ELE UIB Siapkan Guru Masa Depan Lewat Kegiatan ‘English Teachers: From A to Z’ Bersama Visiting Lecturer UMRAH

Penulis: Nafa Indah Sasmi, S.Pd. | Editor: Ambarwulan, S.T.

Batam, 4 Desember 2025 — Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Internasional Batam (UIB) menyelenggarakan kegiatan English Teachers: from A to Z “Building Teacher Attitudes for Engaging Today’s Diverse Learners” pada pukul 18.30 WIB bertempat di Laboratorium Speaking, Lantai 4 Gedung A UIB. Kegiatan ini dihadirkan untuk memberikan pembekalan profesional bagi mahasiswa PBI mengenai sikap, peran, dan strategi yang perlu dimiliki seorang guru dalam menghadapi peserta didik yang semakin beragam di era pembelajaran modern. Acara berlangsung dengan antusiasme tinggi dan diikuti oleh mahasiswa dari berbagai angkatan.

Acara dibuka oleh moderator, Tasya Meylarisman (2361019), yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan resmi dari Kepala Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UIB, Leil Badrah Zaki, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa guru masa kini tidak hanya bertugas menyampaikan materi bahasa, tetapi juga menjadi fasilitator, motivator, serta role model yang mampu memahami keberagaman siswa sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan berempati.

Memasuki sesi pemaparan materi, empat pembicara profesional di bidang pendidikan membagikan wawasan dari perspektif masing-masing. Pembicara pertama, Tessa Dwi Leoni, S.Pd., M.Pd., menyoroti pentingnya penguatan kompetensi guru dalam mengelola pembelajar yang modern dan beragam, termasuk adaptasi teknologi, variasi metode, serta pemahaman karakter peserta didik yang berbeda-beda. Rona Elfiza, S.Pd., M.Pd., yang menguraikan peran guru sebagai manajer kelas yang harus mampu mengatur dinamika belajar, membangun rutinitas, dan menciptakan harmoni di dalam kelas. Dalam sesinya, peserta diajak untuk berdiskusi dalam kelompok terkait case pembelajaran di kelas berdasarkan gambar yang di sajikan. Peserta sangat antusias dalam berdiskusi dan menyampaikan hasil Diskusi mereka dalam sesi ini. Selanjutnya, Materi ketiga dibawakan oleh Dewi Nopita, S.Pd., M.Pd., menyampaikan materi bertema Effective Classroom Management, yang menekankan pentingnya menghadirkan kelas yang terstruktur, nyaman, dan kondusif melalui kedisiplinan yang bijak dan pendekatan yang humanis. Sementara itu, pembicara terakhir, Dewi Murni, S.S., M.Hum., membahas sensitivitas budaya dan komunikasi empatik sebagai kunci utama membangun hubungan positif antara guru dan peserta didik.

Sesi dilanjutkan dengan sesi Tanya Jawab yang berjalan interaktif dengan mahasiswa yang aktif menyampaikan pertanyaan berdasarkan contoh kasus nyata di dunia pendidikan. Tasya Meylarisman (2361019) mengawali sesi dengan pertanyaan mengenai cara guru menghadapi fenomena bullying di sekolah. Pembicara menekankan bahwa guru harus peka terhadap tanda-tanda bullying, menjaga komunikasi dengan siswa, dan segera menindaklanjuti dengan pendekatan kolaboratif bersama wali kelas, konselor, dan pihak sekolah. Pertanyaan berikutnya disampaikan oleh Alkaisar Bagegia Kembaren (2361027), yang menanyakan bagaimana guru menghadapi situasi ketika siswa maupun orang tua tidak menerima tindakan pendisiplinan seperti mencubit atau menjewer. Para pembicara sepakat bahwa pendisiplinan tidak boleh dilakukan dengan kontak fisik, dan guru perlu menerapkan pendekatan disiplin positif yang berfokus pada komunikasi, aturan yang jelas, dan konsekuensi yang mendidik. Pertanyaan ketiga datang dari Chariyani Tindaon (2361005), yang menanyakan strategi mengajar siswa dengan kemampuan berbeda dalam satu kelas. Pembicara menjelaskan bahwa diferensiasi pembelajaran, pemetaan kebutuhan siswa, serta variasi media dan aktivitas menjadi kunci mengakomodasi keberagaman tersebut tanpa mengorbankan kualitas pembelajaran. Dengan sistem yang ada sekarang, guru diharapkan dapat bekerja keras dalam membuat pembelajaran yang menyesuaikan kemampuan beragam di dalam kelas. Diharapkan kedepannya sekolah bisa menerapkan sistem yang memetakan siswa berdasarkan kemampuan yang mereka miliki dengan Melakukan assesmen diagnostik pada pendaftaran siswa baru sehingga pembagian kelas bisa disesuaikan dengan kemampuan siswa dan menghasilkan pembelajaran yang efektif bagi setiap siswa.

Melalui diskusi yang intensif tersebut, mahasiswa memperoleh gambaran nyata mengenai tantangan dan keputusan profesional yang harus diambil guru dalam praktik mengajar. Acara ini ditutup dengan apresiasi kepada para pembicara yang telah membagikan pengalaman dan ilmu yang sangat relevan bagi calon pendidik.

Sebagai kesimpulan, kegiatan English Teachers: from A to Z berhasil memberikan pengetahuan, perspektif, dan inspirasi baru bagi mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris. Materi komprehensif yang disampaikan para pembicara, dipadukan dengan diskusi reflektif yang kaya, menjadikan kegiatan ini sebagai salah satu program penguatan kompetensi paling penting dalam mempersiapkan mahasiswa menjadi pendidik profesional yang siap menghadapi dinamika pembelajaran di era global.

Program Sarjana Pendidikan Bahasa Inggris.

Universitas Internasional Batam

Baloi-Sei Ladi, Jl. Gajah Mada, Tiban Indah, Kec. Sekupang, Kota Batam, Kepulauan Riau 29426
(0778) 7437111
Temukan kami

Telusuri