Penulis: Duke Paopathon Pardede (2461001) | Editor: Ambarwulan, S.T.

Delegasi Universitas Internasional Batam (UIB) melanjutkan rangkaian kunjungan kerjanya ke Timor-Leste dengan melaksanakan agenda penting di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Dili pada Senin, 24 November 2025. Kunjungan ini merupakan bagian strategis dari upaya UIB untuk memperluas kerja sama akademik, memperkuat hubungan pendidikan bilateral, serta membuka peluang baru untuk mobilitas mahasiswa antara Indonesia dan Timor-Leste. Sesi ini dipimpin secara resmi oleh Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Timor-Leste, H.E. Okto Dorinus Manik, yang menyambut hangat delegasi UIB dan menyatakan dukungan penuh terhadap agenda internasionalisasi universitas. Sambutan tersebut mempertegas pentingnya diplomasi pendidikan sebagai jembatan kolaborasi jangka panjang. Pertemuan tersebut sekaligus menciptakan ruang dialog yang positif bagi pengembangan inisiatif pendidikan berikutnya di Timor-Leste.

Delegasi UIB yang hadir terdiri dari empat pimpinan senior yang berperan besar dalam memperkuat kerja sama akademik internasional: Dr. Hepy Hefri Ariyanto selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Tony Wibowo, Ph.D. selaku Dekan Fakultas Ilmu Komputer, Dr. Hari Sutra Disemadi, S.H., M.H. selaku Kepala Program Studi Ilmu Hukum, serta dr. Aries Maulana, Sp.PA selaku Kepala Program Studi Kedokteran Program Sarjana. Dalam sesi tersebut, UIB memaparkan ekosistem akademik kampus secara menyeluruh, mencakup seluruh program sarjana, pascasarjana, dan program profesional di setiap fakultas yang ada. Delegasi UIB menjelaskan berbagai peluang mobilitas internasional seperti pertukaran pelajar, program dual degree, hingga magang internasional yang terbuka bagi siswa dari Timor-Leste. Selain itu, mereka juga menekankan kekuatan UIB dalam bidang penelitian, kolaborasi industri, serta pengabdian kepada masyarakat. Pemaparan tersebut menunjukkan komitmen UIB untuk menghadirkan kesempatan pendidikan internasional yang inklusif tanpa membatasi bidang studi tertentu.

Untuk memperkaya keterlibatan dalam pertemuan tersebut, KBRI turut mengundang para kepala sekolah serta perwakilan dari berbagai SMA dan sekolah teknik di Dili. Kehadiran mereka menunjukkan antusiasme besar terhadap peluang kolaborasi dengan UIB. Beberapa peserta yang hadir antara lain Victor B. Mendes dari Colégio São João de Brito, João Gaio dari Escola Técnica Informática de Díli (ETI-DILI), serta Erlina Suciatí dari Escola Católica do Sagrado Coração de Jesus Becora–SACROJES. Selain itu, hadir pula Domingos Ramos, Fernando M. Guterres, Dulcifa Pinto, Agnelo Moreira, dan Faustino Simãos, bersama perwakilan sekolah lainnya yang tidak dapat disebutkan satu per satu. Keberagaman latar belakang mereka memberikan nilai tambah bagi diskusi dan membuka peluang kolaborasi lintas institusi. Tingginya minat para peserta memperlihatkan potensi besar bagi pengembangan jaringan kemitraan pendidikan masa depan. Keterlibatan mereka juga memperlihatkan tingginya keinginan untuk memperkuat relasi akademik antara kedua negara.

