Penulis: Hilga Defitri, S.T., M.T.
Setiap proyek konstruksi yang kompleks, baik itu pembangunan high risk building, jalan raya, landasan pacu pesawat (Runway), maupun jembatan, selalu dimulai dari satu tahapan awal yang sangat krusial. Tahapan ini adalah fondasi utama dalam perencanaan dan pelaksanaan suatu konstruksi. Jika pada tahapan ini terjadi kesalahan pengukuran, maka seluruh desain bisa salah posisi di lapangan, pergeseran struktur hingga kegagalan konstruksi. Nah, hal itulah yang membuat tahapan ini tidak bisa dianggap remeh ataupun dihiraukan. Tahapan ini disebut sebagai ilmu ukur tanah (surveying).
Gambar 1. Kegiatan survey oleh surveyor, Sumber: Google.com
Apa itu ilmu ukur tanah ?
Ilmu ukur tanah adalah cabang ilmu geodesi yang mempelajari tentang cara pengukuran di permukaan bumi dan di bawah tanah untuk berbagai keperluan seperti pemetaan dan penentuan posisi relative pada daerah yang sempit sehingga unsur kelengkungan permukaan buminya dapat diabaikan.
Pengukuran tanah ini memberikan data dasar berupa kontur tanah, tinggi elevasi permukaan tanah, kemiringan lahan, batas wilayah dan kondisi geografis lainnya yang akan menjadi acuan dalam perencanaan di bidang teknik sipil.
Apa saja alat-alat survey pemetaan?
Seseorang yang melakukan pengukuran tanah dinamakan surveyor. Pengukuran tanah yang dilakukan oleh para surveyor dalam memetakan suatu wilayah, biasanya menggunakan alat sebagai berikut:
1. Theodolite
Merupakan salah satu alat ukur tanah yang digunakan untuk menentukan tinggi tanah dengan sudut mendatar (horizontal) dan sudut tegak (vertikal). Tujuan pengukurannya yaitu untuk menghasilkan ukuran jarak dan sudut vertikal dan horizontal. Hasil pengukurannya diimplementasikan dalam bentuk gambar menggunakan skala.
Gambar 2. Alat Theodolit, Sumber: Google.com
2. Waterpass
Waterpass atau penyipat datar adalah alat ukut tanah yang digunakan untuk pengukuran beda tinggi suatu titik di permukaan bumi yang saling berdekatan. Tujuannya untuk menentukan tinggi suatu titik yang akan diukur ketinggiannya didasarkan suatu sistem referensi atau bidang acuan.
Gambar 3. Waterpass, Sumber: Google.com
3. Total Station (TS)
Merupakan kombinasi antara theodolite dan EBM (Electronoci Disrance Measurement). Alat digital yang mampu mengukur sudut, jarak dan menyimpan data sekaligus.
Gambar 4. Alat Total Station, Sumber: Google.com
Penutup
Dengan memahami dan memperhitungkan ilmu ukur tanah dengan baik diawal konstruksi, para insinyur sipil bisa memastikan bahwa proyek konstruksi dimulai dengan langkah yang benar. Tahapan surveying bukan hanya sekedar prosedur formal saja, melainkan fondasi data yang menentukan keberhasilan dalam proyek konstruksi.
Editor: Ade Jaya Saputra, S.T., M.Eng.

