Penulis: Nafa Indah Sasmi, S.Pd. | Editor: Ambarwulan, S.T.

Batam, 29 November 2025 — Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Internasional Batam bersama ELE-MNI) kembali melaksanakan kegiatan ELE–MNI Series: From Campus to Career – Inspiring Journeys of ELE Alumni Series #2: Expanding Horizons secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini menghadirkan para alumni yang telah memasuki dunia profesional untuk berbagi pengalaman, wawasan, serta perjalanan karier mereka kepada mahasiswa. Acara dipandu oleh moderator Melisa Ayu Rumiati (2461026) dan diikuti oleh mahasiswa dari berbagai program studi yang tertarik memperluas pengetahuan mengenai peluang karier bagi lulusan Pendidikan Bahasa Inggris.
Kegiatan dimulai dengan pembukaan serta pengenalan alur acara sebelum memasuki sesi utama, yakni sharing session bersama para alumni. Tiga pembicara yang hadir berasal dari latar profesi berbeda, memperlihatkan bahwa lulusan ELE memiliki potensi karier yang sangat luas. Kurniati (Batch 2017), yang saat ini bekerja sebagai Procurement – Sourcing Specialist di GE HealthCare, membagikan bagaimana kemampuan analitis, komunikasi, dan manajemen proyek yang ia pelajari selama kuliah mendukung pekerjaannya di industri kesehatan global. Annisa Salsabila (Batch 2019), Human Resources & Administrative Executive di Eezee Pte. Ltd, memberikan wawasan mengenai pentingnya adaptasi, kemampuan interpersonal, serta peran bahasa Inggris dalam dunia HR. Sementara itu, Khristina (Batch 2019), yang bekerja sebagai New Building Admin di PT ASL Shipyard Indonesia, menjelaskan bagaimana keterampilan bahasa turut menunjang pekerjaannya di lingkungan kerja yang teknis dan multinasional. Melalui paparan para alumni ini, mahasiswa diajak untuk melihat bahwa jalur karier lulusan ELE tidak terbatas pada profesi pengajar, tetapi juga dapat merambah sektor industri, administrasi, dan manajemen.

Antusiasme peserta semakin terlihat pada sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Pertanyaan pertama datang dari Anggun Dwi Ramadhani (2551183) dari Prodi Ilmu Hukum, yang menanyakan cara belajar bahasa Inggris secara mandiri tanpa kursus. Menanggapi hal tersebut, Kurniati menjelaskan bahwa latihan rutin merupakan kunci utama, misalnya melalui interaksi dengan teman dari luar negeri atau konsumsi konten bahasa Inggris seperti musik, film, dan novel. Annisa menambahkan bahwa pengalaman pribadinya belajar lewat kamus membawa banyak manfaat, namun bagi sebagian orang metode belajar dapat disesuaikan dengan passion masing-masing, seperti menonton video, mendengarkan musik, atau mengikuti kanal YouTube berbahasa Inggris. Khristina turut berbagi bahwa ia banyak belajar kosakata melalui game dengan membuat subtitle untuk kosa kata baru. Annisa kemudian menegaskan bahwa apa pun minat seseorang, semuanya dapat dijadikan medium belajar bahasa Inggris: “If you usually use it in Bahasa Indonesia, switch jadi bahasa Inggris. Kalau kata pepatah, if you are in Rome, be a Roman.”

Pertanyaan berikutnya diajukan oleh sang moderator, Melisa Ayu Rumiati (2461026), mengenai bagaimana cara mempertahankan konsistensi belajar agar motivasi tidak hilang di tengah jalan. Kurniati menjawab bahwa konsistensi hanya bisa dibangun dengan menetapkan tujuan yang jelas serta menyusun langkah-langkah yang ingin dicapai sehingga proses belajar menjadi lebih terarah. Selanjutnya, Mutiah Hasim (2561014) bertanya mengenai peluang membuka les bahasa Inggris sebagai pekerjaan sampingan. Para pembicara sepakat bahwa membuka les merupakan side hustle yang sangat memungkinkan dan menguntungkan, dapat dilakukan oleh mahasiswa maupun alumni sebagai tambahan pengalaman sekaligus sumber pendapatan.
Pertanyaan terakhir datang dari Ernestine (2542133) dari Prodi Akuntansi, yang menanyakan kandidat seperti apa yang lebih disukai perusahaan: seseorang yang sering berpindah tempat kerja atau kandidat yang stabil di satu perusahaan untuk jangka panjang. Menjawab hal ini, Kurniati menjelaskan bahwa banyak perusahaan mencari kandidat dengan pengalaman spesifik dalam satu bidang selama beberapa tahun, karena umumnya lowongan membutuhkan pengalaman 3–5 tahun. Annisa memperjelas bahwa pemilihan kandidat bergantung pada posisi yang dibuka. Untuk posisi spesialis, kandidat dengan pengalaman lama lebih diprioritaskan, sedangkan yang berpindah-pindah tetap memiliki peluang, namun biasanya masuk daftar short list. Ia juga menekankan bahwa lamanya seseorang bekerja akan memengaruhi besaran gaji sehingga perusahaan perlu menyesuaikan dengan anggaran, serta perusahaan lebih mengutamakan kandidat yang menunjukkan stabilitas kerja karena pengalaman terbaik biasanya didapat setelah tiga tahun berada di sebuah perusahaan.
Kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan sertifikat secara simbolis kepada para pembicara sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan wawasan yang telah dibagikan. Acara ini tidak hanya memberikan gambaran nyata tentang dunia kerja, tetapi juga mempererat hubungan antara alumni dan mahasiswa, serta memperkaya pemahaman peserta mengenai berbagai jalur karier yang dapat ditempuh setelah lulus.

Dalam sesi kutipan, salah satu pesan yang paling membekas disampaikan oleh Khristina (Batch 2019): “Though we still don’t know where we’re headed, the future that awaits us looks interesting. Jangan terlalu banyak dengar kata orang lain, lebih baik kita mencari saja perjalanan diri sendiri. Pendapat orang lain belum tentu benar.” Ucapan ini mengingatkan mahasiswa untuk terus berani mengeksplorasi, mencari jalan masing-masing, dan tidak mudah terpengaruh oleh komentar negatif.

Sebagai penutup, kegiatan ELE–MNI Series #2: Expanding Horizons berhasil membuka wawasan mahasiswa mengenai berbagai peluang karier dan memberikan motivasi baru untuk terus berkembang. Dengan kehadiran para alumni yang telah berkiprah di berbagai bidang, kegiatan ini semakin menguatkan komitmen ELE UIB dalam mendukung mahasiswa untuk menjadi individu yang profesional, adaptif, dan siap menghadapi dunia kerja di masa depan.
Program Sarjana Pendidikan Bahasa Inggris
Universitas Internasional Batam