Diskusi selama pertemuan berlangsung dengan dinamis dan konstruktif, berfokus pada peluang kolaborasi jangka panjang yang dapat membawa manfaat bagi UIB dan institusi pendidikan di Timor-Leste. Para peserta membahas inisiatif potensial dalam bentuk pertukaran mahasiswa, program jalur akademik, serta model pengajaran kolaboratif yang dapat memperkuat pengembangan kapasitas pendidikan. Kesempatan untuk menghadirkan dosen tamu, seminar bersama, dan pelatihan profesional juga menjadi topik penting yang dibahas untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia. Semua pihak menunjukkan antusiasme kuat untuk merancang program-program yang saling menguntungkan. KBRI juga berperan aktif dalam memastikan diskusi berjalan seimbang dengan memberikan ruang bagi kedua pihak untuk berbagi pandangan secara terbuka. Suasana diskusi yang penuh kolaborasi tersebut memperkuat fondasi yang baik bagi kerja sama pendidikan di masa mendatang.
Sambutan hangat dan respons sangat positif dari pihak KBRI dan para perwakilan sekolah menciptakan suasana yang mendukung selama acara berlangsung. Para peserta menyampaikan apresiasi atas inisiatif UIB yang proaktif dalam menjalin kerja sama pendidikan lintas negara. Banyak kepala sekolah yang menunjukkan minat besar untuk mengirimkan siswa mereka melanjutkan studi di UIB, serta membuka kemungkinan untuk menerima mahasiswa atau dosen UIB dalam berbagai program pertukaran. KBRI menilai langkah UIB ini sebagai kontribusi signifikan dalam mendukung pengembangan pendidikan di Timor-Leste. Respons positif tersebut menunjukkan adanya visi bersama untuk menciptakan peluang yang dapat mendorong peningkatan pendidikan di kedua negara. Hal ini memperlihatkan bahwa kunjungan institusional semacam ini mampu memperkuat rasa saling percaya dan pemahaman bersama.

Kunjungan ini juga berkontribusi pada penguatan hubungan antarmanusia yang menjadi fondasi penting bagi kerja sama internasional yang berkelanjutan. Para peserta terlibat dalam percakapan terbuka yang memberikan kesempatan untuk saling mengenal budaya, sistem pendidikan, serta tujuan institusi masing-masing. Interaksi seperti ini menciptakan kedekatan yang membantu proses kolaborasi di masa depan, terutama bagi mahasiswa dan dosen yang mungkin terlibat dalam program mobilitas internasional. Pendekatan interpersonal tersebut mendorong suasana kebersamaan dan saling menghormati yang sangat penting dalam pembangunan kerja sama jangka panjang. Melalui upaya ini, UIB dan para pemangku kepentingan di Timor-Leste telah meletakkan dasar hubungan yang kokoh untuk pengembangan kemitraan akademik. Pendekatan berbasis kemanusiaan ini juga sejalan dengan nilai-nilai UIB dalam menjunjung inklusivitas dan kolaborasi global.

Acara kemudian ditutup dengan sesi penyerahan cenderamata dan bendera institusi sebagai simbol penghormatan dan penguatan hubungan akademik antara UIB dan para pemangku kepentingan pendidikan di Timor-Leste. Penyerahan simbolik ini tidak hanya mencerminkan hubungan diplomatik, tetapi juga menjadi bentuk komitmen nyata untuk membangun jalur kolaborasi di masa depan. Para peserta juga berfoto bersama sebagai bentuk dokumentasi atas langkah penting dalam rangkaian inisiatif “UIB Goes to Timor-Leste”. Simbol-simbol ini nantinya akan menjadi pengingat atas kerja sama yang telah dibangun dan semangat kemitraan yang telah terbentuk. Sesi penutupan tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta, mencerminkan semangat persahabatan yang hadir sepanjang kegiatan. Momen tersebut sekaligus menandai pencapaian penting dalam upaya memperkuat koneksi pendidikan antara kedua negara.
Kegiatan ini menjadi salah satu tonggak penting dalam agenda internasionalisasi UIB yang lebih luas. Dengan menjalin hubungan langsung bersama para pemangku kepentingan pendidikan serta perwakilan pemerintah, UIB memperlihatkan pendekatan komprehensif dalam membangun kemitraan global. Dedikasi delegasi UIB mencerminkan komitmen jangka panjang universitas dalam mendukung pengembangan pendidikan di Timor-Leste. Penyambutan positif dari KBRI semakin memperkuat semangat UIB untuk mengeksplorasi peluang baru yang memberikan manfaat bagi mahasiswa, dosen, serta masyarakat di kedua negara. Seiring dengan berlanjutnya agenda internasional UIB, kunjungan ini diharapkan dapat membuka lebih banyak kolaborasi, memperkuat nilai-nilai akademik bersama, dan membangun jembatan yang lebih kokoh antara Indonesia dan Timor-Leste melalui pendidikan. Keberhasilan kunjungan ini memperlihatkan visi UIB dalam memperluas koneksi global yang memberikan dampak nyata dan berkelanjutan.
International Relation Office
Universitas Internasional Batam

