Penulis: Sari Tilawah, S.T. | Editor: Ambarwulan, S.T.
Batam, Indonesia – 18 Desember 2025 — The 5th Conference on Community Engagement Project 2025 (ConCEPt 2025) berhasil diselenggarakan pada Rabu, 17 Desember 2025, melalui Zoom Meetings dan siaran langsung YouTube. Konferensi yang berlangsung selama satu hari penuh ini dimulai dari pukul 09.00 hingga 16.00 WIB dan menghadirkan peserta dari berbagai institusi di beberapa negara.
Dengan tema “Sustainable Future through Digital Innovation in Community Development”, The 5th ConCEPt 2025 menyediakan wadah bagi akademisi, praktisi, dan mitra komunitas untuk berbagi ide dan pengalaman terkait keberlanjutan, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat. Konferensi ini menghadirkan lima pembicara utama dan dilaksanakan dalam dua sesi utama: sesi pembukaan plenari yang dipandu oleh Desty Febria, S.Pd., M.Tesol., dilanjutkan dengan sesi paralel di delapan ruangan, masing-masing dipandu oleh seorang chair-session.
Para pembicara utama berasal dari Singapura, Malaysia, Filipina, dan Indonesia, memberikan beragam perspektif mengenai pengembangan komunitas. Para pembicara tersebut adalah Tessa Neo dari Reactor School, Singapura; Zurina Ismail, MBA, dari Universiti Tenaga Nasional, Malaysia; Ana Cristina G. Fortes, PhD, dari Sorsogon State University, Filipina; Dr. Ratih Anggraini, S.Pd., M.M., dari Universitas Internasional Batam, Indonesia; dan Dr. Pandu Prasodjo, S.Pd., M.Pd., juga dari Universitas Internasional Batam, Indonesia.

(Sesi Pembukaan Plenari)
Tessa Neo berbicara tentang inovasi digital dalam pendidikan dan bagaimana pendampingan membantu mahasiswa menciptakan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat. Ia menekankan pentingnya pola pikir kewirausahaan, dengan menyatakan bahwa meskipun tidak semua mahasiswa menjadi wirausaha, setiap mahasiswa seharusnya memiliki jiwa kewirausahaan. Zurina Ismail, MBA menyoroti pentingnya menghubungkan teknologi dengan keberlanjutan, terutama di komunitas pedesaan. Ia menekankan perlunya mendengarkan anggota masyarakat terlebih dahulu, menciptakan solusi bersama mereka, dan memberdayakan mereka melalui teknologi. Sementara itu, Ana Cristina G. Fortes, PhD membahas bagaimana Sustainable Development Goals (SDGs) dapat menjadi panduan dalam upaya membangun masa depan yang berkelanjutan bagi komunitas kecil dan rentan melalui kepemimpinan, inovasi, dan integrasi digital.

(Para Pembicara Utama Memberikan Wawasan melalui Presentasi, Diskusi, dan Sesi Tanya Jawab)
Dari Indonesia, Dr. Ratih Anggraini, S.Pd., M.M. menekankan pentingnya memahami kebutuhan dan karakteristik masyarakat, mempromosikan potensi desa melalui media sosial dan situs web, serta mempertahankan program melalui pendampingan berkelanjutan dan kolaborasi antara akademisi, pemerintah, masyarakat, dan industri. Terakhir, Dr. Pandu Prasodjo, S.Pd., M.Pd. membahas peran bahasa Inggris dalam pengembangan masyarakat, khususnya bagi pelajar muda. Ia berbagi pendekatan pengajaran inovatif yang beralih dari metode tradisional menuju pembelajaran berbasis audio dan respons fisik. Presentasi para pembicara utama diikuti dengan sesi tanya jawab yang interaktif, yang menghidupkan suasana dan mendorong peserta untuk mengajukan pertanyaan serta terlibat langsung dengan para pembicara. Secara keseluruhan, diskusi ini mencerminkan tema konferensi dengan menunjukkan bagaimana inovasi digital, pendidikan, dan kolaborasi dapat berjalan beriringan untuk memberdayakan masyarakat dan memastikan pembangunan berkelanjutan.
Setelah sesi plenari berakhir, para presenter bergabung dalam sesi paralel di delapan ruangan, menyediakan ruang khusus untuk diskusi mendalam, presentasi proyek, dan pertukaran ide mengenai pengabdian kepada masyarakat dan inisiatif kolaboratif. Makalah penelitian dan proyek yang dipresentasikan selama sesi tersebut akan diterbitkan dalam UIB Proceedings, Conference on Community Engagement Project sehingga pengetahuan dan wawasan yang dibagikan selama konferensi dapat diakses oleh khalayak akademik dan profesional yang lebih luas. Setelah sesi paralel selesai, konferensi memberikan penghargaan atas kontribusi terbaik dengan mengumumkan makalah dan presenter terbaik. Acara ditutup dengan sambutan penutup dan dokumentasi melalui Zoom, menandai keberhasilan penyelenggaraan The 5th ConCEPt 2025 serta mengabadikan semangat kolaboratif dan pencapaian seluruh peserta.

(Dokumentasi Penutupan)
Secara keseluruhan, The 5th ConCEPt 2025 menegaskan pentingnya kolaborasi, inovasi, dan solusi digital dalam membangun komunitas yang berkelanjutan. Panitia penyelenggara menyampaikan apresiasi yang tulus kepada seluruh pembicara utama, moderator, chair-sessions, presenter, dan peserta atas kontribusi berharga mereka. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh mitra dan audiens yang telah bergabung dalam konferensi melalui Zoom dan YouTube. Melalui komitmen dan kolaborasi bersama, The 5th ConCEPt 2025 kembali menegaskan upaya kolektif untuk menciptakan masa depan yang berkelanjutan melalui inovasi digital dalam pengembangan masyarakat.
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Universitas Internasional Batam


