Penulis: Nurul Hosna (2341304) | Editor: Ambarwulan, S.T.

Batam, 26 Februari 2026 – Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Internasional Batam (UIB) turut berkontribusi dalam kegiatan kemanusiaan melalui dukungan penerjemahan pada Program Edukasi Pertolongan Pertama dan Perawatan Keluarga Berbasis Rumah untuk Pengungsi Dewasa yang diselenggarakan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) bekerja sama dengan International Organization for Migration (IOM). Kegiatan ini dilaksanakan pada 24–26 Februari 2026 bertempat di Hotel Aston Inn Gideon Batam, Kota Batam, Kepulauan Riau, dengan melibatkan mahasiswa PBI UIB sebagai penerjemah dalam mendukung kelancaran komunikasi antara fasilitator dan peserta pengungsi dewasa dari berbagai latar belakang kebangsaan.
Program Edukasi Pertolongan Pertama dan Perawatan Keluarga Berbasis Rumah merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas pengungsi dewasa agar memiliki keterampilan dasar dalam melakukan perawatan mandiri dan pertolongan pertama di lingkungan tempat tinggal mereka. Mengingat peserta berasal dari latar belakang bahasa yang beragam, dukungan penerjemahan menjadi elemen krusial guna memastikan materi kesehatan yang disampaikan dapat dipahami secara akurat dan menyeluruh.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UIB yang terlibat sebagai penerjemah adalah David Sutan (2361010), Arya Putra Lievi Darwan (2361004), dan Anderson Cristiano (2561012). Mereka memberikan dukungan penerjemahan lisan (consecutive interpreting) selama sesi penyampaian materi, diskusi interaktif, simulasi praktik pertolongan pertama, serta sesi tanya jawab antara fasilitator dan peserta.
Sebelum pelaksanaan kegiatan, tim mahasiswa melakukan koordinasi teknis dengan pihak penyelenggara untuk memahami alur program dan materi yang akan disampaikan. Selain itu, mahasiswa juga mempelajari terlebih dahulu studi awal terhadap istilah-istilah teknis terkait pertolongan pertama dan perawatan keluarga berbasis rumah guna menjaga akurasi dan ketepatan makna dalam proses penerjemahan yang diarahkan oleh dosen pembimbing (Sir Hendra Nugraha dan Ms Desty Febria) dalam koordinasi sebelum ditempat.


Selama tiga hari pelaksanaan, mahasiswa secara aktif memastikan tidak terjadi miskomunikasi yang berpotensi memengaruhi pemahaman peserta terhadap materi kesehatan yang bersifat esensial. Peran penerjemah dalam konteks ini menjadi sangat strategis, karena kesalahan pemahaman dalam edukasi kesehatan dapat berdampak langsung pada praktik perawatan di kehidupan sehari-hari.
Melalui dukungan penerjemahan ini, kegiatan edukasi dapat berlangsung secara efektif, interaktif, dan komunikatif. Peserta menunjukkan partisipasi aktif dalam sesi diskusi maupun simulasi, yang menandakan bahwa materi yang disampaikan dapat diterima dengan baik.
Partisipasi mahasiswa PBI UIB dalam kegiatan ini mencerminkan komitmen perguruan tinggi dalam mendukung program kemanusiaan melalui kontribusi keilmuan bahasa dan penerjemahan. Kegiatan ini diharapkan dapat terus memperkuat kolaborasi antara institusi pendidikan dan lembaga kemanusiaan dalam memberikan dampak nyata bagi masyarakat rentan.
Salah satu mahasiswa penerjemah (David Sutan) menyampaikan, “Kegiatan ini memberikan pengalaman profesional yang sangat berharga bagi kami. Kami belajar tidak hanya tentang akurasi bahasa, tetapi juga tentang tanggung jawab etis dalam menyampaikan informasi kesehatan yang krusial. Semoga kontribusi kecil kami dapat membantu peserta memahami materi dengan lebih baik.”

Dukungan penerjemahan mahasiswa PBI UIB dalam Program Edukasi Pertolongan Pertama dan Perawatan Keluarga Berbasis Rumah bagi Pengungsi Dewasa menunjukkan bahwa kompetensi bahasa memiliki peran strategis dalam kegiatan kemanusiaan internasional. Kegiatan ini tidak hanya membantu memastikan efektivitas penyampaian materi edukasi kesehatan, tetapi juga menjadi wadah pembelajaran profesional dan penguatan kompetensi komunikasi lintas budaya bagi mahasiswa.
Program Sarjana Pendidikan Bahasa Inggris
Universitas Internasional Batam

