Mengenal Jenis-Jenis Balok dalam Konstruksi Bangunan

Penulis: Cerra Falinna (2511002)

Pernahkah Anda melihat jembatan megah, gedung bertingkat, atau rumah sederhana dan bertanya-tanya bagaimana semuanya dapat berdiri dengan kokoh?
Salah satu rahasianya terletak pada balok, elemen penting dalam struktur bangunan yang berfungsi menyalurkan beban dari lantai atau atap ke kolom dan fondasi, sehingga menjaga kestabilan keseluruhan struktur.

Menariknya, tidak semua balok memiliki karakteristik yang sama. Dalam dunia teknik sipil, dikenal beberapa jenis balok dengan fungsi dan perilaku berbeda, di antaranya balok sederhana, balok bertumpu jepit, dan balok kontinu. Ketiganya memiliki cara kerja dan kekuatan tersendiri dalam menahan beban.

A. Balok Sederhana

Balok sederhana merupakan jenis balok yang paling dasar dalam sistem struktur.
Ciri utamanya adalah memiliki dua tumpuan di kedua ujungnya, yaitu tumpuan rol dan tumpuan sendi. Jenis balok ini cocok digunakan untuk struktur dengan bentang pendek, karena gaya dan momen yang bekerja relatif sederhana.

Beberapa karakteristik balok sederhana antara lain:

  • Tumpuan di kedua ujung menahan reaksi vertikal dan horizontal.
  • Memiliki kekakuan yang lebih rendah dibanding balok kontinu.
  • Sering digunakan pada struktur ringan seperti lantai rumah atau atap kecil.

Gambar 1. Balok Sederhana

B. Balok Bertumpu Jepit

Berbeda dengan balok sederhana, balok bertumpu jepit memiliki satu ujung yang dijepit secara kaku, sedangkan ujung lainnya bebas.

Tumpuan jepit ini menahan semua gerakan translasi dan rotasi, sehingga struktur menjadi lebih kaku dan kuat terhadap lenturan.

Ciri-cirinya antara lain:

  • Salah satu ujung tidak dapat bergerak atau berputar.
  • Sering dijumpai pada kanopi, balkon, atau ujung bangunan yang menjorok keluar.
  • Memiliki momen lentur yang besar di tumpuan, sehingga perlu perencanaan penulangan yang kuat.

Gambar 2. Balok Bertumpu Jepit

C. Balok Kontinu

Balok kontinu adalah balok yang memiliki lebih dari dua tumpuan, biasanya terdiri atas satu tumpuan sendi dan beberapa tumpuan rol.

Kelebihan utama balok ini adalah kemampuannya untuk mendistribusikan beban secara lebih merata, sehingga menghasilkan momen lentur yang lebih kecil dibanding balok sederhana dengan panjang dan beban yang sama.

Balok kontinu umumnya digunakan pada:

  • Jembatan bentang panjang
  • Bangunan bertingkat banyak
  • Struktur lantai yang luas dan terhubung antar kolom

Gambar 3. Balok kontinu

Setiap jenis balok memiliki peran penting dalam menjaga kestabilan dan kekuatan struktur bangunan.
Dengan memahami perbedaan antara balok sederhana, balok bertumpu jepit, dan balok kontinu, seorang insinyur teknik sipil dapat merancang struktur yang lebih efisien, aman, dan sesuai dengan kebutuhan bangunan.

Pada akhirnya, di balik kokohnya setiap jembatan dan gedung, tersimpan ilmu dan perhitungan matang dari elemen-elemen seperti balok — penopang setia yang jarang terlihat, namun memegang peran utama dalam dunia konstruksi.

Editor: Ade Jaya Saputra, S.T., M.Eng.

Baloi-Sei Ladi, Jl. Gajah Mada, Tiban Indah, Kec. Sekupang, Kota Batam, Kepulauan Riau 29426
(0778) 7437111
Temukan kami

Telusuri