Apa Itu MVC dan Mengapa Dipakai di Banyak Framework?

Penulis:  Muhammad Ilham Ashiddiq Tresnawan, S.T., B.Sc., M.Sc.

Sebuah gambar berisi teks, cuplikan layar, Merek, desain grafis

Konten yang dihasilkan AI mungkin salah.

Sumber: Pinterest

Dalam dunia pengembangan aplikasi modern, hampir semua developer pasti pernah mendengar istilah MVC. Konsep ini muncul di berbagai framework populer seperti Laravel, Django (dengan variasinya), Ruby on Rails, ASP.NET MVC, Spring, hingga framework JavaScript seperti Angular dan bahkan arsitektur modern React yang banyak dipengaruhi oleh konsep serupa. MVC telah bertahan puluhan tahun dan tetap relevan hingga sekarang. Namun banyak pemula sering bertanya-tanya: apa sebenarnya MVC itu, dan mengapa begitu banyak framework mengadopsinya?

MVC merupakan singkatan dari Model View Controller, sebuah pola arsitektur perangkat lunak yang bertujuan memisahkan logika aplikasi, tampilan, dan pengontrol alur kerja. Dengan memisahkan ketiga komponen ini, aplikasi menjadi lebih terstruktur, mudah dikembangkan, dan lebih mudah dirawat dalam jangka panjang. MVC memberikan developer cara kerja yang terstandarisasi ketika membangun aplikasi, terutama aplikasi web yang kompleks dan memiliki banyak fungsi.

Model dalam MVC adalah komponen yang bertanggung jawab atas pengelolaan data dan aturan logika bisnis. Di sinilah developer menentukan bagaimana data diproses, disimpan, diambil, serta bagaimana hubungan antar data diatur. Model juga sering mewakili struktur basis data atau objek program. Karena Model menangani hal-hal yang berkaitan dengan data, perubahan pada database atau logika bisnis tidak akan memengaruhi tampilan aplikasi.

View adalah bagian yang berurusan dengan tampilan antarmuka yang dilihat oleh pengguna. View bertugas menampilkan data yang telah diolah oleh Model dan menyediakan visualisasi hasil kepada pengguna. Dalam aplikasi web, View berupa HTML, CSS, dan script yang mempresentasikan informasi secara terstruktur dan menarik. Dengan memisahkan View dari logika aplikasi, proses pengembangan antarmuka dapat dilakukan dengan lebih cepat dan fleksibel, bahkan oleh tim yang berbeda.

Controller adalah penghubung antara Model dan View. Komponen ini menerima input dari pengguna, memprosesnya, kemudian memutuskan apa yang harus dilakukan selanjutnya. Controller bertanggung jawab menentukan data apa yang perlu diambil dari Model dan View mana yang harus ditampilkan. Dengan demikian, Controller berfungsi sebagai otak yang mengarahkan interaksi pengguna dan alur aplikasi.

Salah satu alasan utama MVC digunakan secara luas adalah kemampuannya meningkatkan modularitas aplikasi. Dengan memisahkan fungsi berdasarkan jenis tugasnya, developer dapat fokus mengembangkan bagian tertentu tanpa mengganggu bagian lainnya. Misalnya, perubahan tampilan tidak akan merusak logika data, dan perubahan di logika data tidak akan membuat antarmuka pengguna berantakan. Struktur seperti ini sangat membantu dalam proyek besar yang dikerjakan oleh banyak orang.

MVC juga memudahkan proses debugging karena setiap komponen memiliki tanggung jawab yang jelas. Jika terjadi masalah pada tampilan, developer dapat langsung memeriksa bagian View. Jika alur aplikasi tidak sesuai, bagian Controller yang diperiksa. Jika data tidak muncul atau tidak konsisten, Model menjadi titik awal pengecekan. Arsitektur yang teratur telah menjadikan MVC sebagai pilihan utama pada framework besar dan perusahaan teknologi.

