Bagaimana Integrasi IoT dan AI Mulai Diajarkan dalam Pembelajaran TI?

Penulis: Muhammad Ilham Ashiddiq Tresnawan, S.T., B.Sc., M.Sc

Sumber: ChatGPT

Dunia teknologi berkembang dengan sangat cepat, dan dua bidang yang mengalami peningkatan paling pesat adalah Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI). Keduanya tidak lagi berdiri sebagai teknologi yang terpisah, melainkan saling melengkapi untuk membentuk sistem cerdas yang mampu beroperasi secara mandiri, belajar dari data, serta mengambil keputusan berdasarkan kondisi nyata.

Tren ini membuat institusi pendidikan tinggi khususnya program studi Teknologi Informasi mulai menyesuaikan kurikulum mereka. Pembelajaran tidak hanya fokus pada materi klasik seperti pemrograman, jaringan, dan basis data, tetapi juga memperkenalkan mahasiswa pada pengembangan sistem IoT dan AI secara terpadu. Hal ini menjadi langkah penting agar mahasiswa siap menghadapi kebutuhan industri yang semakin mengarah pada otomatisasi, smart system, dan pemanfaatan data secara intensif.

IoT berfungsi mengumpulkan data menggunakan sensor dan perangkat terhubung, sementara AI bertugas mengolah data tersebut, melakukan analisis, memberi prediksi, dan menghasilkan keputusan otomatis. Ketika digabungkan, keduanya menciptakan sistem yang:

  1. mampu bekerja secara real-time
  2. mampu belajar dan beradaptasi
  3. dapat mengambil keputusan mandiri
  4. membantu otomasi dan efisiensi operasional
  5. meningkatkan kualitas layanan dan pengambilan keputusan

Contoh penerapannya dapat ditemukan di berbagai sektor penting:

  1. Smart City: sistem lampu jalan otomatis, deteksi kepadatan lalu lintas, dan pengelolaan energi.
  2. Smart Industry: predictive maintenance untuk mesin pabrik dan otomatisasi lini produksi.
  3. Smart Home: perangkat rumah tangga yang mengenali pola kebiasaan pengguna.
  4. Smart Healthcare: wearable device untuk memonitor kondisi pasien secara real-time.
  5. Smart Agriculture: sistem irigasi otomatis yang dipicu oleh prediksi kelembapan tanah.

Dengan perkembangan tersebut, pembelajaran TI harus membekali mahasiswa agar mampu merancang dan mengimplementasikan sistem cerdas yang memadukan IoT dan AI secara langsung.

Integrasi IoT dan AI di lingkungan akademik biasanya melibatkan kombinasi teori, praktik, eksperimen laboratorium, hingga proyek akhir yang menghubungkan kedua teknologi tersebut. Pendekatannya mencakup beberapa bagian berikut.

Pada tahap awal, mahasiswa diperkenalkan pada konsep perangkat terhubung, arsitektur IoT, serta cara kerja sensor dan aktuator. Mereka mempelajari cara mengumpulkan data, mengirimkannya melalui protokol komunikasi tertentu, dan menyimpannya pada server atau cloud.

Mahasiswa dikenalkan dengan perangkat seperti:

  1. Arduino
  2. ESP8266 / ESP32
  3. Raspberry Pi
  4. Sensor suhu, kelembapan, PIR, ultrasonik, gas, dan cahaya
  5. Modul komunikasi Wi-Fi, Bluetooth, dan LoRa

Materi ini membantu mahasiswa memahami bagaimana data digital dikumpulkan dari lingkungan fisik.

Setelah memahami IoT, mahasiswa masuk ke materi artificial intelligence. Mereka mempelajari cara AI mengolah data, menemukan pola tersembunyi, hingga menghasilkan sistem prediktif atau sistem klasifikasi.

Materi AI yang diajarkan meliputi:

  1. supervised dan unsupervised learning
  2. neural network dan deep learning
  3. data preprocessing dan data cleaning
  4. model evaluasi dan validasi
  5. penggunaan framework AI seperti TensorFlow dan Scikit-Learn

Mahasiswa memahami bagaimana data mentah dari perangkat IoT perlu diproses, dibersihkan, dan digunakan untuk melatih model AI yang kemudian dapat diintegrasikan ke sistem nyata.

Bagian terpenting dalam pembelajaran modern adalah menerapkan kedua teknologi tersebut dalam proyek praktis. Di sini mahasiswa diminta membangun solusi lengkap berbasis IoT-AI.

Project based lerning bertujuan agar mahasiswa memahami hubungan penuh antara perangkat IoT, pengumpulan data, aplikasi cloud, dan pengolah AI. Karena IoT menghasilkan data besar dan AI membutuhkan komputasi yang kuat, mahasiswa juga diajarkan layanan komputasi awan (cloud). Melalui cloud, data IoT bisa disimpan, dipantau, dan diproses secara real-time.

Platform yang sering digunakan dalam pembelajaran:

  1. AWS IoT Core
  2. Firebase Realtime Database
  3. ThingsBoard atau Node-RED

Mahasiswa mempelajari bagaimana seluruh sistem terhubung: data dari sensor masuk ke cloud, diolah oleh AI, dan output-nya kembali ke perangkat IoT atau dashboard. Selain cloud, mahasiswa juga diajarkan bagaimana AI dapat berjalan langsung di perangkat seperti Raspberry Pi atau microcontroller, konsep yang dikenal dengan Edge AI.

