Dosen FK UIB Raih Publikasi Internasional Q4 melalui Riset Rheumatoid Arthritis

Penulis: Amelia Asadi, S.M. | Editor: Ambarwulan, S.T.

Universitas Internasional Batam (UIB) kembali menorehkan prestasi di bidang penelitian internasional. Dr. dr Fara Fauzia M.Farm, M. Epid, dosen Fakultas Kedokteran (FK) UIB, berhasil mempublikasikan hasil penelitiannya pada jurnal internasional terindeks Scopus Q4, Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional (National Public Health Journal), dengan judul “Achieving and Sustaining Treatment Targets in Rheumatoid Arthritis: A Retrospective Cohort Analysis in Indonesia”.

 

Penelitian ini merupakan kolaborasi antara Fakultas Kedokteran UIB dengan sejumlah peneliti dari Universitas Indonesia dan rumah sakit rujukan nasional di Jakarta. Publikasi ini menjadi salah satu capaian target luaran penelitian UIB pada jurnal bereputasi internasional. Penelitian tersebut mengkaji tingkat pencapaian dan keberlanjutan target terapi pada pasien rheumatoid arthritis (RA) di Indonesia, khususnya dalam mencapai kondisi low disease activity (LDA) atau remisi. RA merupakan penyakit autoimun kronis yang dapat menyebabkan kecacatan dan penurunan kualitas hidup apabila tidak ditangani secara optimal.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa 54,8% pasien berhasil mencapai LDA atau remisi dalam 12 bulan pertama, dengan median waktu pencapaian selama 10 bulan. Namun, kurang dari setengah pasien yang mencapai target tersebut mampu mempertahankan kondisi stabil selama 12 bulan berikutnya . Studi ini menggunakan desain retrospective cohort analysis terhadap 166 pasien dewasa yang baru terdiagnosis RA pada periode 2020–2021 di rumah sakit rujukan tersier. Evaluasi keberhasilan terapi dilakukan menggunakan skor DAS28-ESR, dengan analisis statistik Kaplan-Meier dan regresi Cox untuk mengidentifikasi prediktor pencapaian serta kehilangan remisi .

Dari sisi kemanfaatan, penelitian ini memberikan gambaran nyata mengenai pola pencapaian target terapi RA di Indonesia, terutama di negara berkembang dengan keterbatasan akses terhadap terapi biologik. Temuan ini menekankan pentingnya pemantauan penyakit secara berkala dan penyesuaian terapi secara tepat waktu untuk mencegah kekambuhan dan kerusakan sendi permanen. Hasil studi ini juga menjadi dasar bagi tenaga medis dalam memperkuat implementasi strategi treat-to-target pada praktik klinis sehari-hari.

Dari aspek kebaruan, penelitian ini termasuk salah satu studi yang secara khusus mengevaluasi keberlanjutan remisi RA pada populasi Indonesia, yang selama ini masih memiliki keterbatasan data ilmiah. Selain itu, penelitian ini memberikan analisis prediktor berbasis populasi lokal, yang berpotensi berbeda dengan temuan pada populasi Barat.

Ketua Pusat Studi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) LPPM UIB, Dr. Wisnu Yuwono, menyampaikan apresiasinya atas capaian tersebut. “Publikasi ini menunjukkan bahwa dosen UIB mampu berkontribusi dalam penelitian kesehatan yang berdampak secara nasional maupun internasional. Kami terus mendorong kolaborasi lintas institusi dan peningkatan kualitas riset agar luaran penelitian semakin kompetitif di tingkat global,” ujarnya.

UIB berkomitmen untuk terus mendukung penguatan budaya riset melalui fasilitasi pendanaan, pendampingan publikasi, serta perluasan jejaring kolaborasi nasional dan internasional. Ke depan, UIB menargetkan peningkatan jumlah publikasi pada jurnal bereputasi internasional, termasuk peningkatan ke jurnal dengan kuartil yang lebih tinggi. Selain itu, penguatan riset di bidang kesehatan masyarakat dan klinis akan terus dikembangkan untuk memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas layanan kesehatan di Indonesia.

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Universitas Internasional Batam

Baloi-Sei Ladi, Jl. Gajah Mada, Tiban Indah, Kec. Sekupang, Kota Batam, Kepulauan Riau 29426
(0778) 7437111
Temukan kami

Telusuri