Kolaborasi UIB Bersama Peneliti Universitas Mercu Buana Teliti Peran Kompensasi CEO terhadap Inovasi Perusahaan, Berhasil Terbit di Jurnal Scopus Q3

Penulis: Leonardo, S.Ars. Editor: Gilang Ananda, S.Kom.,M.M

Dr. Teddy Jurnali, M.M., M.Si., Ria Karina, S.E., M.M., Ph.D. , Catherine, dan Sheila Septiany, S.Ak., M.M. dari Fakultas Bisnis dan Manajemen, Universitas Internasional Batam (UIB), bersama Dr. Endri, S.E., M.E. dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Mercu Buana (UMB), Jakarta, menghasilkan penelitian UIB tentang kompensasi CEO dan inovasi perusahaan. Artikel berjudul “CEO Compensation and Firm Innovation in Indonesia: The Moderating Roles of CEO Tenure and Age” terbit pada Juli 2026 dalam jurnal Asian Economic and Financial Review, Volume 16, Nomor 7, halaman 114–128.

C:\Users\Leonardo\Pictures\Thumbnail Teddy Jurnali.png

Mengkaji Kompensasi CEO dan Inovasi

Riset kolaboratif tentang kompensasi CEO ini mengkaji hubungan antara kompensasi CEO dan inovasi perusahaan di Indonesia. Selain itu, tim peneliti menguji peran usia dan masa jabatan CEO dalam hubungan tersebut. Penelitian menggunakan Upper Echelons Theory sebagai landasan analisis.

Tim peneliti melihat inovasi sebagai bagian penting dalam menjaga daya saing perusahaan. Namun, kegiatan inovasi membutuhkan biaya dan menghadapi risiko serta ketidakpastian. Investasi dalam penelitian dan pengembangan (R&D) juga membutuhkan komitmen untuk mencapai hasil jangka panjang.

Penelitian ini juga merespons keterbatasan studi sebelumnya. Banyak penelitian tentang kompensasi eksekutif dan inovasi menggunakan data dari Tiongkok dan negara maju. Karena itu, tim peneliti menggunakan Indonesia sebagai konteks penelitian untuk memberikan bukti empiris dari lingkungan bisnis yang berbeda.

(Sumber: LPPM UIB)

Menggunakan Data 513 Perusahaan

Tim peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI atau IDX) selama periode 2018–2022. Data penelitian berasal dari laporan tahunan perusahaan. Dari 513 perusahaan, peneliti memperoleh 2.474 observasi perusahaan-tahun setelah mengeluarkan data yang tidak lengkap.

Peneliti mengukur inovasi perusahaan menggunakan rasio R&D terhadap total penjualan. Sementara itu, kompensasi CEO mencakup gaji, honorarium, bonus, komisi, dan manfaat moneter lainnya. Penelitian juga mengukur usia dan masa jabatan CEO. Leverage, ukuran perusahaan, dan Tobin’s Q menjadi variabel kontrol.

Selanjutnya, tim peneliti menggunakan analisis regresi untuk menguji hubungan antarvariabel. Penelitian juga menggunakan year fixed effects. Selain itu, tim menggunakan metode Coarsened Exact Matching (CEM) untuk menguji konsistensi hasil penelitian.

C:\Users\Leonardo\Pictures\Teddy Jurnali - Scimago SJR Q3.jpg

(Sumber: LPPM UIB)

Hasil Penelitian dan Implikasinya

Hasil penelitian menunjukkan hubungan positif dan signifikan antara kompensasi CEO dan inovasi perusahaan. Pada beberapa model, nilai t mencapai 3,41 dengan tingkat signifikansi p < 0,01. Analisis CEM juga menunjukkan hubungan positif dan signifikan tersebut.

Di sisi lain, masa jabatan CEO memiliki hubungan negatif dengan inovasi perusahaan. Usia CEO juga menunjukkan hubungan negatif dengan inovasi. Hasil ini menunjukkan adanya hubungan antara karakteristik CEO dan inovasi perusahaan.

Lebih lanjut, penelitian menemukan efek moderasi pada usia dan masa jabatan CEO. Interaksi kompensasi dengan usia CEO memiliki t = -3,14 dan p < 0,01. Sementara itu, interaksi kompensasi dengan masa jabatan memiliki t = -2,15 dan p < 0,05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa hubungan positif kompensasi dengan inovasi menjadi lebih lemah pada CEO yang lebih tua atau memiliki masa jabatan lebih panjang.

Temuan ini mendukung Upper Echelons Theory tentang peran karakteristik eksekutif dalam strategi organisasi. Bagi perusahaan, hasil penelitian dapat menjadi pertimbangan dalam merancang sistem kompensasi CEO. Khususnya, dewan direksi dapat mempertimbangkan usia dan masa jabatan CEO serta indikator kinerja yang berkaitan dengan inovasi.

Artikel ini diterima pada 14 Juli 2026 dan diterbitkan pada 24 Juli 2026 oleh AESS Publications, penerbit asal Pakistan, di Jurnal Asian Economic and Financial Review. Jurnal tersebut merupakan jurnal ilmiah internasional bereputasi (terindeks Scopus) dan berposisi di Q3 tahun ini. Lebih lanjut, penelitian ini juga mencatat keterbatasan karena hanya mencakup perusahaan Indonesia yang terdaftar di IDX serta dua karakteristik CEO, yaitu usia dan masa jabatan.

Apresiasi LPPM UIB atas Publikasi Penelitian

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIB, Dr. Hari Sutra Disemadi, S.H., M.H., menyampaikan ucapan apresiasi kepada Teddy Jurnali dan rekan timnya atas publikasi penelitian atas capaian publikasi ilmiah tersebut. Publikasi penelitian kolaboratif UIB-UMB ini menjadi kontribusi akademik yang relevan dalam memperkaya kajian mengenai kompensasi eksekutif dan inovasi perusahaan di Indonesia. “Kami menyampaikan selamat dan terima kasih kepada seluruh tim peneliti atas capaian ini. Publikasi ilmiah seperti ini menunjukkan komitmen sivitas akademika UIB dalam menghasilkan penelitian yang relevan dan memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan,” ujarnya.

Capaian tim peneliti melalui penelitian tentang kompensasi CEO turut memberikan manfaat bagi penguatan reputasi akademik UIB. Publikasi pada jurnal internasional menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan hasil penelitian UIB kepada komunitas akademik yang lebih luas. Capaian ini juga sejalan dengan komitmen UIB dalam memperluas jejaring akademik, mendorong kolaborasi penelitian, dan meningkatkan eksposur UIB di dunia akademik skala global. Melalui publikasi dan kolaborasi ilmiah yang berkelanjutan, UIB terus mendorong kontribusi sivitas akademika dalam menghasilkan penelitian yang relevan, berkualitas, dan memiliki jangkauan lebih luas.

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Universitas Internasional Batam

Baloi-Sei Ladi, Jl. Gajah Mada, Tiban Indah, Kec. Sekupang, Kota Batam, Kepulauan Riau 29426
(0778) 7437111
Temukan kami

Telusuri