Penulis: Kelompok P2K2 Borobudur | Editor: Ambarwulan, S.T.

Batam, 22 November 2025 – Kelompok Borobudur, bagian dari rangkaian kegiatan Bakti Sosial Mahasiswa Baru Universitas Internasional Batam (UIB) T.A. 2025/2026, melaksanakan kunjungan penuh makna ke LKSA Bina Ummah. Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menumbuhkan empati, melatih kepedulian sosial, sekaligus menghadirkan pengalaman edukatif dan menyenangkan bagi anak-anak panti. Selain membawa berbagai rangkaian kegiatan, kedatangan para mahasiswa juga diwarnai semangat kebersamaan dan keinginan kuat untuk berbagi manfaat nyata kepada anak-anak yang mereka kunjungi.
Suasana sejak awal kegiatan berlangsung hangat dan penuh keceriaan. Amelia Suci Nadhita dan Dion Jonathan Kwa, yang bertugas sebagai Master of Ceremony, membuka acara dengan penuh energi dan kehangatan. Kehadiran keduanya mampu mencairkan suasana serta membuat anak-anak panti antusias menyambut seluruh tim Borobudur. Sambutan dari pihak LKSA Bina Ummah semakin memperkuat suasana kekeluargaan. Sementara itu, perwakilan Cofas, Duke Paopathon Pardede, memberikan apresiasi terhadap semangat pengabdian mahasiswa, menekankan pentingnya kepedulian generasi muda terhadap masyarakat sekitar. Momen ini menjadi awal yang baik untuk membangun koneksi emosional antara mahasiswa dan anak-anak panti, memastikan bahwa kegiatan yang dilaksanakan tidak hanya seremonial, tetapi benar-benar berkesan.
Memasuki sesi edukasi, suasana semakin hidup ketika Kelompok Borobudur 1 mengambil alih. Nurul Mentari Yeo, Ralda Angelita Chandra, dan Jonatan berhasil menyajikan materi edukatif dengan cara yang sederhana, menyenangkan, dan mudah dipahami. Mereka memberikan penjelasan melalui contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari sehingga membuat anak-anak tetap fokus dan tertarik. Interaksi antara pemateri dan anak-anak tampak sangat aktif; beberapa anak mengacungkan tangan untuk bertanya, yang lain antusias menjawab pertanyaan yang diberikan. Kegiatan edukasi ini tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membantu menumbuhkan keberanian anak-anak untuk berbicara di depan umum.

Setelah sesi edukasi, suasana berubah menjadi lebih riuh saat Kelompok Borobudur 2 memulai rangkaian permainan. Daniel Darius Kho dan Searra Osien memimpin sesi ini dengan penuh kreativitas. Mereka mengajak anak-anak bermain game yang dirancang untuk mengasah kerjasama, ketangkasan, serta kemampuan berpikir cepat. Tawa dan sorak gembira anak-anak terdengar hampir tanpa henti, menunjukkan betapa mereka menikmati setiap tantangan yang diberikan. Game yang disusun tidak hanya bertujuan menghibur, tetapi juga mengandung nilai edukatif yang membuat proses belajar terasa lebih menyenangkan. Momen kebersamaan ini menjadi salah satu bagian yang paling ditunggu-tunggu oleh anak-anak.
Suasana dibuat lebih tenang namun tetap bermakna melalui kegiatan literasi yang dipandu oleh Kelompok Borobudur 3. Ellen Cristina Tan, Olyvia Stefany, dan Sharon Siah membawa anak-anak ke dalam pengalaman membaca dan bercerita yang hangat. Mereka mengajak anak-anak memilih buku, membaca bersama, serta berdiskusi terkait cerita yang dibaca. Anak-anak terlihat antusias mengikuti alur cerita dan menyampaikan pendapat mereka dengan penuh percaya diri. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan minat baca, tetapi juga membantu mengembangkan imajinasi serta kemampuan berkomunikasi anak-anak. Kegiatan literasi ini menjadi penutup yang menenangkan sebelum acara beralih ke sesi akhir.

Seluruh momen berharga dari awal hingga akhir kegiatan direkam dan didokumentasikan oleh Novi dan Stefanie, yang bertugas memastikan bahwa setiap ekspresi kebahagiaan anak-anak terekam dengan baik. Dokumentasi ini menjadi bukti nyata semangat kolaborasi antara mahasiswa dan anak-anak panti. Menjelang penutupan, dilakukan penyerahan donasi sebagai bentuk kepedulian mahasiswa baru UIB kepada LKSA Bina Ummah. Penyerahan ini diterima dengan penuh rasa syukur oleh pihak panti, yang menyampaikan terima kasih atas perhatian, waktu, dan tenaga yang diberikan para mahasiswa.
Kegiatan kemudian ditutup dengan makan siang bersama yang diikuti oleh seluruh panitia dan anak-anak panti. Suasana sederhana namun penuh kehangatan ini menjadi puncak kebersamaan yang tercipta sepanjang acara. Anak-anak tampak menikmati hidangan sambil bercengkerama dengan mahasiswa, menciptakan momen kekeluargaan yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga mempererat hubungan emosional antara kedua pihak. Kegiatan bakti sosial ini pun berakhir dengan penuh kebahagiaan dan kesan mendalam.
Melalui kegiatan ini, Kelompok Borobudur berharap dapat memberikan inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus terlibat dalam kegiatan sosial yang membawa manfaat bagi masyarakat. Semangat berbagi, kepedulian sosial, serta pengalaman langsung yang diperoleh selama kunjungan menjadi pelajaran berharga bagi seluruh peserta. Kegiatan ini bukan hanya meninggalkan senyum pada wajah anak-anak, tetapi juga membentuk karakter mahasiswa sebagai pribadi yang lebih peka dan bertanggung jawab terhadap lingkungan sosialnya.

Biro Pengembangan Mahasiswa dan Alumni
Universitas Internasional Batam.


