Backup Data yang Dianggap Ada, Padahal Tidak Pernah Diuji

Penulis:  Zaynulia Afifa (2331033)

Memahami Jenis-jenis Backup Pada Pusat Data, Dari Cold Backup Hingga Hot  Backup – Inixindo Jogja

Sumber: inixindojogja.co.id

Di tengah ketergantungan yang semakin besar terhadap teknologi digital, data telah menjadi aset yang sangat berharga. Dokumen akademik, data keuangan, sistem operasional, hingga arsip pribadi kini hampir seluruhnya tersimpan dalam bentuk digital. Untuk mengantisipasi risiko kehilangan data, banyak individu dan organisasi mengandalkan sistem backup data sebagai langkah pengamanan utama. Sayangnya, dalam praktiknya, backup sering kali hanya dianggap sebagai formalitas teknis, bukan sebagai sistem yang benar-benar harus dipastikan fungsinya.

Banyak orang merasa aman hanya karena sistem backup sudah diaktifkan atau layanan cloud sudah digunakan. Padahal, backup yang tidak pernah diuji sebenarnya belum tentu bisa digunakan saat dibutuhkan. Ketika terjadi kerusakan perangkat, kesalahan sistem, serangan ransomware, atau bencana teknis lainnya, barulah muncul kenyataan bahwa data tidak dapat dipulihkan. Kondisi inilah yang membuat backup yang “dianggap ada” justru menjadi sumber masalah baru.

Backup data pada dasarnya adalah proses membuat salinan data dan menyimpannya di lokasi lain agar data tetap tersedia jika data utama hilang atau rusak. Salinan ini bisa berada di media fisik, server internal, maupun layanan cloud. Namun, keberadaan file backup saja tidak cukup. Backup baru benar-benar bernilai ketika data tersebut dapat dipulihkan secara utuh, cepat, dan sesuai kebutuhan sistem. Tanpa proses pengujian pemulihan (restore), tidak ada jaminan bahwa backup benar-benar berfungsi.

Salah satu alasan utama mengapa backup sering tidak diuji adalah karena sistem backup umumnya berjalan otomatis dan tidak menimbulkan gangguan selama operasional normal. Selama tidak ada insiden, administrator maupun pengguna jarang mengecek apakah backup berhasil, apakah file tersimpan lengkap, atau apakah format data masih kompatibel dengan sistem yang digunakan. Akibatnya, berbagai masalah tersembunyi seperti file yang korup, backup yang terpotong, kesalahan konfigurasi, hingga perubahan hak akses baru diketahui ketika data benar-benar dibutuhkan.

Pengujian backup memiliki peran yang sangat krusial karena berfungsi untuk memastikan seluruh rantai perlindungan data bekerja dengan baik. Dengan melakukan uji pemulihan secara berkala, organisasi dapat mengetahui apakah data benar-benar bisa dikembalikan, berapa lama waktu yang dibutuhkan, dan apakah sistem dapat berjalan normal setelah proses restore. Tanpa pengujian, backup hanya memberikan rasa aman semu yang berpotensi menimbulkan kerugian besar di kemudian hari.

Dalam banyak kasus nyata, kegagalan backup yang tidak diuji menimbulkan dampak serius. Ada organisasi yang memiliki server cadangan lengkap, tetapi database tidak bisa dibuka karena formatnya tidak sesuai. Ada pula yang menyimpan backup di cloud, namun kehilangan akses akun atau kredensial. Bahkan tidak jarang backup terenkripsi menjadi tidak berguna karena kunci enkripsinya tidak terdokumentasi dengan baik. Semua contoh ini menunjukkan bahwa backup tanpa pengujian bukanlah solusi perlindungan data yang andal.

Secara sederhana, alur backup yang ideal sebenarnya tidak hanya berhenti pada proses penyimpanan, tetapi juga mencakup verifikasi dan pengujian. Prosesnya dimulai dari pembuatan salinan data, penyimpanan di lokasi terpisah, lalu dilanjutkan dengan simulasi pemulihan untuk memastikan data dapat dikembalikan. Setelah itu, hasil pengujian perlu dievaluasi dan didokumentasikan agar sistem backup selalu siap menghadapi kondisi darurat.

Beberapa praktik dasar yang seharusnya diterapkan agar backup benar-benar efektif antara lain:

  • Melakukan uji pemulihan data secara berkala, bukan hanya sekali
  • Menyimpan backup di lebih dari satu media atau lokasi
  • Menerapkan prinsip 3-2-1 backup untuk mengurangi risiko kehilangan data
  • Mendokumentasikan prosedur restore agar mudah dilakukan saat darurat

Pendekatan ini menjadikan backup sebagai bagian aktif dari manajemen risiko, bukan sekadar pelengkap sistem teknologi informasi.

Pada akhirnya, backup data bukan tentang memiliki salinan data, melainkan tentang kemampuan untuk mengembalikan data tersebut ketika dibutuhkan. Backup yang tidak pernah diuji sama berbahayanya dengan tidak memiliki backup sama sekali. Dengan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengujian backup, baik individu maupun organisasi dapat menghindari kerugian besar dan memastikan keberlangsungan sistem digital mereka. Pemahaman ini menjadi sangat penting di era modern, ketika gangguan teknologi bisa terjadi kapan saja dan berdampak luas.

🔍 Tertarik mendalami Teknologi Informasi? Cek Program Studi Teknologi Informasi  Universitas Internasional Batam dan pilih peminatanmu: Cloud Engineering, Smart Systems, atau Cyber Intelligence. Segera daftarkan dirimu di Pendaftaran Program Sarjana Teknologi Informasi.

Editor: Ambarwulan, S.T.

Referensi

  • Tanenbaum, A. S., & Wetherall, D. J. (2021). Computer Networks (6th ed.). Pearson Education.
  • Laudon, K. C., & Laudon, J. P. (2022). Management Information Systems: Managing the Digital Firm. Pearson Education.
  • Whitman, M. E., & Mattord, H. J. (2021). Principles of Information Security (7th ed.). Cengage Learning.
  • NIST. (2020). Cybersecurity Framework. National Institute of Standards and Technology.
  • NIST. (2010). Contingency Planning Guide for Federal Information Systems (SP 800-34).
  • ISO/IEC. (2018). ISO/IEC 27001: Information Security Management Systems. International Organization for Standardization.
  • ISO/IEC. (2019). ISO/IEC 27002: Information Security Controls.
  • IBM. (2022). Best Practices for Data Backup and Disaster Recovery.
    https://www.ibm.com
  • Amazon Web Services. (2023). Backup and Restore Best Practices.
    https://aws.amazon.com
  • Microsoft. (2023). Backup, Restore, and Disaster Recovery in the Cloud.
    https://learn.microsoft.com
  • Google Cloud. (2023). Data Protection and Backup Strategies.
    https://cloud.google.com
  • Veeam. (2023). The Importance of Backup Verification and Testing.
    https://www.veeam.com

Baloi-Sei Ladi, Jl. Gajah Mada, Tiban Indah, Kec. Sekupang, Kota Batam, Kepulauan Riau 29426
(0778) 7437111
Temukan kami

Telusuri