Program Studi Arsitektur UIB Gelar Seminar “Reimagining Public Creative Spaces through Biophilic Design” untuk Mendorong Inovasi Ruang Publik Berkelanjutan

Penulis: Ariel Hutapea (2412023) | Editor: Ambarwulan, S.T.

Batam, 5 Maret 2026 – Program Studi Arsitektur Universitas Internasional Batam (UIB) sukses menyelenggarakan seminar bertajuk “Reimagining Public Creative Spaces through Biophilic Design” yang dilaksanakan pada Kamis, 5 Maret 2026 di Studio Gambar Arsitektur UIB. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi Arsitektur sebagai bagian dari upaya akademik untuk memperluas wawasan mengenai perancangan ruang publik yang kreatif, inovatif, serta berkelanjutan melalui pendekatan biophilic design.

Seminar ini menghadirkan tiga narasumber yang memiliki latar belakang akademik dan praktisi dalam bidang arsitektur dan perancangan kota, yaitu Carissa Dinar Aguspriyanti, S.T., M.A. selaku ketua Ruang Urban Indonesia (RUBI), Jeanny Laurens Pinassang, S.T., M.T. selaku dosen Program Studi Arsitektur UIB, serta Muhammad Hafizi yang merupakan mahasiswa Program Studi Arsitektur UIB. Kegiatan seminar dipandu oleh moderator Lathifa Nursyamsu, S.Ars., M.Arch., yang mengarahkan jalannya diskusi sehingga berlangsung secara interaktif dan komunikatif.

(Sesi Pertama Pemaparan Materi oleh Narasumber)

Pada sesi pemaparan pertama, Jeanny Laurens Pinassang, S.T., M.T., memaparkan materi mengenai perspektif praktisi mengenai pengembangan ruang publik kreatif di kawasan perkotaan. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa ruang publik memiliki peran penting sebagai wadah interaksi sosial, aktivitas komunitas, serta ruang kolaborasi yang dapat mendorong kreativitas masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya perancangan ruang publik yang inklusif, responsif terhadap kebutuhan pengguna, serta mampu memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang memanfaatkannya.


(Sesi Ke dua Pemaparan Materi oleh Narasumber)

Selanjutnya, pada sesi kedua, Carissa Dinar Aguspriyanti, S.T., M.A., menyampaikan materi mengenai konsep biophilic design dalam arsitektur. Dalam penjelasannya, biophilic design merupakan pendekatan desain yang berupaya mengintegrasikan unsur-unsur alam ke dalam ruang binaan. Elemen-elemen seperti pencahayaan alami, vegetasi, sirkulasi udara yang baik, serta penggunaan material alami dinilai mampu menciptakan lingkungan yang lebih sehat, nyaman, serta meningkatkan kualitas pengalaman ruang bagi penggunanya. Selain itu, penerapan konsep ini juga dinilai relevan untuk menjawab tantangan lingkungan di kawasan perkotaan yang semakin padat.


(Sesi Ketiga Pemaparan Materi oleh Narasumber)

Setelah pemaparan materi yang disampaikan oleh Carissa Dinar Aguspriyanti, S.T., M.A., telah selesai, selanjutnya memasuki sesi ketiga pemaparan materi yang disampaikan oleh Muhammad Hafizi. Beliau menyampaikan sudut pandang mahasiswa mengenai gagasan perancangan ruang publik kreatif yang adaptif terhadap kebutuhan generasi muda. Dalam presentasinya, ia menjelaskan bahwa ruang publik tidak hanya berfungsi sebagai tempat berkumpul, tetapi juga dapat menjadi ruang ekspresi, ruang belajar informal, serta ruang bagi komunitas untuk beraktivitas secara kreatif. Perspektif ini memberikan gambaran bagaimana generasi muda memandang pentingnya ruang publik yang fleksibel dan mendukung berbagai aktivitas sosial.


(Sesi diskusi dan tanya jawab)

Setelah sesi pemaparan materi telah berlangsung, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Pada sesi ini, para mahasiswa berkesempatan untuk mengajukan berbagai pertanyaan kepada ketiga narasumber terkait materi yang telah disampaikan. Salah satu pertanyaan ditujukan kepada Muhammad Hafizi mengenai bagaimana ia menerapkan konsep desain pada rancangan bangunan public creative hub sehingga mampu memberikan dampak positif terhadap kesehatan mental para pengunjung yang datang. Pertanyaan tersebut menyoroti strategi perancangan ruang yang dapat menciptakan suasana nyaman, menenangkan, serta mendukung kesejahteraan psikologis pengguna ruang melalui pendekatan desain yang tepat.

Menanggapi pertanyaan yang di berikan oleh peserta, Muhammad Hafizi menyampaikan bahwa dengan menerapkan konsep biophilic kepada rancangan bangunan nya dapat memberikan dampak positif kepada para pengunjung, Dimana hal ini telah di buktikan dengan research yang telah di lakukan oleh beliau Bersama dengan teman teman nya, dalam research tersebut mengatakan konsep biophilic menerapkan elemen natural pada lingkungan nya, yang dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap alam, yang menjadikan nya salah satu factor yang mempengaruhi terhadap Kesehatan mental para pengunjung yang datang.


(Foto Bersama dan penyerahan Souvenir pada Narasumber)

Setelah sesi tanya jawab selesai, kegiatan seminar diakhiri dengan sesi foto bersama antara para narasumber dan seluruh peserta yang hadir. Setelah itu, moderator juga menyerahkan suvenir kepada para narasumber sebagai bentuk ucapan terima kasih atas kesediaan mereka untuk berbagi ilmu dan pengalaman kepada para peserta seminar. Momen ini menjadi penutup dari rangkaian kegiatan seminar sekaligus sebagai dokumentasi kebersamaan antara narasumber, moderator, dan mahasiswa yang telah mengikuti kegiatan dengan antusias. Melalui seminar ini, diharapkan mahasiswa dapat memperoleh wawasan baru serta inspirasi dalam merancang ruang publik kreatif yang memperhatikan aspek kenyamanan, lingkungan, dan kesejahteraan penggunanya.

Program Sarjana Arsitektur

Universitas Internasional Batam

Baloi-Sei Ladi, Jl. Gajah Mada, Tiban Indah, Kec. Sekupang, Kota Batam, Kepulauan Riau 29426
(0778) 7437111
Temukan kami

Telusuri