedokteran UIB dalam memastikan kurikulum terus berkembang sesuai dengan kompetensi lulusan, perkembangan teknologi kedokteran, kebutuhan pelayanan kesehatan, karakteristik lokal Batam dan Kepulauan Riau, serta peluang kolaborasi di tingkat internasional.

Biro Academic Development Center (ADC) Universitas Internasional Batam

Baloi-Sei Ladi, Jl. Gajah Mada, Tiban Indah, Kec. Sekupang, Kota Batam, Kepulauan Riau 29426
(0778) 7437111
Temukan kami

Telusuri