Penulis & Editor: Gilang Ananda, S.Kom
Sumber: Publikasi Humas UIB
Batam, 1 Desember 2025 – Universitas Internasional Batam (UIB) bersama PT Telekomunikasi Indonesia Internasional (TELIN) resmi menutup rangkaian kegiatan Sahabat Pintar Tahun 2025 di Kampung Tua Bakau Serip melalui kegiatan “Edukasi & Pelatihan Inovasi Produk Mangrove bagi Perempuan di Kampung Tua Nongsa” pada Senin, 1 Desember 2025. Program Sahabat Pintar yang telah terlaksana dari 28 Februari hingga 28 Mei 2025, merupakan kelas belajar perempuan dan masyarakat sekitar Kampung Tua Nongsa dengan objektif memberikan pembekalan kemampuan berbahasa Inggris dan Mandarin serta literasi industri kreatif bagi perempuan usia produktif di Kampung Tua Nongsa. Hasil dari kegiatan ini sangat membantu meningkatkan kemampuan dan level kepercayaan diri peserta ketika mengenalkan Mangrove Pandang tak Jemu kepada turis asing yang datang ke Ekowisata Mangrove Pandang tak Jemu.
Sumber: Publikasi Humas UIB
Edukasi dan pelatihan produk inovasi yang difokuskan pada pemanfaatan mangrove sebagai produk bernilai ekonomi, seperti sabun kesehatan, teh kombucha, dan cookies mangrove merupakan permintaan dari peserta kelas Sahabat Pintar. Kegiatan berlangsung di kawasan Kampung Tua Bakau Serip, lokasi ekowisata Mangrove Pandang Tak Jemu, yang selama ini menjadi ikon konservasi dan wisata alam di Batam, dan juga merupakan bagian dari Community Development Program NARU (Natal dan Tahun Baru) TELIN 2025, yang kembali hadir untuk tahun ketiga.
Dalam sambutannya pada acara pembukaan, Wakil Rektor bidang Akademik (WR-1) UIB Dr. Meiliana menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan keterampilan perempuan pesisir. “Program ini bukan hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru. Selanjutnya akan dilakukan pendampingan oleh dosen-dosen UIB kepada ibu-ibu dan masyarakat kampung Tua Nongsa dapat terus menghasilkan dan mengembangkan produk-produk inovatif berbasis mangrove hingga siap dipasarkan secara luas,” ujarnya.
Sementara Chief Commercial Officer (CCO) TELIN, Kharisma mengatakan keseriusan dan komitmen TELIN dalam menjaga lingkungan terutama mangrove agar ekosistem pantai dapat terjaga sehingga keberadaan TELIN di Batam tidak hanya memfokuskan bisnis proses TELIN saja, namun tetap memperhatikan keselarasan lingkungan juga. “Kami percaya bahwa pemberdayaan perempuan adalah kunci pembangunan berkelanjutan. Melalui program NARU ini, kami ingin menghadirkan dampak sosial yang berkelanjutan bagi Kampung Tua Nongsa,” ungkapnya.
Sumber: Publikasi Humas UIB
Pada acara hadir juga perwakilan dari Camat Nongsa, Nelly Apriana dan juga Raja Zulkarnain selaku Lurah Sambau memberikan apresiasi kepada TELIN dan UIB yang dengan konsisten melakukan kegiatan pengembangan sumber daya manusia secara berkelanjutan. Sesi Edukasi dan pelatihan diawali dengan pemarapan tentang kandungan Gizi dari daun Mangrove yang dipandu oleh tim ahli dari Program Studi Biologi dan Gizi UIB. Materi mencakup pemahaman kandungan gizi mangrove, identifikasi spesies yang aman dikonsumsi, hingga demonstrasi langsung pembuatan produk dari tim Biologi. Para peserta juga diberi modul dan panduan produksi untuk memudahkan praktik lanjutan secara mandiri.
Selanjutnya paparan yang sangat menarik tentang TELIN diberikan oleh Dery Partoni serta doorprize yang sangat membangkitkan minat peserta untuk menjawab pertanyaan yang diberikan oleh narasumber. Diakhir kegiatan beberapa peserta memberikan testimoni tentang perubahan positif yang mereka rasakan setelah mengikuti program Sahabat Pintar TELIN dan juga harapan agar kegiatan Sahabat Pintar bisa dilaksanakan lagi ditahun 2026. Banyak yang mengaku kini lebih percaya diri untuk mulai berbicara dengan turis dalam Bahasa Inggris sehingga membantu meningkatnya kunjungan wisata manca negara ke Ekowisata Mangrove Pandang Tak Jemu.
Selain itu, UIB dan TELIN juga menyampaikan rencana tindak lanjut berupa pendampingan berkelanjutan, termasuk dukungan dalam proses perizinan produksi agar produk-produk yang dihasilkan dapat dipasarkan secara resmi di Kota Batam. Upaya ini diharapkan dapat menjadikan cookies, sabun, dan teh kombucha mangrove sebagai produk unggulan Kampung Tua Nongsa dan salah satu ikon oleh-oleh Batam.
Dengan berakhirnya rangkaian program pada hari ini, UIB dan TELIN menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, perangkat Kampung Tua Nongsa, serta para pihak yang telah berkontribusi. Penutupan kegiatan ini menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk melanjutkan inovasi dan mengembangkan potensi mangrove sebagai sumber ekonomi baru.
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Universitas Internasional Batam


