Penulis: Muhammad Ilham Ashiddiq Tresnawan, S.T., M.S.

Sumber: ChatGPT
Dalam dunia pengembangan aplikasi modern, komunikasi antara klien dan server menjadi fondasi utama dalam pertukaran data digital. Untuk menghubungkan keduanya, para pengembang menggunakan API (Application Programming Interface). Dua pendekatan paling populer yang digunakan saat ini adalah REST (Representational State Transfer) dan GraphQL. Keduanya memiliki fungsi yang sama, yaitu memungkinkan komunikasi antara aplikasi dan server, tetapi berbeda secara mendasar dalam cara kerja, fleksibilitas, dan efisiensinya.
REST adalah gaya arsitektur API yang diperkenalkan oleh Roy Fielding pada tahun 2000. REST menggunakan protokol HTTP dan memiliki sifat stateless, artinya setiap permintaan dari klien harus berisi semua informasi yang dibutuhkan oleh server tanpa mengandalkan permintaan sebelumnya. REST bekerja dengan konsep sumber daya (resource) yang diwakili oleh URL, misalnya /users untuk data pengguna atau /posts untuk data artikel.
Setiap aksi pada REST dilakukan menggunakan metode HTTP standar seperti:
- GET untuk mengambil data,
- POST untuk menambah data,
- PUT/PATCH untuk memperbarui data,
- DELETE untuk menghapus data.
REST sederhana, fleksibel, dan banyak digunakan di berbagai framework seperti Express.js, Laravel, dan Spring Boot. Namun, dalam praktiknya, REST kadang tidak efisien karena dapat mengirim terlalu banyak data (over-fetching) atau terlalu sedikit (under-fetching), terutama ketika aplikasi membutuhkan data dari beberapa sumber sekaligus.
GraphQL dikembangkan oleh Facebook pada tahun 2012 dan dirilis sebagai proyek open-source pada tahun 2015. Berbeda dengan REST, GraphQL bukan protokol, melainkan bahasa kueri (query language) untuk API. Dengan GraphQL, klien dapat menentukan secara tepat data apa yang ingin diambil dari server, tanpa harus mengikuti struktur respons yang telah ditentukan seperti pada REST.
GraphQL hanya memiliki satu endpoint, misalnya /graphql, dan di dalam permintaannya, klien bisa mengajukan kueri yang kompleks untuk mengambil berbagai data sekaligus. GraphQL memiliki tiga jenis operasi utama:
- Query untuk membaca data,
- Mutation untuk menulis atau memperbarui data,
- Subscription untuk mendapatkan pembaruan data secara real-time.
Pendekatan ini sangat efisien karena klien hanya mengambil data yang dibutuhkan, mengurangi jumlah permintaan ke server, dan meningkatkan kecepatan aplikasi. Oleh karena itu, GraphQL banyak digunakan di aplikasi modern seperti aplikasi mobile dan single-page applications (SPA).
REST menggunakan banyak endpoint untuk setiap sumber daya, sedangkan GraphQL hanya menggunakan satu endpoint universal. Jika REST memerlukan permintaan terpisah untuk /users dan /posts, GraphQL bisa menggabungkan keduanya dalam satu permintaan.
GraphQL memungkinkan klien menentukan sendiri data yang dibutuhkan sehingga lebih efisien dalam penggunaan bandwidth. REST sering kali mengirim data tambahan yang tidak diperlukan, menyebabkan over-fetching dan memperlambat performa jaringan.
REST mudah diterapkan karena berbasis HTTP standar dan banyak didukung oleh alat pengembang. Namun, dalam sistem yang besar, banyaknya endpoint dapat membuat manajemen API menjadi kompleks. GraphQL membutuhkan konfigurasi awal yang lebih rumit, tetapi memberikan fleksibilitas tinggi dan mengurangi kebutuhan versi API baru.
