Benarkah Orang Indonesia Menyukai Film Bergenre Horror?

Penulis: Gilang Ananda, S.Kom

Selama bertahun-tahun, film horror selalu memiliki tempat tersendiri di hati penonton Indonesia. Ketertarikan terhadap cerita mistis, legenda urban, hingga kisah-kisah gaib yang meresap dalam budaya lokal menjadi alasan kuat mengapa genre horror begitu diminati. Fenomena ini bukan sekadar asumsi, melainkan terlihat jelas dalam rekor yang dicatat oleh film KKN di Desa Penari.

Sumber: hot.detik.com

Dirilis pada tahun 2022, KKN di Desa Penari mencetak sejarah sebagai film Indonesia terlaris sepanjang masa dengan jumlah penonton yang menembus angka lebih dari 10 juta. Film yang diadaptasi dari cerita viral oleh SimpleMan di media sosial ini menyuguhkan elemen-elemen lokal mistis yang sangat dekat dengan kepercayaan masyarakat. Kesuksesannya tidak hanya menunjukkan minat tinggi penonton terhadap horror, tetapi juga membuktikan bahwa film lokal mampu mengungguli film-film internasional dari segi antusiasme dan jumlah penonton di dalam negeri.

Keberhasilan KKN di Desa Penari menjadi semacam “lonceng” bagi para produser dan rumah produksi (production house/PH) di Indonesia. Banyak yang kemudian berlomba-lomba memproduksi film dengan genre serupa, berharap bisa mengulang atau mendekati kesuksesan tersebut. Tak heran, dalam beberapa tahun terakhir, bioskop Indonesia dibanjiri oleh film-film horror, baik yang bersumber dari cerita rakyat, adaptasi dari kisah nyata, legenda urban, hingga horor modern yang mengangkat isu sosial dan psikologis.

Sumber: Official Poster Film Jumbo (Visinema Studios)

Namun, tahun 2025 membawa angin segar yang cukup mengejutkan. Sebuah film animasi lokal berjudul Jumbo berhasil mengguncang peta persaingan industri film Indonesia. Tak hanya sukses secara artistik, Jumbo juga mencatat prestasi luar biasa dengan menggeser posisi KKN di Desa Penari sebagai film Indonesia terlaris. Ini merupakan momen bersejarah, mengingat film animasi Indonesia sebelumnya kerap dipandang sebelah mata dan jarang mencapai angka penonton yang besar.

Fenomena ini menunjukkan bahwa selera penonton Indonesia mulai berkembang dan lebih terbuka terhadap genre lain di luar horror. Keberhasilan Jumbo menjadi sinyal bahwa ada pasar besar yang selama ini belum tergarap maksimal, terutama untuk film keluarga dan animasi berkualitas. Sebagai respons, sejumlah PH yang sebelumnya fokus pada horor kini mulai melirik genre animasi, bahkan beberapa di antaranya telah mengumumkan proyek animasi baru yang sedang dalam tahap produksi, contoh yang akan tayang dalam waktu dekat adalah Panji Tengkorak dari Falcon Pictures.

Angka penonton film Indonesia per 08/06/2025 (Sumber: filmindonesia.or.id)

Perubahan tren ini mencerminkan dinamika industri film Indonesia yang terus bergerak. Meski horror masih menjadi genre favorit, keberhasilan Jumbo membuka peluang bagi genre lain untuk tumbuh. Penonton Indonesia kini tak hanya mencari sensasi takut, tetapi juga pengalaman sinematik yang menghibur, mendidik, dan menyentuh emosi.

Sumber: chatGPT.com

Kesimpulannya, benar bahwa masyarakat Indonesia menyukai film horror, terbukti dari kesuksesan KKN di Desa Penari. Namun, dengan munculnya Jumbo sebagai raja box office baru, terbukti pula bahwa selera penonton bisa berubah, dan industri harus sigap beradaptasi. Di balik bayang-bayang kengerian, kini animasi lokal mulai bersinar.

Editor: Jaya Ridho Nugroho, S.Kom

Referensi:

  1. Website Film Indonesia (2025). Angka penonton teratas film indonesia. Diakses dari: https://filmindonesia.or.id/film/penonton
  2. Arif Budiman. (2023). Indonesia Suka Film Horror, Mengapa?. Diakses dari: https://www.voaindonesia.com/a/indonesia-suka-film-horor-mengapa-/7181230.html
  3. Tempo.co. (2025). Fakta Menarik Film Jumbo yang kini jadi Film Terlaris Indonesia. Diakses dari: https://www.tempo.co/teroka/fakta-menarik-jumbo-yang-kini-jadi-film-terlaris-indonesia-1623008

Baloi-Sei Ladi, Jl. Gajah Mada, Tiban Indah, Kec. Sekupang, Kota Batam, Kepulauan Riau 29426
(0778) 7437111
Temukan kami

Telusuri