Penulis: dr. Eva Miranda Fitri, Sp.THT-BKL

Setiap tanggal 3 Maret, dunia memperingati World Hearing Day yang diinisiasi oleh World Health Organization (WHO). World Hearing Day menjadi pengingat bahwa fungsi pendengaran yang baik merupakan salah satu faktor penting bagi tumbuh kembang anak, khususnya di usia sekolah.
Di ruang kelas, anak akan belajar berinteraksi secara sosial, mengikuti instruksi verbal dan juga berdiskusi. Jika kemampuan mendengar terganggu, proses belajar dapat ikut terdampak dan kondisi ini sering kali tidak disadari oleh orang tua maupun guru.
SEBERAPA SERING TERJADI?
WHO melaporkan bahwa lebih dari 34 juta anak di dunia mengalami gangguan pendengaran yang bermakna secara klinis (WHO,2021), di mana sekitar 60% kasus pada anak sebenarnya dapat dicegah, terutama jika penyebabnya berkaitan dengan infeksi telinga dan paparan suara keras.
Pada anak usia sekolah, berbagai studi menunjukkan prevalensi gangguan pendengaran berkisar 5-15%, yang berarti dalam satu kelas yang berisi 30 siswa, bisa saja terdapat satu atau dua anak yang mengalami kesulitan mendengar.
PENYEBAB YANG SERING DITEMUKAN ?
Beberapa penyebab gangguan pendengaran pada anak usia sekolah yang sering ditemukan antara lain :
- Penumpukan kotoran telinga/serumen
- Infeksi telinga berulang
- Pembesaran adenoid
- Kebiasaan menggunakan earphone yang terlalu lama dan menggunakan volume terlalu tinggi
TANDA-TANDA YANG PERLU DIWASPADAI
Gangguan pendengaran pada anak usia sekolah sering tidak disadari, sehingga orang tua dan guru perlu memperhatikan bila anak :
- Sering meminta pengulangan
- Tidak respon saat dipanggil
- Mengatur volume televisi atau gawai terlalu keras
- Nilai pelajaran/prestasi menurun tanpa sebab jelas
- Mengeluh telinga terasa penuh, nyeri, atau berdenging
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), gangguan pendengaran yang tidak terdeteksi dapat memengaruhi perkembangan bahasa dan kemampuan belajar anak (CDC, 2022).
SIAPA YANG PERLU SKRINING PENDENGARAN?
Skrining pendengaran adalah pemeriksaan sederhana untuk mendeteksi kemungkinan gangguan dengar sejak dini.
Skrining dianjurkan pada:
- Semua anak saat mulai masuk sekolah dasar
- Anak dengan riwayat infeksi telinga berulang
- Anak dengan penurunan prestasi tanpa sebab jelas
- Anak yang sering meminta pengulangan saat diajak bicara
- Anak dengan riwayat lahir prematur atau faktor risiko lainnya
Program skrining di sekolah dapat membantu menemukan gangguan pendengaran ringan yang sering terlewat.
LANGKAH SEDERHANA UNTUK ORANG TUA DAN GURU
Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan :
- Segera periksakan anak bila ada keluhan telinga
- Lakukan pemeriksaan pendengaran bila ada tanda mencurigakan
- Terapkan aturan 60/60 (volume maksimal 60% dengan waktu maksimal 60 menit) dalam penggunaan earphone
- Hindari membersihkan telinga terlalu dalam
- Edukasi anak tentang bahaya kebisingan
Pendengaran yang baik adalah fondasi pendidikan. Gangguan pendengaran bukan sekadar masalah telinga, tetapi menyangkut masa depan anak. Di Hari Pendengaran Sedunia ini, mari tingkatkan kepedulian terhadap kesehatan pendengaran anak. Karena setiap suara yang mereka dengar hari ini adalah bekal untuk meraih prestasi esok hari.
Editor: Ambarwulan, S.T.
Referensi
World Health Organization. (2021). World Report on Hearing. Geneva: WHO.
World Health Organization. (2023). Deafness and Hearing Loss – Fact Sheet.
Centers for Disease Control and Prevention. (2022). Hearing Loss in Children.