REST biasanya menggunakan versi API seperti /api/v1/ dan /api/v2/ ketika ada perubahan struktur data. GraphQL tidak memerlukan versi baru karena klien dapat menyesuaikan query-nya sesuai kebutuhan, menjadikan API lebih berkelanjutan.
REST lebih mudah diamankan dengan kontrol akses berdasarkan endpoint, sedangkan GraphQL membutuhkan pengaturan khusus untuk membatasi kueri yang terlalu kompleks agar tidak disalahgunakan. Mekanisme seperti query depth limit dan rate limiting perlu diterapkan agar GraphQL tetap aman.
REST umumnya menggunakan dokumentasi berbasis OpenAPI (Swagger). GraphQL memiliki fitur introspection, yang memungkinkan pengembang menjelajahi struktur API secara langsung melalui alat seperti GraphiQL atau Apollo Studio, sehingga proses eksplorasi API menjadi lebih interaktif dan intuitif.
REST lebih cocok digunakan ketika struktur data stabil dan sistem membutuhkan integrasi luas dengan layanan pihak ketiga. REST juga ideal untuk API publik yang tidak memerlukan penyesuaian data yang kompleks dari sisi klien.
GraphQL lebih tepat digunakan ketika aplikasi memerlukan fleksibilitas tinggi, seperti aplikasi mobile dan SPA yang membutuhkan banyak data dari berbagai sumber dalam satu permintaan. GraphQL juga cocok untuk proyek dengan skala besar yang memerlukan efisiensi tinggi dalam pengambilan data.
Perusahaan besar seperti GitHub, Shopify, dan Twitter telah mengadopsi GraphQL untuk meningkatkan performa dan efisiensi komunikasi data mereka. Namun demikian, REST masih menjadi pilihan utama bagi banyak sistem karena kesederhanaan dan stabilitasnya.
REST dan GraphQL adalah dua pendekatan berbeda dalam merancang API modern. REST unggul dalam kesederhanaan, kestabilan, dan kemudahan implementasi, sementara GraphQL menawarkan efisiensi, fleksibilitas, dan kemampuan pengambilan data yang lebih dinamis. Dalam praktiknya, banyak pengembang menggabungkan keduanya menggunakan REST untuk layanan statis dan GraphQL untuk kebutuhan data yang kompleks dan berubah-ubah. Pemahaman mendalam terhadap kedua pendekatan ini membantu pengembang memilih solusi terbaik sesuai kebutuhan teknis dan bisnis.
🔍 Tertarik mendalami Teknologi Informasi? Cek Program Studi Teknologi Informasi  Universitas Internasional Batam dan pilih peminatanmu: Cloud Engineering, Smart Systems, atau Cyber Intelligence. Segera daftarkan dirimu di Pendaftran Program Sarjana Teknologi Informasi.
Editor: Ambarwulan, S.T.
Referensi
• GraphQL Foundation. (2024). Introduction to GraphQL. Tersedia di: https://graphql.org/
• Fielding, R. (2000). Architectural Styles and the Design of Network-based Software Architectures. University of California, Irvine.
• Apollo GraphQL. (2024). Understanding REST vs GraphQL. Tersedia di: https://www.apollographql.com/blog
• Mozilla Developer Network (MDN). (2024). REST API Concepts and Usage. Tersedia di: https://developer.mozilla.org/en-US/docs/Glossary/REST
• Postman Blog. (2023). GraphQL vs REST: A Practical Comparison. Tersedia di: https://blog.postman.com/graphql-vs-rest
• GitHub Engineering. (2023). Why We Chose GraphQL for Our API. Tersedia di: https://github.blog
• IBM Developer. (2024). REST and GraphQL APIs: Choosing the Right One. Tersedia di: https://developer.ibm.com/articles/rest-vs-graphql
• Hasura. (2024). GraphQL vs REST: A Developer’s Perspective. Tersedia di: https://hasura.io/blog/graphql-vs-rest
• Cloudflare Blog. (2024). REST vs GraphQL: Performance, Caching, and Security Considerations. Tersedia di: https://blog.cloudflare.com

