Apa Itu Kubernetes dan Kenapa Sangat Populer?

Penulis: Romario Galiano (2432085)

Apa itu Kubernetes? | Microsoft Azure

Sumber: Azure.microsoft

Dalam dunia teknologi modern, Kubernetes telah berubah dari sebuah teknologi eksperimental menjadi komponen utama yang digunakan oleh banyak perusahaan besar di seluruh dunia. Saat ini, hampir semua layanan digital berskala besar memanfaatkan Kubernetes untuk mengelola aplikasi mereka. Mulai dari layanan streaming, platform e-commerce, aplikasi finansial, hingga layanan media sosial, banyak sistem bergantung pada Kubernetes untuk memastikan aplikasi tetap cepat, stabil, dan mampu menangani lonjakan pengguna yang tiba-tiba. Popularitas Kubernetes telah melesat karena ia menawarkan solusi yang sangat efisien dalam mengelola container dan infrastruktur modern, terutama ketika perusahaan beralih dari sistem tradisional menuju arsitektur berbasis cloud dan microservices.

Kubernetes sendiri adalah sebuah platform orkestrasi container yang dirancang untuk mengotomatiskan berbagai proses penting dalam pengelolaan aplikasi, seperti penempatan container, penjadwalan tugas, pembaruan aplikasi, hingga pemulihan otomatis jika terjadi kegagalan. Teknologi ini pertama kali dikembangkan oleh Google berdasarkan pengalaman mereka menjalankan aplikasi dalam skala raksasa. Pada akhirnya, Google merilis Kubernetes sebagai proyek open-source, dan sejak saat itu komunitas global terus berkontribusi dalam mengembangkannya. Ini membuat Kubernetes terus berkembang dan menjadi semakin kaya fitur.

Konsep dasar Kubernetes tidak dapat dipisahkan dari container, yaitu teknologi yang memungkinkan aplikasi dikemas bersama seluruh dependensi sehingga bisa berjalan dengan konsisten di berbagai lingkungan. Namun, mengelola container dalam jumlah besar tidaklah mudah. Jika sebuah aplikasi memiliki banyak fitur yang bekerja sebagai microservices, jumlah container dapat mencapai ratusan bahkan ribuan. Di sinilah Kubernetes memainkan peran sentral. Ia mengelola seluruh container tersebut secara otomatis sehingga developer tidak perlu menanganinya secara manual. Kubernetes memastikan aplikasi tetap berjalan meskipun beberapa container mengalami kegagalan, dan bahkan dapat membuat container baru secara otomatis untuk menggantikan yang rusak.

Salah satu alasan utama mengapa Kubernetes menjadi sangat populer adalah kemampuannya mengatur skala aplikasi dengan cerdas. Dalam situasi ketika jumlah pengguna meningkat, Kubernetes dapat menambah jumlah container secara otomatis agar aplikasi tetap responsif. Begitu beban menurun, Kubernetes akan mengurangi container untuk menghemat sumber daya. Dengan cara ini, perusahaan dapat mempertahankan performa tinggi tanpa membuang biaya infrastruktur secara berlebihan. Kemampuan auto-scaling ini membuat Kubernetes sangat cocok digunakan dalam aplikasi modern yang memiliki pola penggunaan tidak menentu.

Selain itu, Kubernetes memungkinkan pembaruan aplikasi dilakukan tanpa harus mematikan sistem yang sedang berjalan. Proses ini disebut rolling update, di mana versi baru dari aplikasi diterapkan secara bertahap, sementara versi lama tetap berjalan untuk melayani pengguna. Jika terdapat masalah pada versi baru, Kubernetes dapat mengembalikan aplikasi ke versi sebelumnya secara otomatis. Dengan demikian, pengembang dapat melakukan eksperimen dan perbaikan dengan risiko yang jauh lebih kecil. Fitur ini sangat berharga bagi perusahaan yang ingin menjaga agar aplikasi tetap stabil sambil terus melakukan inovasi.

Kubernetes juga unggul karena kemampuannya memulihkan diri sendiri. Jika ada container yang tidak merespons atau mengalami crash, Kubernetes akan mendeteksi masalah tersebut dan langsung membuat container baru untuk menggantikannya. Jika salah satu server tempat container berjalan mengalami gangguan, Kubernetes akan memindahkan beban kerja ke server lain yang lebih sehat. Fitur self-healing ini memastikan aplikasi tetap berjalan dengan lancar tanpa campur tangan manual, sehingga produktivitas tim DevOps meningkat signifikan.

Tidak hanya itu, Kubernetes sangat fleksibel digunakan di berbagai lingkungan. Developer dapat menjalankannya di data center perusahaan, virtual machine, perangkat bare-metal, hingga platform cloud besar seperti AWS, Google Cloud, Azure, dan banyak lainnya. Kemampuan multi-platform ini membuat Kubernetes menjadi pilihan utama bagi organisasi yang ingin membangun sistem yang tidak bergantung pada satu vendor cloud saja. Kubernetes memberikan kebebasan untuk memindahkan aplikasi dari satu lingkungan ke lingkungan lain tanpa harus melakukan perubahan besar pada kode atau infrastrukturnya.