Ini penting ketika sistem membutuhkan respons cepat tanpa bergantung pada internet, seperti:

  1. sistem keamanan berbasis kamera
  2. robot otonom
  3. sistem alarm bencana
  4. kesehatan digital (heart rate detection)

Pembelajaran edge AI melatih mahasiswa memahami pentingnya optimasi model dan efisiensi komputasi. Institusi pendidikan kini semakin banyak bekerja sama dengan industri untuk memperkuat kompetensi mahasiswa. Bentuk kolaborasinya meliputi:

  1. sertifikasi resmi seperti AWS, Cisco, Huawei, dan Microsoft
  2. workshop dan seminar IoT-AI
  3. praktisi mengajar di kelas sebagai mentor industri
  4. penelitian berbasis studi kasus industri
  5. kompetisi inovasi IoT-AI untuk melatih kreativitas mahasiswa

Kolaborasi ini membantu mahasiswa merasakan pengalaman dunia nyata dan memahami bagaimana IoT dan AI digunakan dalam skala industri.

Meskipun penting, integrasi ini tidak selalu mudah. Beberapa tantangan yang sering dihadapi perguruan tinggi antara lain:

  1. kebutuhan perangkat dan infrastruktur yang cukup mahal
  2. kompleksitas materi yang memerlukan waktu belajar lebih panjang
  3. keterbatasan dosen dengan kompetensi IoT-AI terbaru
  4. kesenjangan antara teori akademik dan implementasi industri
  5. kecepatan perkembangan teknologi yang sangat cepat

Namun banyak institusi telah membuat laboratorium khusus, memperbarui kurikulum, dan bekerja sama dengan industri untuk mengatasi tantangan ini.

Integrasi IoT dan AI dalam pembelajaran TI merupakan langkah besar dan sangat diperlukan dalam menghadapi transformasi digital. Dengan mempelajari keduanya secara bersamaan, mahasiswa dapat memahami keseluruhan alur sistem cerdas: mulai dari pengumpulan data, pengolahan data, pembuatan model AI, hingga implementasi sistem otomatis.

Pendekatan pembelajaran yang melibatkan teori, praktik laboratorium, proyek inovatif, serta kolaborasi industri akan melahirkan lulusan TI yang siap bersaing dan mampu menciptakan solusi teknologi masa depan.

🔍 Tertarik mendalami Teknologi Informasi? Cek Program Studi Teknologi Informasi  Universitas Internasional Batam dan pilih peminatanmu: Cloud Engineering, Smart Systems, atau Cyber Intelligence. Segera daftarkan dirimu di Pendaftran Program Sarjana Teknologi Informasi.

Editor: Ambarwulan, S.T.

Referensi

• Al-Fuqaha, A., Guizani, M., Mohammadi, M., Aledhari, M., & Ayyash, M. (2015). Internet of Things: A Survey on Enabling Technologies, Protocols, and Applications. IEEE Communications Surveys & Tutorials.

• Ashton, K. (2009). That ‘Internet of Things’ Thing. RFID Journal.

• Gubbi, J., Buyya, R., Marusic, S., & Palaniswami, M. (2013). Internet of Things (IoT): A Vision, Architectural Elements, and Future Directions. Future Generation Computer Systems.

• Goodfellow, I., Bengio, Y., & Courville, A. (2016). Deep Learning. MIT Press.

• Mohammadi, M., Al-Fuqaha, A., Sorour, S., & Guizani, M. (2018). Deep Learning for IoT Big Data and Streaming Analytics: A Survey. IEEE Communications Surveys & Tutorials.

• Sarker, I. H. (2022). Machine Learning: Algorithms, Real-World Applications and Research Directions. SN Computer Science.

• Buyya, R., Vecchiola, C., & Selvi, S. T. (2013). Mastering Cloud Computing. Morgan Kaufmann.

• Minerva, R., Biru, A., & Rotondi, D. (2015). Towards a Definition of the Internet of Things (IoT). IEEE IoT Initiative.

• IBM Research. (2021). Edge Computing and AI Integration Overview. IBM Technical Documentation.

• Cisco Systems. (2020). Cisco IoT and AI Convergence Framework. Cisco Whitepaper.

• Google Cloud IoT Core Documentation (2021). IoT–AI Integration Using Cloud Services. Google Cloud.

• Microsoft Azure (2021). Azure IoT & Machine Learning Architecture Guide. Microsoft Docs.

• AWS IoT Team. (2020). Building Intelligent IoT Applications with AWS AI Services. AWS Whitepaper.

• Li, S., Xu, L. D., & Zhao, S. (2015). The Internet of Things: A Survey. Information Systems Frontiers.

• Deng, L., & Yu, D. (2014). Deep Learning: Methods and Applications. Foundations and Trends in Signal Processing.

• Wang, Y., et al. (2020). AI-Powered IoT Systems: Architecture, Applications and Challenges. Journal of Network and Computer Applications.

• Xu, B., et al. (2021). Teaching IoT and AI Integration: A Case Study in Engineering Education. International Journal of Engineering Pedagogy.

Baloi-Sei Ladi, Jl. Gajah Mada, Tiban Indah, Kec. Sekupang, Kota Batam, Kepulauan Riau 29426
(0778) 7437111
Temukan kami

Telusuri