Penulis: Zaynulia Afifa (2331033)

Sumber: existek.com
Perkembangan teknologi digital membuat cara kita mengelola data ikut berubah. Jika dulu aplikasi hanya menyimpan data dalam jumlah terbatas dengan struktur yang relatif tetap, kini aplikasi modern harus mampu menangani data dalam skala besar, perubahan struktur data yang cepat, dan akses real-time dari banyak pengguna sekaligus. Kondisi ini memunculkan pertanyaan penting di dunia Teknologi Informasi: apakah basis data relasional masih relevan, atau basis data non-relasional lebih cocok untuk kebutuhan modern?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, penting memahami karakteristik masing-masing jenis basis data dan menyesuaikannya dengan kebutuhan sistem yang dibangun.
Basis data relasional adalah sistem penyimpanan data yang menggunakan tabel dengan struktur yang jelas dan saling berhubungan. Setiap tabel memiliki kolom dan baris yang terdefinisi dengan baik, serta relasi antar tabel yang dijaga menggunakan primary key dan foreign key. Pendekatan ini membuat data lebih rapi, konsisten, dan mudah dikelola. Dalam konteks kebutuhan modern, basis data relasional masih sangat tepat untuk aplikasi yang menuntut integritas data tinggi dan transaksi yang kompleks, seperti sistem perbankan, sistem akademik, aplikasi keuangan, dan sistem manajemen perusahaan.
Keunggulan utama basis data relasional terletak pada konsistensi dan keandalan data. Konsep ACID (Atomicity, Consistency, Isolation, Durability) memastikan bahwa setiap transaksi diproses dengan aman dan tidak merusak data. Hal ini sangat penting pada sistem yang tidak boleh mengalami kesalahan data, seperti pencatatan nilai mahasiswa, transaksi keuangan, atau data kependudukan. Namun, di balik keunggulan tersebut, basis data relasional memiliki keterbatasan dalam menghadapi perubahan skema data yang cepat dan kebutuhan skalabilitas tinggi.
Di sinilah basis data non-relasional (NoSQL) mulai banyak digunakan. Basis data non-relasional dirancang untuk menangani data yang tidak selalu terstruktur dan dapat berubah sewaktu-waktu. Berbeda dengan database relasional, NoSQL tidak mengharuskan skema yang kaku. Data dapat disimpan dalam berbagai bentuk, seperti dokumen, key-value, kolom, atau graph. Fleksibilitas ini membuat basis data non-relasional sangat cocok untuk aplikasi modern seperti media sosial, aplikasi real-time, big data, dan Internet of Things (IoT).
Dari sisi kebutuhan modern, skalabilitas menjadi faktor penting. Basis data non-relasional umumnya dirancang untuk sistem terdistribusi dan mudah dikembangkan secara horizontal, yaitu dengan menambahkan server ketika beban meningkat. Hal ini sangat sesuai dengan aplikasi berbasis cloud yang jumlah penggunanya bisa melonjak secara tiba-tiba. Sebaliknya, basis data relasional cenderung lebih optimal untuk sistem yang stabil dan terpusat, meskipun saat ini sudah ada upaya pengembangan relasional database agar lebih skalabel.
Namun, fleksibilitas dan skalabilitas pada basis data non-relasional sering kali dibayar dengan kompromi pada konsistensi data. Banyak sistem NoSQL menerapkan konsep eventual consistency, di mana data tidak langsung sinkron di seluruh sistem. Untuk aplikasi yang membutuhkan data selalu akurat secara real-time, pendekatan ini bisa menjadi risiko. Oleh karena itu, basis data non-relasional lebih tepat digunakan pada sistem yang mengutamakan kecepatan dan ketersediaan data dibandingkan konsistensi absolut.
Jika dikaitkan langsung dengan judul, maka jawabannya menjadi lebih jelas: tidak ada satu jenis basis data yang paling benar untuk semua kebutuhan modern. Basis data relasional lebih tepat untuk kebutuhan modern yang menuntut struktur data jelas, transaksi aman, dan konsistensi tinggi. Sementara itu, basis data non-relasional lebih tepat untuk kebutuhan modern yang membutuhkan fleksibilitas, skalabilitas besar, dan pengolahan data dalam jumlah masif.
Dalam praktik di dunia industri, banyak sistem modern tidak memilih salah satu secara mutlak, melainkan menggunakan keduanya secara bersamaan. Pendekatan ini dikenal sebagai polyglot persistence, di mana basis data relasional digunakan untuk data inti yang bersifat kritikal, dan basis data non-relasional digunakan untuk data pendukung seperti log aktivitas, cache, atau data tidak terstruktur. Pendekatan ini memungkinkan sistem memenuhi kebutuhan modern tanpa mengorbankan kelebihan masing-masing teknologi.
Bagi mahasiswa Teknologi Informasi, memahami perbedaan ini sangat penting. Bukan hanya untuk menjawab soal ujian, tetapi juga untuk menentukan arsitektur sistem yang tepat di dunia nyata. Dengan pemahaman yang baik, mahasiswa dapat menilai kebutuhan aplikasi dan memilih teknologi basis data yang paling sesuai, bukan sekadar mengikuti tren.
Sebagai kesimpulan, basis data relasional dan non-relasional sama-sama relevan di era modern, tetapi digunakan untuk kebutuhan yang berbeda. Relasional unggul dalam konsistensi dan transaksi, sementara non-relasional unggul dalam fleksibilitas dan skalabilitas. Kunci utama dari kebutuhan modern bukan memilih yang paling populer, melainkan memilih yang paling tepat.
🔍 Tertarik mendalami Teknologi Informasi? Cek Program Studi Teknologi Informasi Universitas Internasional Batam dan pilih peminatanmu: Cloud Engineering, Smart Systems, atau Cyber Intelligence. Segera daftarkan dirimu di Pendaftran Program Sarjana Teknologi Informasi.
Editor: Ambarwulan, S.T.
Referensi
- Elmasri, R., & Navathe, S. B. (2016). Fundamentals of Database Systems. Pearson Education.
- Silberschatz, A., Korth, H. F., & Sudarshan, S. (2020). Database System Concepts. McGraw-Hill.
- Date, C. J. (2019). An Introduction to Database Systems. Addison-Wesley.
- Connolly, T., & Begg, C. (2015). Database Systems: A Practical Approach to Design, Implementation, and Management. Pearson.
- Codd, E. F. (1970). A relational model of data for large shared data banks. Communications of the ACM.
- Stonebraker, M. (2010). SQL databases v. NoSQL databases. Communications of the ACM.
- Han, J., Haihong, E., Le, G., & Du, J. (2011). Survey on NoSQL database. IEEE International Conference on Pervasive Computing.
- Sadalage, P. J., & Fowler, M. (2012). NoSQL Distilled: A Brief Guide to the Emerging World of Polyglot Persistence. Addison-Wesley.
- Kleppmann, M. (2017). Designing Data-Intensive Applications. O’Reilly Media.
- Abadi, D. J. (2012). Consistency tradeoffs in modern distributed database system design. IEEE Computer.
- Brewer, E. A. (2000). Towards robust distributed systems (CAP Theorem). Proceedings of the ACM Symposium on Principles of Distributed Computing.
- Vogels, W. (2009). Eventually consistent. Communications of the ACM.
- MongoDB Inc. (2023). MongoDB Architecture and Data Model.
- Apache Cassandra Documentation. (2023). Cassandra Data Modeling and Scalability.
- Redis Ltd. (2023). Redis as a NoSQL Key-Value Store.


