Kunjungan Sosial Mahasiswa Universitas Internasional Batam ke Panti Asuhan Mahabbatul Haq

Penulis: Kelompok P2K2 Wakatobi | Editor: Ambarwulan, S.T.

Batam, 22 November 2025 – Kelompok mahasiswa dari Universitas Internasional Batam (UIB), yaitu Kelompok Wakatobi, melakukan kunjungan sosial ke Panti Asuhan Mahabbatul Haq. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kepedulian sosial mahasiswa untuk berbagi kebahagiaan dan pengalaman bersama anak-anak asuh.

Kunjungan dimulai sekitar pukul 08.00 WIB, ketika para mahasiswa berangkat dari kampus menuju panti. Setibanya di lokasi, panitia melakukan persiapan singkat sebelum acara resmi dibuka. Selepas sambutan dari pengurus panti, kegiatan diawali dengan sesi edukasi mengenai toleransi dan nilai kebersamaan.

Gambar 1. Sesi Edukasi mengenai toleransi dan nilai kebersamaan

Sesi edukasi mengenai toleransi dan nilai kebersamaan menjadi salah satu sorotan utama dalam kunjungan sosial tersebut. Dengan suasana yang akrab dan partisipatif, para mahasiswa Kelompok Wakatobi UIB memfasilitasi diskusi yang interaktif, mendorong anak-anak panti untuk berbagi pemikiran tentang bagaimana mereka melihat dan menyikapi perbedaan di sekitar mereka. Melalui aktivitas ini, diharapkan setiap anak dapat memahami bahwa perbedaan, entah itu suku, agama, pendapat, atau latar belakang, bukanlah penghalang, melainkan kekayaan yang dapat memperkuat ikatan persaudaraan dan menciptakan kehidupan yang lebih damai.

Suasana berubah hangat saat sesi ice breaking dilakukan, Suasana edukasi yang tadinya fokus berubah menjadi hangat dan penuh gelak tawa saat tiba pada sesi Ice Breaking.

Gambar 2. Sesi Ice Breaking 1

Dipimpin oleh mahasiswa Kelompok Wakatobi, sesi ini bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari permainan edukatif untuk melatih fokus dan konsentrasi anak-anak panti. Permainan yang dimainkan adalah tepuk tangan berirama, di mana anak-anak diminta untuk merespon instruksi cepat seperti “tepuk 1”, “tepuk 2”, “tepuk 3”, hingga yang paling menantang: “diam.” Permainan sederhana ini berhasil menguji ketepatan reaksi dan kemampuan anak-anak untuk mengendalikan diri dari reflek tepukan. Seperti yang terlihat pada gambar, momen ice breaking ini dipenuhi interaksi ceria, memecah ketegangan, dan menciptakan ikatan emosional yang kuat antara mahasiswa dan adik-adik panti asuhan, sebelum melanjutkan ke kegiatan literasi berikutnya.

Gambar 3. Sesi Pojok Literasi (Membaca Bersama)

Setelah sesi ice breaking yang penuh tawa, kegiatan dilanjutkan dengan Pojok Literasi, yaitu sesi membaca bersama yang dipandu langsung oleh para mahasiswa. Untuk memupuk semangat literasi dan menanamkan nilai moral, mahasiswa membacakan dongeng klasik Indonesia, Bawang Merah dan Bawang Putih. Anak-anak panti tampak antusias mendengarkan setiap alur cerita. Sesi ini tidak hanya berhenti pada pembacaan kisah sebagai bentuk evaluasi sederhana untuk memastikan pemahaman, mahasiswa kemudian memberikan soal-soal tulisan singkat yang relevan dengan isi cerita yang baru dibacakan. Langkah ini dilakukan untuk mengukur sejauh mana anak-anak dapat menyerap pesan, tokoh, dan jalan cerita. Interaksi yang terjadi dari mendengarkan cerita hingga menjawab pertanyaan menciptakan suasana belajar yang efektif, di mana kebersamaan didapatkan melalui pengetahuan dan imajinasi.

Gambar 4. Sesi Ice Breaking 2

Energi dan fokus anak-anak kembali diuji dalam sesi Ice Breaking yang kedua, berjudul “Pundak, Lutut, Botol! Permainan Reaksi Menguji Konsentrasi.” Permainan ini dirancang untuk melatih konsentrasi, kecepatan, dan koordinasi gerakan. Para peserta diminta untuk menyentuh bagian tubuh (kepala, pundak, lutut, kaki) sesuai dengan instruksi yang diucapkan oleh mahasiswa. Di tengah-tengah gerakan tersebut, sebuah botol diletakkan di antara setiap pasang pemain. Instruksi kunci diberikan: saat mahasiswa mengucapkan “Botol,” anak-anak harus segera bereaksi cepat untuk mengambil botol tersebut. Permainan ini berlangsung sangat seru dan kompetitif. Sebagai apresiasi, para pemenang yang menunjukkan reaksi dan fokus tercepat diberikan hadiah menarik dari Kelompok Wakatobi UIB. Momen pemberian hadiah ini penuh motivasi dan memberikan kenangan manis bagi para pemenang.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap panti asuhan, Kelompok Wakatobi UIB menyerahan sembako secara simbolis kepada pengurus Panti Asuhan Mahabbatul Haq. Bantuan yang diserahkan meliputi kebutuhan sembako dan bantuan materi lainnya. Penyerahan ini merupakan perwujudan nyata dari semangat kepedulian dan empati mahasiswa, mencerminkan komitmen UIB untuk berbagi dan berkontribusi kepada masyarakat. Dalam sambutannya, perwakilan Kelompok Wakatobi berharap agar bantuan ini dapat meringankan beban operasional panti dan memberikan manfaat langsung bagi kebutuhan sehari-hari anak-anak asuh.

Gambar 5. Foto Bersama Pihak Panti Asuhan dan Mahasiswa

Kunjungan sosial Kelompok Wakatobi UIB ke Panti Asuhan Mahabbatul Haq ini sukses diselenggarakan dengan tertib dan penuh kehangatan. Kegiatan ini awalnya hanya sebuah program formal di kalender kampus, namun pada akhirnya berubah menjadi pengalaman emosional yang mendalam. Kebersamaan yang tercipta, mulai dari sesi edukasi toleransi hingga tawa riang dalam permainan. Bagi mahasiswa, momen ini menanamkan nilai empati sejati bagi anak-anak panti, kunjungan ini memberikan semangat dan kebahagiaan baru. Melalui foto bersama yang penuh senyum ini, terlihat jelas bahwa semangat berbagi dan peduli sesama berhasil diwujudkan, meninggalkan kesan bahwa kepedulian sosial adalah tanggung jawab yang harus terus diperjuangkan di lingkungan kampus dan masyarakat.

Biro Pengembangan Mahasiswa dan Alumni

Universitas Internasional Batam

Baloi-Sei Ladi, Jl. Gajah Mada, Tiban Indah, Kec. Sekupang, Kota Batam, Kepulauan Riau 29426
(0778) 7437111
Temukan kami

Telusuri