Framework modern sangat menyukai MVC karena memberikan fondasi standar untuk mengembangkan aplikasi dengan cepat. Laravel misalnya, menyediakan struktur folder yang langsung memisahkan Model, View, dan Controller. ASP.NET MVC juga menerapkan konsep yang sama, membuat pengembangan aplikasi enterprise terasa lebih konsisten. MVC bahkan secara tidak langsung menginspirasi model arsitektur modern seperti MVVM (Model View ViewModel) dan MVP (Model View Presenter), yang digunakan pada mobile dan desktop development.

Selain alasan teknis, MVC juga mendukung skalabilitas aplikasi. Seiring pertumbuhan aplikasi yang semakin kompleks, pemisahan arsitektur membantu tim mengubah, menambah fitur, dan mengelola aplikasi dengan lebih efisien. Perusahaan besar yang mengelola aplikasi dengan jutaan pengguna sangat membutuhkan arsitektur yang rapi dan mudah diperluas, dan MVC memberikan fondasi tersebut.

MVC juga sangat cocok untuk aplikasi yang memiliki banyak interaksi pengguna dan banyak halaman tampilan. Dalam aplikasi semacam ini, kontrol terhadap alur logika dan interaksi antar komponen menjadi sangat penting. Dengan memisahkan logika bisnis dan tampilan, developer bisa membuat perubahan besar pada tampilan tanpa mengubah struktur inti aplikasi.

Tidak hanya itu, MVC juga membantu meningkatkan kualitas kode. Pola pemisahan tanggung jawab (separation of concerns) memungkinkan developer menulis kode yang lebih bersih, lebih mudah diuji, dan lebih konsisten. Unit testing menjadi lebih mudah karena setiap komponen memiliki tanggung jawab spesifik yang dapat diuji secara terpisah.

Melihat seluruh keunggulan ini, tidak mengherankan bahwa MVC telah bertahan selama beberapa dekade dan terus diadopsi oleh framework modern. Konsep MVC memberikan keseimbangan ideal antara struktur, fleksibilitas, dan keterpisahan komponen, sehingga menjadi pilihan yang sangat kuat bagi developer dalam membangun aplikasi jangka panjang.

Kesimpulannya, MVC bukan hanya pola arsitektur biasa, tetapi sebuah cara berpikir yang membuat pengembangan perangkat lunak jauh lebih teratur dan terukur. Dengan memisahkan data, tampilan, dan logika aplikasi, developer dapat membangun sistem yang kuat, mudah dikelola, dan siap berkembang. Inilah alasan mengapa MVC tetap menjadi bagian penting dalam framework modern dan terus digunakan di berbagai aplikasi besar di seluruh dunia.

🔍 Tertarik mendalami Teknologi Informasi? Cek Program Studi Teknologi Informasi  Universitas Internasional Batam dan pilih peminatanmu: Cloud Engineering, Smart Systems, atau Cyber Intelligence. Segera daftarkan dirimu di Pendaftran Program Sarjana Teknologi Informasi.

Editor: Ambarwulan, S.T.

Referensi

  • Gamma, E., Helm, R., Johnson, R., & Vlissides, J. (1994). Design Patterns: Elements of Reusable Object-Oriented Software. Addison-Wesley.
  • Reenskaug, T. (1979). The origins of MVC. Xerox PARC Technical Paper.
  • Fowler, M. (2002). Patterns of Enterprise Application Architecture. Addison-Wesley.
  • Laracasts. (2023). MVC in Laravel: Best Practices and Structure.
  • Microsoft Docs. (2023). ASP.NET Core MVC Overview and Architecture.
  • Django Documentation. (2023). Understanding Models, Views, and Templates.
  • Ruby on Rails Guides. (2023). MVC Philosophy in Rails.
  • Spring Framework Docs. (2023). Spring MVC Architecture and Request Handling.
  • Angular Docs. (2023). Component-Based Architecture Influenced by MVC Principles.
  • Mozilla Developer Network (MDN). (2023). Web application structure and architectural patterns.

Baloi-Sei Ladi, Jl. Gajah Mada, Tiban Indah, Kec. Sekupang, Kota Batam, Kepulauan Riau 29426
(0778) 7437111
Temukan kami

Telusuri