Salah satu faktor lain yang mengangkat popularitas Kubernetes adalah ekosistem pendukungnya yang sangat luas. Banyak alat lain telah dikembangkan untuk mempermudah manajemen aplikasi berbasis Kubernetes, seperti Helm untuk manajemen paket, Istio untuk pengelolaan service mesh, Prometheus untuk monitoring, serta ArgoCD untuk otomatisasi deployment. Kehadiran ekosistem ini membuat penggunaan Kubernetes semakin mudah dan praktis, bahkan untuk proyek-proyek besar dan kompleks sekalipun.

Dalam konteks DevOps, Kubernetes telah menjadi teknologi inti. Alur kerja DevOps membutuhkan kecepatan, otomatisasi, dan pengelolaan lingkungan yang seragam. Kubernetes memenuhi seluruh kebutuhan tersebut dengan menyediakan infrastruktur yang mendukung pipeline CI/CD, deployment berkelanjutan, pengujian otomatis, hingga manajemen konfigurasi yang konsisten. Oleh karena itu, banyak perusahaan kini menggabungkan Kubernetes dengan alat CI/CD seperti Jenkins, GitLab CI, atau GitHub Actions untuk menciptakan alur pengembangan yang stabil, terukur, dan mudah diatur.

Pertumbuhan arsitektur microservices juga menjadi pendorong utama adopsi Kubernetes. Dalam model ini, aplikasi tidak dibangun sebagai satu unit besar, melainkan dipisahkan menjadi layanan-layanan kecil yang independen. Setiap microservice dapat dikembangkan, diuji, dan diperbarui tanpa mengganggu layanan lain. Kubernetes memberikan fondasi yang sempurna untuk mengelola microservices ini karena seluruh layanan dapat dijalankan dalam container yang berbeda dan dikoordinasikan secara otomatis. Ini membuat perusahaan lebih mudah menambahkan fitur baru, melakukan perbaikan, atau menangani beban trafik yang bervariasi.

Kesimpulannya, Kubernetes menjadi sangat populer karena menawarkan solusi lengkap untuk mengelola aplikasi modern dalam skala besar. Dengan kemampuan otomatisasi, penanganan kegagalan, kompatibilitas lintas platform, serta dukungan komunitas global, Kubernetes telah menjadi standar industri dalam pengelolaan aplikasi berbasis container. Memahami Kubernetes membuka peluang besar bagi developer maupun engineer untuk bekerja dengan sistem yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan dunia. Bagi siapa pun yang ingin mengikuti perkembangan teknologi cloud dan DevOps, Kubernetes adalah keterampilan yang tidak boleh dilewatkan.

🔍 Tertarik mendalami Teknologi Informasi? Cek Program Studi Teknologi Informasi  Universitas Internasional Batam dan pilih peminatanmu: Cloud Engineering, Smart Systems, atau Cyber Intelligence. Segera daftarkan dirimu di Pendaftran Program Sarjana Teknologi Informasi.

Editor: Ambarwulan, S.T.

Referensi

  • Burns, B., Hightower, K., & Beda, J. (2018). Kubernetes: Up and Running. O’Reilly Media.
  • The Linux Foundation. (2023). Kubernetes and Cloud Native Fundamentals.
    Google Cloud. (2023). Kubernetes Architecture and Components. Google Documentation.
  • CNCF – Cloud Native Computing Foundation. (2023). Kubernetes Project Overview and CNCF Landscape.
  • Red Hat. (2023). Understanding Kubernetes and Container Orchestration. Red Hat Developer Resources.
  • Microsoft Azure. (2023). Kubernetes and Cloud-Native Solutions on Azure. Azure Technical Docs.
  • Amazon Web Services. (2023). Amazon EKS: Running Kubernetes on AWS Cloud. AWS Documentation.
  • IBM Cloud. (2023). Kubernetes Deployment Best Practices for Modern Applications. IBM Developer Portal.
  • DigitalOcean. (2022). A Complete Guide to Kubernetes for Cloud Deployment.
  • Oracle Cloud. (2023). Enterprise Kubernetes Workloads: Concepts and Artchitecture. Oracle Developer Guides.
  • Docker Inc. (2022). Containerization and Kubernetes Integration. Docker Documentation.
  • Nirmata. (2021). Kubernetes as a Platform for Cloud-Native Applications. Nirmata Whitepaper.
  • HashiCorp. (2023). Terraform and Kubernetes Infrastructure-as-Code Guide. HashiCorp Publications.
  • VMware. (2023). Kubernetes, Tanzu, and Enterprise Cloud-Native Strategies. VMware Research Papers.

Baloi-Sei Ladi, Jl. Gajah Mada, Tiban Indah, Kec. Sekupang, Kota Batam, Kepulauan Riau 29426
(0778) 7437111
Temukan kami

Telusuri