Penulis: dr. Syarifah Ardiani Putri
Campak (measles) adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh virus. Campak dapat menginfeksi baik dewasa dan anak-anak dan penularannya yaitu melalui udara (airborne). Masa inkubasi bervariasi antara 7 hingga 18 hari. Virus ini menyerang tubuh secara sistemik, sehingga gejala klinis dapat mengenai berbagai organ di tubuh.
Umumnya, gejala campak ditandai dengan demam yaitu kenaikan suhu tubuh > 38oC. Gejala lain meliputi batuk, pilek, mata merah atau berair. Tanda khas dari campak yaitu adanya bercak putih keabuan dengan dasar merah di pipi bagian dalam atau yang disebut juga dengan Koplik’s spot. Gejala lain yaitu adanya ruam kemerahan pada tubuh, ruam ini dapat berupa bercak yang datar atau sedikit lebih timbul (maculopapular). Ruam muncul khas dimulai dari belakang telinga, wajah, leher dan menyebar hingga ke seluruh tubuh.

Gambar 1. Ruam Makulopapular pada Campak
Menurut World Health Organization (WHO) kelompok anak-anak di usia < 5 tahun lebih rentan terkena komplikasi dari penyakit ini. Penyakit campak dapat menimbulkan komplikasi serius seperti infeksi telinga (otitis media), infeksi paru (pneumonia), infeksi otak (ensefalitis), diare, kebutaan, tuli hingga kematian.
Pneumonia — adalah peradangan pada parenkim paru yang menyebabkan penderitanya kesulitan bernafas. Menurut data WHO, pneumonia mengenai sedikitnya 1 dari 20 anak-anak dengan campak, menjadikannya penyebab kematian terbanyak pada anak-anak muda yang menderita campak.

Ensefalitis — yaitu peradangan pada parenkim otak. Sekitar 1 dari 1.000 anak yang terkena campak mengalami ensefalitis, menyebabkan kejang dan kehilangan pendengaran serta disabilitas intelektual.
Kematian — kasus kematian pada anak tercatat 1 hingga 3 kasus dari 1.000 anak yang terinfeksi campak. Kematian ini merupakan perjalanan lanjut dari komplikasi pernafasan (pneumonia) dan sistem saraf (ensefalitis). Pada tahun 2024, tercatat sekitar 95.000 orang meninggal karena campak, dimana sebagian besarnya adalah anak-anak di bawah usia 5 tahun.
Maka dari itu, penting bagi orang dewasa untuk melindungi kelompok anak-anak yang rentan ini, dimulai dari pencegahan terhadap penyakit campak itu sendiri. Usaha pencegahan penyakit campak yaitu dengan pemberian vaksin campak. Vaksin campak di Indonesia diberikan pada saat anak berusia 9 bulan dengan vaksin MR, dosis kedua pada usia 15 hingga 18 bulan dan dosis ketiga usia 5 hingga 7 tahun, menurut rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).
Mari lawan campak!
Editor: Ambarwulan, S.T.
Referensi
- Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Apakah Infeksi Campak?. 2019
- World Health Organization (WHO). Measles Symptoms and Complications. 2024.
- Ha Do L, Mulholland K. Measles 2025. The New England Journal of Medicine. 2025.
- Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Jadwal Imunisasi Anak Usia 0-18 Tahun, Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia tahun 2024. 2025.


